Anggaran Pertahanan Cina Naik 6,8 Persen

Militer Cina memamerkan rudal jet tempur siluman J-20 pada Zhuhai AIr Show pada 13 November 2018. Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Cina akan menaikkan anggaran pertahanannya sampai 6,8 persen dari anggaran pada 2020. Angka tersebut naik sedikit dibanding kenaikan pada tahun lalu.  

Perdana Menteri Cina Li Keqiang berjanji kenaikan anggaran itu akan dialokasikan untuk memperkuat Angkatan Darat Cina, yang sedang mengembangkan senjata dari pesawat tempur siluman ke kapal induk. Cina juga akan melanjutkan apa yang mereka sebut sebagai ancaman keamanan   

Anggaran pengeluaran Cina bidang pertahanan yang dipublikasi pada Jumat, 5 Maret 2021 sebesar 1,35 triliun yuan atau Rp 2.992 triliun. Jumlah tersebut dapat dipandang betapa agresifnya Cina meningkatkan kemampuan militernya.

Baca juga: Via Kongres, Cina Ingin Tetapkan Hanya Patriot yang Pimpin Hong Kong         

Polisi paramiliter Cina berjaga-jaga ketika kendaraan militer Cina yang mungkin membawa drone berpartisipasi dalam latihan parade 1 Oktober.[CNN]

Sebelumnya pada tahun lalu, Cina mengatakan anggaran pertahanannya akan naik sekitar 6,6 persen. Jumlah itu paling sedikit dalam tiga decade terakhir menyusul perekonomian yang tergerus gara-gara pandemi Covid-19. Ini juga akan menjadi tahun keenam, dimana kenaikan anggaran militer Cina hanya naik satu digit.

Perdana Menteri Li dalam pernyataanya mengatakan pada tahun ini Pemerintah Cina akan memperkuat sektor persenjataan melalui reformasi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta pelatihan personel militer.

“Kami akan mendorong pelatihan militer dan membuat kesiapan menyeluruh, membuat seluruh rencana siap merespon risiko keamanan di semua sektor dan untuk berbagai situasi,” kata Li.

Li menambahkan, pihaknya akan meningkatkan tata-letak pertahanan berdasarkan ilmu pengetahuan, teknologi dan industri serta meningkatkan sistem mobilisasi pertahanan.      

Yang Yujun mantan pejabat senior di Pemerintah Cina, yang sekarang mengajar di Universitas Komunikasi Cina, mengatakan kenaikan anggaran pertahanan Cina saat ini masih wajar menyusul banyaknya masalah yang muncul paska-pandemi Covid-19.

  

Sumber: Reuters






Militer Amerika Serikat Klaim Telah Menumpas Pimpinan Kelompok Al Shabaab

19 jam lalu

Militer Amerika Serikat Klaim Telah Menumpas Pimpinan Kelompok Al Shabaab

Militer Amerika Serikat mengklaim telah membunuh seorang pemimpin kelompok radikal al Shabaab dalam sebuah serangan udara sepanjang akhir pekan lalu


Chad Mundurkan Pemilu Sampai 2 Tahun

1 hari lalu

Chad Mundurkan Pemilu Sampai 2 Tahun

Rencana baru yang disetujui pada Sabtu, 1 Oktober 2022, menyepakati pemilu Presiden Chad mundur selama dua tahun.


Ukraina Klaim Merebut Kembali Kota Lyman

2 hari lalu

Ukraina Klaim Merebut Kembali Kota Lyman

Ukraina pada Minggu, 2 Oktober 2022, mengklaim sudah merebut kembali Kota Lyman dari tentara Rusia, yakni sebuah kota strategis untuk pengiriman.


Kemensos Rancang Program Bansos untuk Lansia, Disabilitas dan Yatim Piatu Rp 493 Miliar

4 hari lalu

Kemensos Rancang Program Bansos untuk Lansia, Disabilitas dan Yatim Piatu Rp 493 Miliar

Kementerian Sosial sedang mencoba mengembangkan program bansos khusus untuk disabilitas, lansia, dan anak yatim piatu. Seperti apa bentuknya?


BSSN Diminta Segera Bongkor Identitas Bjorka, Pengamat Ingatkan Anggaran Sudah Naik

4 hari lalu

BSSN Diminta Segera Bongkor Identitas Bjorka, Pengamat Ingatkan Anggaran Sudah Naik

BSSN diminta segera membongkar sosok hacker Bjorka.


Kemenkeu Catat Realisasi Bantuan Sosial Kartu Sembako Capai 74 Persen

4 hari lalu

Kemenkeu Catat Realisasi Bantuan Sosial Kartu Sembako Capai 74 Persen

Kemenkeu melaporkan realisasi bantuan sosial (bansos) berupa kartu sembako telah mencapai Rp33,41 triliun atau 74 persen.


Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

4 hari lalu

Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru yang mengacu pada aturan purchasing power parities (PPP) 2017.


AS Dakwa Pasutri Dokter karena Bocorkan Data Kesehatan Militer ke Rusia

5 hari lalu

AS Dakwa Pasutri Dokter karena Bocorkan Data Kesehatan Militer ke Rusia

AS mendakwa pasutri dokter yang membocorkan data pasien militer ke Rusia


Bjorka Kembali Beraksi, Kali Ini Kepala BSSN Jadi Target

5 hari lalu

Bjorka Kembali Beraksi, Kali Ini Kepala BSSN Jadi Target

Kali ini Bjorka menyasar Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

6 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.