Enam Buku Anak-anak Dari Dr. Seuss Tak Boleh Terbit Lagi Karena Rasis

The Grinch (dok. Universal Pictures)

TEMPO.CO, Jakarta - Dr. Seuss Enterprise, penerbit di balik koleksi buku anak-anak karya Dr. Seuss, menghentikan penerbitan enam buku kreator tokoh Grinch itu. Penyebabnya, keenam buku tersebut memuat gambar-gambar yang dirasa tidak pantas dan rasis.

Walaupun keenamnya adalah buku lama Dr. Seuss, yang memiliki nama asli Theodor Seuss Geisel, Enterprise merasa penerbitan tetap perlu dihentikan. Mereka tidak ingin citra Dr. Seuss rusak sekaligus untuk mendukung semangata keberagaaman.

"Keenam buku tersebut menampilkan sejumlah orang dalam gambaran yang tidak pantas dan benar-benar salah...Menghentikan penerbitan adalah wujud komitmen kami untuk memastikan katalog buku Dr. Seuss tetap ramah pada semua komunitas," ujar Dr. Seuss Enterprise dalam keterangan persnya, dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 3 Maret 2021.

Keenam buku yang akan dihentikan penerbitannya tersebut adalah And to Think That I Saw It on Mulberry Street; If I Ran the Zoo; McElligot’s Pool; On Beyond Zebra!; Scrambled Eggs Super; dan The Cat’s Quizzer.

Dr. Seuss Enterprise melanjutkan, penghentian penerbitan tersebut tidak dadakan sifatnya. Mereka menyatakan sudah membahasnya sejak tahun dan baru mencapai mufakat setelah berbulan-bulan diskusi serta riset.

Selama riset itu, kata Dr. Seuss Enterprise, mereka menemui sejumlah pembaca, akademisi, serta spesialis di Amerika untuk meminta masukan. Setelah menerima berbagai masukan, panel berisi pakar dibentuk untuk mengkaji seluruh isi buku Dr. Seuss.

Menurut laporan Al Jazeera, konten katalog Dr.Seuss sebenarnya sudah disorot beberapa tahun terakhir seiring dengan makin kuatnya semangat inklusif. Sejumlah organisasi anak-anak merasa beberapa buku Dr. Seuss memiliki pandangan usang terhadap komunitas tertentu baik komunitas kulit hitam maupun Asian.

Salah satu keluhan disuarakan oleh Asosiasi Edukasi Nasional Amerika. Mereka merasa buku Dr. Seuss, walaupun memiliki pesan moral bagus, memiliki konsep rasisme. Oleh karenanya, mereka mengimbau orang tua dan tenaga pendidik untuk memperluas jenis bacaan untuk anak-anak, jangan terjebak pada karya Dr. Seuss saja.

Dr. Seuss sendiri memang beberapa kali dipandang sebagai figur yang rasis. Di tahun 1920, saat masih menjadi pelajar di Darmouth College, ia menggambar seorang petinju kulit hitam sebagai gorila. Selain itu, ia juga menampilkan komunitas Yahudi sebagai kelompok mata duitan.

Di buku The Cat's Quizzer, yang dilarang terbit lagi, Dr Seuss menggambarkan karakter Asia dengan warna kuning terang dan berdiri dia atas gunung Fuji. Selain itu, karakter tersebut juga diperlihatkan menggunakan topi caping.

Baca juga: Warga New York Protes Serangan Rasisme terhadap Orang Asia-Amerika

ISTMAN MP | AL JAZEERA







Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

17 jam lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

20 jam lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

Luhut Binsar Panjaitan meminta Indonesia harus kompak menghadapi ancaman resesi global 2023.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

6 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


50 Tahun Korea Selatan-Indonesia: Solusi Sikapi Konflik AS-Cina di Indo-Pasifik

11 hari lalu

50 Tahun Korea Selatan-Indonesia: Solusi Sikapi Konflik AS-Cina di Indo-Pasifik

Hubungan Indonesia-Korea Selatan diprediksi kian erat di tengah ketegangan di kawasan Indo-Pasifik antara Amerika Serikat dan Cina.


Biden Ajak Perangi Rasisme dan Ekstremisme, Tuding Medsos Sebar Kebencian

12 hari lalu

Biden Ajak Perangi Rasisme dan Ekstremisme, Tuding Medsos Sebar Kebencian

Presiden Biden meminta orang Amerika lantang menentang rasisme dan ekstremisme, berharap Kongres hentikan medsos sebar kebencian


Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

15 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Rudal AS di Jet Tempur Ukraina, Akun TNI AD Diretas

16 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Rudal AS di Jet Tempur Ukraina, Akun TNI AD Diretas

Topik tentang video menunjukkan Ukraina memasang rudal Amerika ke jet-jet tempur Mig mereka menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Ketika Elizabeth 'Ngeprank' Turis AS yang Tak Tahu Ratu Inggris

19 hari lalu

Ketika Elizabeth 'Ngeprank' Turis AS yang Tak Tahu Ratu Inggris

Ratu Elizabeth pernah bertemu seorang turis Amerika Serikat yang tidak mengenalinya dan malah bertanya apakah pernah bertemu pemimpin Inggris itu.


Rumah Detensi Imigrasi untuk Pelanggar Asing

20 hari lalu

Rumah Detensi Imigrasi untuk Pelanggar Asing

Rumah Detensi Imigrasi Amerika Serikat dinilai menjadi praktik yang tidak adil dan tidak manusiawi dalam memenjarakan imigran


iPhone Kuasai Pasar Amerika Pertama Kali Sejak 2010

24 hari lalu

iPhone Kuasai Pasar Amerika Pertama Kali Sejak 2010

iPhone tidak melebihi jumlah ponsel Android sejak ponsel Android menyalip iPhone pada 2010.