WHO Tidak Akan Mempublikasikan Laporan Awal Investigasi COVID-19 di Cina

Orang-orang dengan pakaian pelindung berjalan di luar hotel tempat anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas menyelidiki asal-usul pandemi virus corona (COVID-19) dikarantina, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 28 Januari 2021. [REUTERS / Thomas Peter]

TEMPO.CO, Jakarta - Tim investigator WHO yang menyelidiki asal usul virus COVID-19 di Cina berencana untuk tidak mempublikasikan laporan awal mereka. Hal tersebut menyusul ketegangan baru antara Amerika dan Cina soal keabsahan investigasi terkait. Di sisi lain, ada desakan dari komunitas peneliti untuk dilakukan investigasi lanjutan.

"Untuk laporan lengkapnya, akan datang dalam beberapa pekan ke depan," ujar juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Jumat, 5 Maret 2021.

Tidak ada penjelasan lebih lanjut kenapa WHO memutuskan untuk tidak mempublikasikan laporan awal dan menanti laporan akhir saja.

Kamis kemarin, dalam sebuah surat terbuka, 26 peneliti mendesak adanya investigasi baru atau lanjutan terkait asal usul virus COVID-19. Menurut mereka, investigasi sebelumnya terlalu "dibatasi" oleh Cina sehingga tidak memungkinkan WHO untuk melakukan investigasi secara maksimal. Selain itu, 26 peneliti itu juga mempertanyakan independensi sejumlah peneliti asal Cina yang mendampingi tim.

Seperti diberitakan sebelumnya, Cina sempat menentang rencana investigasi virus COVID-19 di Wuhan yang menjadi lokasi awal pandemi. Sebeb, menurut mereka, rencana investigasi itu bernada politis. Belakangan, Cina mengizinkannya asalkan WHO menjadi pemimpin investigasi dan Cina dilibatkan.

Anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas menyelidiki asal muasal virus corona atau COVID-19 mengunjungi pameran tentang Cina memerangi Covid-19 di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, 30 Januari 2021. Anggota WHO menyelidiki asal-usul Covid-19 dengan mengunjungi sebuah rumah sakit yang pertama menangani pasien Covid-19. REUTERS/Thomas Peter

Ketika tim peneliti asal WHO sudah terbentuk pun, Cina tidak langsung memberi mereka izin masuk. Akses sempat tertahan selama beberapa pekan, termasuk menghitung karantina yang harus dijalani oleh tim investigasi. Selain itu, lokasi investigasi pun dibatasi oleh Cina. Alhasil, dari seharusnya satu bulan investigasi, hanya separuhnya yang efektif.

"Kami sampai pada satu kesimpulan bahwa tim gabungan penyelidik asal usul COVID-19 tidak memiliki mandat, independensi, dan akses yang dibutuhkan untuk melakukan investigasi secara luas dan maksimal. Hal itu baik untuk hipotesis pandemi terjadi secara natural atau karena kebocoran," ujar para peneliti dalam surat terbukanya.

Salah satu investigator WHO, Dominic Dwyer, Februari lalu menyatakan Cina memang membatasi sejumlah kases. Salah satunya adalah data mentah awal pandemi COVID-19. Otoritas Cina, kata ia, enggan memberikannya ke tim WHO di mana mempersulit investigasi yang ada.

Satu hal yang bisa dipastikan oleh tim investigator WHO dalam jumpa pers Februari lalu adalah virus COVID-19 tidak berasal dari kebocoran di laboratorium. Dugaan mereka, virus COVID-19 dibawa oleh hewan dari luar Cina yang telah menempuh perjalanan jauh.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada 12 Februari, menyatakan semua hipotesis terkait asal usul COVID-19 masih dipertahankan untuk kemungkinan investigasi lebih lanjut.

Baca juga: Tim WHO: Penyebaran Virus Corona di Wuhan Sudah Meluas Sejak Awal

ISTMAN MP | AL JAZEERA






Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

3 jam lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Hari Jantung Sedunia: Masih Jadi Pembunuh Nomor 1 dan Tema di 2022

3 jam lalu

Hari Jantung Sedunia: Masih Jadi Pembunuh Nomor 1 dan Tema di 2022

Setiap tanggal 29 September diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia. Berikut ini kilas balik awal Hari Jantung Sedunia dan tema untuk 2022.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

6 jam lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

11 jam lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

21 jam lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

1 hari lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

1 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

1 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

2 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

2 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.