Tekan Oposisi, Sistem Elektoral Hong Kong Akan Dibuat Pro Patriot Cina

Para pengunjuk rasa pro-demokrasi meniru salam tiga jari dari film "The Hunger Games", saat unjuk rasa di distrik perbelanjaan Mong Kok di Hong Kong, 27 November 2014. Salam ini juga digunakan para pendemo pro-demokrasi di Hong Kong. REUTERS/Bobby Yip

TEMPO.CO, jakarta - Parlemen Cina dikabarkan akan mengumumkan sistem elektoral baru untuk Hong Kong pada pekan ini. Dikutip dari kantor berita Reuters, sistem elektoral yang baru akan semakin memanaskan situasi politik di Hong Kong karena akan membatasi secara ketat siapa yang bisa mengisi pos pemerintahan dan tidak.

"Perubahan ini akan menggoncang kepentingan politik lokal," ujar salah seorang sumber di pemerintahan, Selasa, 2 Maret 2021.

Jika tidak ada halangan, Parlemen Cina akan mengumumkan perubahan itu di acara Kongres Nasional Rakyat yang berlangsung pada Jumat nanti. Selama ini, acara tahunan itu selalu digunakan oleh Parlemen Cina untuk mengesahkan kebijakan-kebijakan yang pro mereka, termasuk UU Keamanan Nasional Hong Kong.

Pejabat senior Cina, Xia Baolong, pekan lalu sudah melempar sinyal kira-kira seperti apa sistem elektoral yang baru. Ia berkata, hanya mereka yang "Patriot" yang bisa mengisi pos/ lembaga pemerintahan di Hong Kong.

"Patriot" adalah istilah yang selama ini digunakan Cina untuk menggambarkan mereka yang loyal terhadap pemerintahan. Dengan mengatakan hanya "Patriot" yang bisa mengisi pos pemerintahan di Hong Kong, maka bisa diprediksi Cina akan mengusir seluruh oposisi dari pos pemerintahan.

"Sistem elektoral di Hong Kong harus menyesuaikan dengan situasi di sana serta menutup pintu dari mereka yang Non-Patriot, agitator anti-Cina yang akan membawa kehancuran ke kota itu," ujar Xia Baolong, menyindir kelompok pro-demokrasi yang demonstrasinya kerap berujung kerusuhan.

Xia Baolong tidak menjelaskan secara spesifik bagaimana "Non-Patriot" akan disingkirkan. Sementara itu, seorang sumber di pemerintahan mengatakan perubahan sistem elektoral akan meliputi sistem pemilihan legislatif itu sendiri dan komposisi panitia penyelenggara pemilu.

Pengunjuk rasa anti UU Keamanan Nasional Hong Kong berdemo pada hari peringatan penyerahan Hong Kong dari Inggris ke Cina, 1 Juli 2020. Ketika ribuan demonstran berkumpul di pusat kota untuk berdemonstrasi tahunan yang menandai hari peringatan penyerahan bekas jajahan Inggris ke Cina di 1997, polisi anti huru hara menggunakan semprotan merica untuk melakukan penangkapan, sementara toko-toko dan satu stasiun metro tutup. [REUTERS / Tyrone Siu]

Kelompok oposisi dengan cepat menyatakan akan menolak rencana tersebut jika terealisasi. Menurut mereka, hal itu akan menghancurkan segala harapan demokrasi di Hong Kong.

"Konsep yang disampaikan Xia Baolong pada dasarnya adalah Partai Komunis akan menguasai Hong Kong dan hanya loyalisnya yang akan memiliki posisi di pemerintahan. Jadi, bukan lagi rakyat yang memilih pemerintahan," ujar mantan anggota Parlemen Hong Kong, Lee Cheuk-yan.

Uniknya, beberapa figur pro-Beijing pun menganggap Cina agak kelewatan jika sampai mengubah sistem elektoral. Mereka khawatir apa yang dilakukan Pemerintah Cina pada akhirnya malah menghancurkan Hong Kong.

"Jangan bertindak terlalu jauh dan malah membunuh 'pasien' di sini. Kelompok oposisi sudah berhasil dinetralisir, jadi sebenarnya kita sudah bisa masuk dengan mulus," ujar politisi Pro-Beiojing, Shiu Sin-por, berbicara soal situasi Hong Kong.

Kantor perwakilan Cina di Hong Kong maupun Macau enggan mengomentari kabar yang beredar. Adapun Pemerintah Hong Kong, secara terpisah, menyatakan hal yang mereka harapkan adalah perbaikan sistem elektoral.

Baca juga: Kabur dari Tindakan Represif, Hampir 5.000 Warga Hong Kong Ajukan Visa Inggris

ISTMAN MP | REUTERS






Banyak Semut di Bumi Diperkirakan 20 Kuadriliun, Belum Terhitung yang di Pohon

22 jam lalu

Banyak Semut di Bumi Diperkirakan 20 Kuadriliun, Belum Terhitung yang di Pohon

Total biomassa semut di dunia 12 juta ton, lampaui burung dan mamalia liar digabung menjadi satu.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

22 jam lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

22 jam lalu

Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

Wings Group Indonesia menjelaskan Mie Sedaap diproduksi dengan menaati regulasi dari badan terkait untuk memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.


Mie Sedaap dari Indonesia Ditarik Hong Kong, Ditemukan Bahan Berbahaya Penyebab Kanker

1 hari lalu

Mie Sedaap dari Indonesia Ditarik Hong Kong, Ditemukan Bahan Berbahaya Penyebab Kanker

Hong Kong melarang peredaran Mie Sedaap asal Indonesia karena mengandung pestisida.


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

1 hari lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.


Xi Jinping Tampil Perdana di Hadapan Publik Usai Rumor Kudeta Merebak

1 hari lalu

Xi Jinping Tampil Perdana di Hadapan Publik Usai Rumor Kudeta Merebak

Presiden China Xi Jinping tampil di hadapan publik untuk pertama kali sejak kembali dari Asia tengah. Beredar rumor sebelumnya Xi Jinping dikudeta.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

2 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

3 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

3 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Top 3 Dunia: Foto Kuburan Ratu Elizabeth II, Rumor Xi Jinping Dikudeta

3 hari lalu

Top 3 Dunia: Foto Kuburan Ratu Elizabeth II, Rumor Xi Jinping Dikudeta

Berita Top 3 Dunia Ahad 25 September 2022 diawali oleh publikasi foto kuburan Ratu Rlizabeth II di kapel Kerajaan, Windsdor