50 Tahun Tempo: Selalu Menjadi Media Terdepan Mengkritik Kekuasaan

Reporter

Tempo menjadikan independensi sebagai roh dalam pemberitaan sehingga menjadi media yang tepercaya sejak terbit pertama kali dalam format majalah pada 1971. Dengan itu pula Tempo turut merawat Indonesia. TEMPO

TEMPO.CO, Jakarta - Tempo selalu menjadi media garda depan yang identik dengan kritik kekuasaan dan ini merupakan salah satu tugas media untuk mengawal pemerintahan siapapun yang berkuasa, kata mantan pemimpin redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli, selama diskusi perayaan 50 Tahun Tempo Sabtu kemarin.

Arif Zulkifli, pemimpin redaksi Majalah Tempo 2013-2019 yang akrab dipanggil Azul, mengatakan Tempo selalu menjaga jarak kekuasaan untuk menegakkan idealisme Tempo.

Azul, yang menjadi pemred di penghujung pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan awal kampanye pilpres 2014, mengatakan hubungan Tempo dengan Presiden Joko Widodo sudah terjalin baik bahkan saat masih menjadi wali kota Solo.

"Memang waktu itu ada euforia terhadap Jokowi karena datang dari bukan kalangan elit," kata Azul.

Saat itu edisi khusus Tempo pernah memuat Jokowi sebagai salah satu kepala daerah terbaik. Tetapi Azul mengatakan Tempo mempunyai sikap mengambil jarak pada kekuasaan. "Begitu tokoh itu terpilih, otomatis siapapun pemrednya, Tempo akan mengambil posisi yang berjarak," tutur Azul.

Sebulan setelah Jokowi dilantik Tempo menulis cover story tentang masuknya seorang investor minyak lewat pintu Partai Nasdem. "Cover-nya Pak Jokowi sedang berkaca di tong minyak dengan bayangan Surya Paloh," ungkap Azul mengingat judul sampul "Dalam Bayang-bayang Surya Paloh".

"Itu adalah kritik kita pertama kepada Jokowi dan tidak lebih dari sebulan," cerita Azul.

Ia mengatakan kritikan itu disampaikan secara pribadi kepada Jokowi dan disambut baik.

"Saya pikir bukan hanya Jokowi, siapapun presidennya, Tempo selalu menjadi media terdepan yang mengkritik kekuasaan," kata Arif Zulkifli.

Baca juga: 50 Tahun Tempo: Merawat Indonesia di Era Pasca-Kebenaran

Menjawab tudingan nyinyir terkait pemberitaan Tempo, Arif Zulkifli mengatakan jika kaidah jurnalistik terpenuhi dan faktanya demikian, maka tidak bisa dibilang nyinyir.

"Tidak memihak dan menjaga jarak jelas sekali menjadi value yang dipegang oleh wartawan Tempo bahkan yang junior sekalipun," kata Arif Zulkifli dalam acara 50 Tahun Tempo.






Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

2 hari lalu

Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

Goenawan Mohamad menjadi salah seorang penerima The Japan Foundation Awards 2022. Begini profil GM, pendiri Majalah Tempo.


Mengenal Utuy Tatang Sontani, Generasi Sastrawan yang Tak Bisa Pulang Setelah G30S

12 hari lalu

Mengenal Utuy Tatang Sontani, Generasi Sastrawan yang Tak Bisa Pulang Setelah G30S

Sastrawan Utuy Tatang Sontani tak bisa pulang setelah G30S. Ia dari Peking kemudian tinggal di Moskow, Rusia hingga wafatnya.


18 Tahun Munir Diracun: Misteri Kematian Ongen Latuihamallo Saksi Kunci Pembunuhan Munir

14 hari lalu

18 Tahun Munir Diracun: Misteri Kematian Ongen Latuihamallo Saksi Kunci Pembunuhan Munir

Teka-teki kematian Munir telah 18 tahun. Ongen Latuihamallo saksi kunci pembunuhan aktivis HAM itu, ditemukan tewas saat menyetir mobil.


PKKMB Politeknik Tempo, Dirut Tempo: Media Tidak Netral, tapi Objektif dan Independen

14 hari lalu

PKKMB Politeknik Tempo, Dirut Tempo: Media Tidak Netral, tapi Objektif dan Independen

Dirut Tempo Inti Media Arif Zulkifli berbagi pengalaman dengan para mahasiswa baru Politeknik Tempo Angkatan 2022/2023 pada PKKMB hari keempat.


Pengenalan Mahasiswa Baru Politeknik Tempo, Redaktur Tempo Ajak Mahasiswa Perangi Hoaks

16 hari lalu

Pengenalan Mahasiswa Baru Politeknik Tempo, Redaktur Tempo Ajak Mahasiswa Perangi Hoaks

Para Mahasiswa baru Politeknik Tempo angkatan 2022/2023 mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) hari kedua pada Selasa, 13 September 2022.


Bambang Widjojanto Mengenang Aktivis HAM Munir: Saya Meminta Munir Gabung di YLBHI Jakarta

22 hari lalu

Bambang Widjojanto Mengenang Aktivis HAM Munir: Saya Meminta Munir Gabung di YLBHI Jakarta

Sesama aktivis HAM, Bambang Widjojanto mengenang kematian Munir 18 tahun lalu. Saat itu sebagai Ketua YLBHI, ia meminta Munir gabung di Jakarta.


18 Tahun Kematian Munir, Begini Kronologi Pembunuhan Aktivis HAM Itu dengan Racun Arsenik

23 hari lalu

18 Tahun Kematian Munir, Begini Kronologi Pembunuhan Aktivis HAM Itu dengan Racun Arsenik

Munir Said Thalib, aktivis HAM pendiri IKontraS dibunuh dengan racun arsenik saat penerbangan Jakarta - Belanda 18 tahun lalu. Siapa dalangnya?


Diduga Bantu Muluskan Skenario Ferdy Sambo, Ini Profil Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta

23 hari lalu

Diduga Bantu Muluskan Skenario Ferdy Sambo, Ini Profil Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta diduga turut membantu memuluskan skenario yang dirancang Ferdy Sambo. Berikut ini profil Irjen Nico Afinta.


Eksklusif, Fahmi Alamsyah 2 Kali Temui Ferdy Sambo

28 hari lalu

Eksklusif, Fahmi Alamsyah 2 Kali Temui Ferdy Sambo

Fahmi Alamsyah sempat dua kali bertemu dengan Ferdy Sambo. Ikut merancang bahan untuk siaran pers kasus kematian Brigadir J.


Mengenang Pemikiran Cendikiawan Muslim Nurcholis Madjid

31 hari lalu

Mengenang Pemikiran Cendikiawan Muslim Nurcholis Madjid

hari ini, 29 Agustus 2005 silam, cendekiawan muslim Nurcholis Madjid meninggal di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. Bagaimana pemikiran Cak Nur.