Militer Myanmar Diduga Gunakan TikTok untuk Ancam Demonstran

Tentara Myanmar berjalan di sepanjang jalan selama protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, 28 Februari 2021. [REUTERS / Stringer]

TEMPO.CO, - Sejumlah orang diduga personel tentara dan polisi Myanmar menggunakan aplikasi TikTok untuk menyampaikan ancaman pembunuhan kepada para demonstran penentang kudeta. 

Kelompok hak digital Myanmar ICT for Development (MIDO) mengatakan telah menemukan lebih dari 800 video pro-militer yang mengancam pengunjuk rasa. “Ini hanya puncak gunung es,” kata direktur eksekutif MIDO Htaike Htaike Aung, dikutip dari Reuters, Kamis, 4 Maret 2021.

Seorang juru bicara tentara dan junta tidak menanggapi permintaan komentar.

Satu video dari akhir Februari ditinjau oleh Reuters menunjukkan seorang pria berseragam tentara mengarahkan senapan serbu ke kamera dan berbicara kepada pengunjuk rasa: "Saya akan menembak di wajah sialan Anda dan saya menggunakan peluru sungguhan."

"Saya akan berpatroli di seluruh kota malam ini dan saya akan menembak siapa pun yang saya lihat. Jika kamu ingin menjadi martir, saya akan memenuhi keinginanmu," ucap orang di video itu.

Reuters tidak dapat menghubunginya maupun pria berseragam lainnya yang muncul di video TikTok atau untuk memverifikasi bahwa mereka berada di angkatan bersenjata.

Pihak TikTok mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka memiliki pedoman komunitas yang tidak mengizinkan konten bermuatan kekerasan atau hoaks yang menyebabkan kerugian. "Terkait dengan Myanmar, kami telah dan terus segera menghapus semua konten yang memicu kekerasan atau menyebarkan informasi yang salah, dan secara agresif memantau untuk menghapus konten apa pun yang melanggar pedoman kami," katanya.

Reuters meninjau lebih dari selusin video di mana pria berseragam, terkadang mengacungkan senjata, mengancam akan melukai pengunjuk rasa yang menyerukan penghentian kudeta dan pembebasan pemimpin terpilih, Aung San Suu Kyi.

TikTok mengalami peningkatan unduhan di Myanmar terutama setelah militer melarang Facebook bulan lalu. Aplikasi ini masuk dalam 20 aplikasi yang paling banyak diunduh di Myanmar.

Baca juga: Diancam Sanksi Karena Kudeta, Junta Militer Myanmar: Kami Sudah Biasa

Sumber: REUTERS






Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

6 jam lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

9 jam lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

2 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Pengguna iPhone Terus Keluhkan Baterai Boros Sejak Pakai iOS 16

3 hari lalu

Pengguna iPhone Terus Keluhkan Baterai Boros Sejak Pakai iOS 16

Masalah baterai melemah setelah pembaruan perangkat lunak biasanya hanya sementara. Pada iOS 16 sudah bertahan 2 minggu.


Presiden Jokowi Unggah Sketsa Hari Tani Nasional, Netizen Gagal Fokus ke Gambar Intan Lembata

4 hari lalu

Presiden Jokowi Unggah Sketsa Hari Tani Nasional, Netizen Gagal Fokus ke Gambar Intan Lembata

Pada sketsa yang diunggah di akun media sosial resmi Presiden Jokowi, memperlihatkan aktivitas tak biasa di Hari Tani Nasional.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

6 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

6 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

6 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Mengenal Intan Lembata Bunting, Pencetus Lagu Rehan yang Viral

6 hari lalu

Mengenal Intan Lembata Bunting, Pencetus Lagu Rehan yang Viral

Intan Lembata Bunting mendadak viral setelah menyanyikan lagu Begitu Sulit Lupakan Rehan yang terinspirasi dari lagu dari The Junas.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

6 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022