50 Tahun Tempo: Merawat Indonesia di Era Pasca-Kebenaran

Reporter

Tempo menjadikan independensi sebagai roh dalam pemberitaan sehingga menjadi media yang tepercaya sejak terbit pertama kali dalam format majalah pada 1971. Dengan itu pula Tempo turut merawat Indonesia. TEMPO

TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Wahyu Dhyatmika mengatakan pada acara 50 Tahun Tempo, saat ini media arus utama sedang berjuang di tengah era Post Truth atau Pasca-Kebenaran, termasuk Tempo sendiri.

Wahyu Dhyatmika, yang akrab dipanggil Komang, mengatakan saat ini masyarakat di era Post Truth lebih percaya apa yang diyakininya sebagai realitas alternatif daripada fakta.

"Jadi apa pun yang diberikan oleh kelompoknya, oleh orang-orang yang dia yakini sama pandangannya dengan dia, itulah fakta. Jadi fakta itu jadi tidak tunggal dan itu berbahaya sekali," kata Wahyu Dyatmika.

Jadi, kata Komang, Tempo berada di posisi yang unik, sebagai sebuah penerbit yang sejak awal punya tradisi jurnalistik kuat yang menekankan pada verifikasi dan konfirmasi, Tempo punya peran untuk mengajak orang kembali kepada fakta, pada realitas yang sudah diverifikasi.

"Untuk itu kita memang harus punya strategi bagaimana caranya Tempo berkompetisi di dunia digital dan bersaing banyak produsen informasi lain agar tetap bisa relevan dan menggaet pembaca," papar Wahyu Dhyatmika.

Wahyu Dhyatmika, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, saat perayaan ulang tahun ke-50 Tempo, 6 Maret 2021.[TEMPO]

Tempo, aku Komang, sering menerima serangan atau didebat warganet tentang pelaporannya. Namun, yang diperdebatkan bukan pada fakta dan substansi, tetapi pada figur Tempo sendiri.

Tonton juga: 50 Tahun Tempo: Bersama Merawat Indonesia

"Oleh karena itu salah satu kunci redaksi selalu transparan, jujur aja. Itulah yang disampaikan Mas Bambang Harymurti (Pemred Majalah Tempo 1999-2006) kenapa harus ada rubrik opini, karena opini itu menjelaskan motif Tempo, ada apa di balik tulisan itu dan dari mana kita sampai pada kesimpulan itu"

"Transparansi Tempo adalah kunci, dan fungsi keterlibatan menciptakan kontrak relasional dengan pembaca," tutur Wahyu Dhyatmika dalam perayaan puncak 50 Tahun Tempo, yang juga dihadiri lima pemimpin redaksi Tempo periode sebelumnya.






Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

2 hari lalu

Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

Goenawan Mohamad menjadi salah seorang penerima The Japan Foundation Awards 2022. Begini profil GM, pendiri Majalah Tempo.


Mengenal Utuy Tatang Sontani, Generasi Sastrawan yang Tak Bisa Pulang Setelah G30S

12 hari lalu

Mengenal Utuy Tatang Sontani, Generasi Sastrawan yang Tak Bisa Pulang Setelah G30S

Sastrawan Utuy Tatang Sontani tak bisa pulang setelah G30S. Ia dari Peking kemudian tinggal di Moskow, Rusia hingga wafatnya.


18 Tahun Munir Diracun: Misteri Kematian Ongen Latuihamallo Saksi Kunci Pembunuhan Munir

14 hari lalu

18 Tahun Munir Diracun: Misteri Kematian Ongen Latuihamallo Saksi Kunci Pembunuhan Munir

Teka-teki kematian Munir telah 18 tahun. Ongen Latuihamallo saksi kunci pembunuhan aktivis HAM itu, ditemukan tewas saat menyetir mobil.


PKKMB Politeknik Tempo, Dirut Tempo: Media Tidak Netral, tapi Objektif dan Independen

14 hari lalu

PKKMB Politeknik Tempo, Dirut Tempo: Media Tidak Netral, tapi Objektif dan Independen

Dirut Tempo Inti Media Arif Zulkifli berbagi pengalaman dengan para mahasiswa baru Politeknik Tempo Angkatan 2022/2023 pada PKKMB hari keempat.


Pengenalan Mahasiswa Baru Politeknik Tempo, Redaktur Tempo Ajak Mahasiswa Perangi Hoaks

16 hari lalu

Pengenalan Mahasiswa Baru Politeknik Tempo, Redaktur Tempo Ajak Mahasiswa Perangi Hoaks

Para Mahasiswa baru Politeknik Tempo angkatan 2022/2023 mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) hari kedua pada Selasa, 13 September 2022.


Bambang Widjojanto Mengenang Aktivis HAM Munir: Saya Meminta Munir Gabung di YLBHI Jakarta

22 hari lalu

Bambang Widjojanto Mengenang Aktivis HAM Munir: Saya Meminta Munir Gabung di YLBHI Jakarta

Sesama aktivis HAM, Bambang Widjojanto mengenang kematian Munir 18 tahun lalu. Saat itu sebagai Ketua YLBHI, ia meminta Munir gabung di Jakarta.


18 Tahun Kematian Munir, Begini Kronologi Pembunuhan Aktivis HAM Itu dengan Racun Arsenik

23 hari lalu

18 Tahun Kematian Munir, Begini Kronologi Pembunuhan Aktivis HAM Itu dengan Racun Arsenik

Munir Said Thalib, aktivis HAM pendiri IKontraS dibunuh dengan racun arsenik saat penerbangan Jakarta - Belanda 18 tahun lalu. Siapa dalangnya?


Diduga Bantu Muluskan Skenario Ferdy Sambo, Ini Profil Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta

23 hari lalu

Diduga Bantu Muluskan Skenario Ferdy Sambo, Ini Profil Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta diduga turut membantu memuluskan skenario yang dirancang Ferdy Sambo. Berikut ini profil Irjen Nico Afinta.


Eksklusif, Fahmi Alamsyah 2 Kali Temui Ferdy Sambo

28 hari lalu

Eksklusif, Fahmi Alamsyah 2 Kali Temui Ferdy Sambo

Fahmi Alamsyah sempat dua kali bertemu dengan Ferdy Sambo. Ikut merancang bahan untuk siaran pers kasus kematian Brigadir J.


Mengenang Pemikiran Cendikiawan Muslim Nurcholis Madjid

31 hari lalu

Mengenang Pemikiran Cendikiawan Muslim Nurcholis Madjid

hari ini, 29 Agustus 2005 silam, cendekiawan muslim Nurcholis Madjid meninggal di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. Bagaimana pemikiran Cak Nur.