Dubes Myanmar untuk PBB Pilihan Junta Militer Mengundurkan Diri

Duta Besar Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun mengacungkan tiga jari di akhir pidatonya di depan Majelis Umum di mana ia memohon tindakan internasional dalam membatalkan kudeta militer di negaranya seperti yang terlihat dalam tangkapan layar yang diambil dari sebuah video, di wilayah Manhattan di New York City, New York, AS, 26 Februari 2021. [United Nations TV / Handout via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Myanmar untuk PBB Tin Maung Naing, yang belum lama ini dilantik junta militer, memilih untuk mundur. Hal itu dipicu perebutan pos Dubes Myanmar di PBB antara junta militer dengan pemerintahan yang mereka gulingkan. Alhasil, Dubes Myanmar untuk PBB sebelumnya, Kyaw Moe Tun, kembali jadi pengisi definitif pos tersebut.

"Tin Maung Naing telah mengirimkan surat pengunduran dirinya...menyampaikan bahwa Kyaw Moe Tun akan kembali menjadi representasi Myanmar di PBB," ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 5 Maret 2021.

Diberitakan sebelumnya, Militer Myanmar dan administrasi peninggalan Aung San Suu Kyi saling klaim soal pengisi pos di PBB. Militer Myanmar lebih dulu melangkah dengan mengklaim telah memecat Kyaw Moe Tun dari posnya pekan lalu. Gara-garanya, Kyaw Moe Tun meminta PBB untuk mengintervensi kudeta Myanmar. Nah, Militer Myanmar kemudian memilih Tin Maung Naing untuk mengisi pos bekas Kyaw Moe Tun.

Senin kemarin, Kyaw Moe Tun dan administrasi peninggalan Aung San Suu Kyi membalas langkah Militer Myanmar. Via surat, Kyaw Moe Tun mengklaim masih menjadi Dubes Myanmar yang sah karena PBB hanya menerima representasi dari pemerintahan yang legal. Saat itu, menurut Moe Tun, junta militer belum mengakui pemerintahannya sebagai yang sah ke PBB.

Sehari sesudahnya, PBB mengumumkan bahwa mereka telah menerima dua surat dari "Pemerintah Myanmar" yang saling bertentangan satu sama lain. Untuk mendapatkan kejelasan, PBB kemudian meminta kedua surat itu dikaji oleh Komite Akreditasi dan Protokol. Jika dirasa keduanya sama-sama sah, maka langkah yang bisa diambil menurut PBB adalah voting pada Sidang Umum.

Voting pada sidang umum itu tidak pernah terjadi. Tin Maung Naing lebih dulu mundur. Adapun Kyaw Moe Tun, sejak Selasa kemarin, bekerja seperti biasa tanpa merasa bakal ada gangguan terhadap posisinya di PBB. Representasi dari Uni Eropa dan Amerika pun mengakuinya sebagai Dubes Myanmar yang sah.

Apa penyebab menyerahnya figur pilihan Militer Myanmar belum diketahui per berita ini ditulis. Adapun Militer Myanmar kembali disorot saat ini karena PBB melaporkan mereka telah membunuh 54 orang dan menangkap lebih dari 1700 orang sepanjang kudeta.

Baca juga: Junta Myanmar dan Pemerintahan Aung San Suu Kyi Berebut Pos Dubes di PBB

ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA






Pelabuhan Ukraina Berhasil Ekspor 4,7 Juta Ton Gandum

2 hari lalu

Pelabuhan Ukraina Berhasil Ekspor 4,7 Juta Ton Gandum

Sebanyak 211 kapal dengan 4,7 juta ton produk pertanian telah meninggalkan Ukraina di bawah kesepakatan yang di tengahi oleh PBB dan Turki.


PBB Curiga Ada Kejahatan Perang di Wilayah yang Diduduki Rusia di Ukraina

3 hari lalu

PBB Curiga Ada Kejahatan Perang di Wilayah yang Diduduki Rusia di Ukraina

Komisi PBB urusan Ukraina mengaku telah mengantongi sejumlah bukti adanya dugaan kejahatan perang di area-area yang sebelumnya diduduki tentara Rusia.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

3 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

3 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

4 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

4 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Invasi Rusia ke Ukraina, PM Jepang: Menginjak-injak Piagam PBB

5 hari lalu

Invasi Rusia ke Ukraina, PM Jepang: Menginjak-injak Piagam PBB

Kishida, yang berasal dari Hiroshima, kota pertama yang alami serangan bom nuklir, juga mengecam ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Rusia


Setelah Pemakaman Ratu Elizabeth II, Liz Truss akan Tampil Perdana di PBB

6 hari lalu

Setelah Pemakaman Ratu Elizabeth II, Liz Truss akan Tampil Perdana di PBB

Perang di Ukraina akan menjadi pesan utama Liz Truss ketika dia membuat pidato debutnya di Sidang umum PBB.


RI Dukung PBB Awasi Pasokan Pangan dari Ukraina dan Rusia

7 hari lalu

RI Dukung PBB Awasi Pasokan Pangan dari Ukraina dan Rusia

Indonesia mendukung implementasi kesepakatan Black Sea Initiative (BSI) mengenai ekspor pangan dari Rusia dan Ukraina.


Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

7 hari lalu

Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

Helikopter militer Myanmar dilaporkan menembaki sebuah sekolah, akibatnya sedikitnya 7 anak tewas dan belasan lainnya terluka