AirAsia Akan Luncurkan Taksi Udara dan Pengiriman Barang via Drone di Malaysia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat AirAsia di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Juni 2014. Charles Pertwee/Bloomberg via Getty Images

    Pesawat AirAsia di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Juni 2014. Charles Pertwee/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Malaysia, AirAsia, berencana untuk meluncurkan layanan taksi udara dan layanan pengiriman drone pertama di negara itu untuk melakukan diversifikasi usaha di tengah pandemi virus corona, kata CEO AirAsia pada Sabtu.

    Sebagai bagian dari upaya diversifikasi grup, AirAsia juga layanan meluncurkan layanan ride-hailing bulan depan karena pandemi Covid-19 membatasi perjalanan udara.

    "Taksi udara akan memiliki seorang pilot dan empat kursi. Saat ini, tim kami sedang mengerjakan layanan yang akan datang ini oleh AirAsia," kata Chief Executive Tony Fernandes di Youth Economic Forum 2021, kantor berita negara Bernama melaporkan pada Sabtu, dikutip dari Reuters, 6 Maret 2021.

    Layanan tersebut akan mulai beroperasi dalam waktu sekitar 18 bulan, kata Fernandes.

    Baca juga: Kisah Heroik, Mantan Perawat Menolong Penumpang AirAsia di Pesawat

    Dia juga mengumumkan unit logistik maskapai, Teleport, yang saat ini sedang menguji layanan pengiriman drone perkotaan dengan perusahaan yang didukung pemerintah Pusat Inovasi dan Kreativitas Global Malaysia (MaGIC), akan melakukan pengiriman komersial pertamanya pada akhir tahun ini.

    "Ide itu muncul tiga minggu lalu dan sekarang jadi kenyataan," tulisnya di Instagram.

    CEO AirAsia Group Tony Fernandes berpose di samping armada AirAsia Airbus A320 yang menggunakan corak "livery" baru bertema "Sustainable ASEAN" dalam rangka perayaan Hari Jadi Pembentukan ASEAN saat peluncurannya di Bangkok, Thailand, Jumat 9 Agustus 2019. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

    Fernandes mengatakan AirAsia sedang memulihkan diri dari dampak pandemi dan telah menggunakan kesempatan itu untuk mempercepat transformasi digitalnya.

    AirAsia, yang melaporkan kerugian kuartalan kelima berturut-turut pada November, telah berusaha untuk mengumpulkan 2,5 miliar ringgit (Rp 8,8 triliun) dari pinjaman dan investor.

    Bulan lalu, AirAsia mengatakan 33% sahamnya di unit Jepang, yang berhenti beroperasi Oktober lalu, mulai menderita kebangkrutan.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.