Texas Longgarkan Pembatasan Sosial COVID-19, Akhiri Kewajiban Masker

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • President Joe Biden memegang masker saat berbicara di depan media tentang upaya menangani pandemi Covid-19 usai bertemu dengan Dewan Penasihat Transisi COVID-19 di Wilmington, Delaware, 9 November 2020. Usai terpilih Joe Biden mengumumkan pembentukan gugus tugas Covid-19 untuk menyusun cetak biru mengatasi pandemi. REUTERS/Jonathan Ernst

    President Joe Biden memegang masker saat berbicara di depan media tentang upaya menangani pandemi Covid-19 usai bertemu dengan Dewan Penasihat Transisi COVID-19 di Wilmington, Delaware, 9 November 2020. Usai terpilih Joe Biden mengumumkan pembentukan gugus tugas Covid-19 untuk menyusun cetak biru mengatasi pandemi. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Texas Greg Abbott mengambil langkah mengejutkan dengan mengakhiri kewajiban memakai masker di Texas. Hal itu bertentangan langsung dengan program COVID-19 Presiden Amerika Joe Biden yang meminta warga Amerika untuk tetap menggunakan masker selama 100 hari sejak ia dilantik pada Januari lalu.

    Selain mengakhiri kewajiban menggunakan masker, Abbott juga mengizinkan bisnis di Texas untuk kembali buka dengan kapasitas penuh. Hal itu, kata ia, berlaku per pekan depan dengan harapan bisa menggenjot kembali perekonomian di Texas.

    "Terlalu banyak perusahaan kecil yang pemiliknya kesulitan untuk membayar tagihan. (Pembatasan) ini harus segera berakhir. Inilah waktunya untuk kembali membuka Texas 100 persen," ujar Abbott pada Selasa kemarin, waktu setempat, 2 Maret 2021.

    Keputusan Abbott tidak hanya bertentangan langsung dengan perintah Joe Biden. Langkah ia mulai melonggarkan pembatasan sosial selega mungkin juga menjadikan Texas sebagai negara bagian Amerika paling agresif dalam menggenjot perekonomiannya lagi.

    Abbott pantas optimistis karena kondisi pandemi COVID-19 di Amerika konsisten membaik walaupun angka kasus, di atas kertas, tetap terlihat tinggi. Menurut data dari Worldometer, angka kasus harian di Amerika telah turun ke angka 56.890 kasus per hari dari yang sebelumnya sempat 308 ribu per hari di awal Januari.

    Petugas medis menunjukan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech COVID-19. Badan Obat Norwegia (NMA) mengatakan hasil otopsi terhadap 13 jenazah menunjukkan bahwa efek samping umum vaksin covid-19 REUTERS/Andreas Gebert

    Penurunan tersebut tidak lepas dari gencarnya vaksinasi COVID-19 di Amerika. Sejak Joe Biden menjadi Presiden Amerika ke-46, ia mengambil sejumlah keputusan strategis untuk memperbaiki penanganan pandemi COVID-19. Salah satunya berkaitan dengan digencarkannya vaksinasi.

    Per berita ini ditulis, rata-rata vaksinasi di Amerika adalah 1,94 juta suntikan per hari. Angka itu sudah lebih tinggi dibanding target yang dipasang Joe Biden, 1,5 juta suntikan per hari.

    Untuk total vaksinasi, Joe Biden memasang target 100 juta dosis vaksin COVID-19 telah disuntikkan pada hari ke-100 ia memimpin, 30 April 2021. Sekarang, di Amerika, dari 102 juta dosis vaksin yang telah didistribusikan, 78 juta di antaranya telah disuntikkan oleh petugas medis ke warga Amerika.

    Khusus Texas, baru 13 persen warganya yang telah menerima vaksin COVID-19. Dari 8,2 juta vaksin yang telah didistribusikan, baru 5,9 juta dosis yang telah disuntikkan petugas medis. Angka itu masih jauh dari ideal mengingat total populasi Texas adalah 29 juta orang.

    Baca juga: Parlemen Sahkan Stimulus COVID-19 Rp26 Ribu Triliun Rancangan Joe Biden

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.