Ribuan Dosis Vaksin Covid-19 Palsu Ditemukan di Afsel dan Cina

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kesehatan menerima vaksin Coronavac Sinovac Biotech pada hari pertama vaksinasi Covid-19 Filipina, di Lung Center of the Philippines, Quezon City, Metro Manila, 1 Maret 2021. [REUTERS / Eloisa Lopez]

    Seorang petugas kesehatan menerima vaksin Coronavac Sinovac Biotech pada hari pertama vaksinasi Covid-19 Filipina, di Lung Center of the Philippines, Quezon City, Metro Manila, 1 Maret 2021. [REUTERS / Eloisa Lopez]

    TEMPO.CO, - Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol) mengatakan petugas keamanan di Cina dan Afrika Selatan telah menyita ribuan dosis vaksin Covid-19 palsu.

    Interpol menjelaskan 400 botol, setara dengan sekitar 2.400 dosis, berisi vaksin palsu ditemukan di sebuah gudang di Germiston di luar Johannesburg di Afrika Selatan. Petugas menemukan masker palsu dan menangkap tiga warga negara Cina dan seorang Warga negara Zambia.

    “Sejak Covid-19 mencapai pantai Afrika Selatan, pemerintah telah mengadopsi pendekatan penegakan hukum multi-disiplin yang terintegrasi,” kata Brigadir Vish Naidoo, juru bicara kepolisian nasional Afrika Selatan, dalam pernyataan tertulis Interpol, dikutip dari Aljazeera, Kamis, 4 Maret 2021.

    Di Cina, polisi berhasil mengidentifikasi jaringan yang menjual vaksin Covid-19 palsu dalam penyelidikan yang didukung oleh Interpol. Polisi menggerebek tempat produksi dan menangkap sekitar 80 tersangka serta menyita lebih dari 3 ribu vaksin palsu di tempat kejadian.

    “Pemerintah Cina sangat mementingkan keamanan vaksin. Polisi Cina sedang melakukan kampanye yang ditargetkan untuk mencegah dan menindak kejahatan yang terkait dengan vaksin," kata juru bicara Kementerian Keamanan Publik Cina.

    Interpol awal tahun ini mengeluarkan "Pemberitahuan Oranye" yang memperingatkan otoritas di seluruh dunia agar mewaspadai jaringan Kelompok kriminal terorganisir yang menargetkan vaksin Covid-19 baik secara fisik maupun online. "Sementara kami menyambut baik hasil ini, ini hanyalah puncak gunung es dalam hal kejahatan terkait vaksin COVID-19," ucap Sekretaris Jenderal Interpol Juergen Stock.

    “Tidak ada vaksin yang disetujui saat ini tersedia untuk dijual secara online. Vaksin Covid-19 apa pun yang diiklankan di situs web atau web gelap tidak akan sah, tidak akan diuji, dan mungkin berbahaya," kata pernyataan Interpol.

    Baca juga: Lansia di Hong Kong Meninggal Usai Vaksinasi Covid-19, Ini yang Terjadi

    Sumber: ALJAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.