WHO: Infeksi COVID-19 Meningkat Untuk Pertama Kalinya Dalam Tujuh Pekan

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers yang diselenggarakan oleh Asosiasi Koresponden Persatuan Bangsa-Bangsa Jenewa (ACANU) di tengah wabah Covid-19, yang disebabkan oleh virus corona baru, di markas besar WHO di Jenewa Swiss 3 Juli, 2020. [Fabrice Coffrini / Pool melalui REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengungkapkan bahwa angka penularan COVID-19 secara global kembali meningkat. Menanggapi hal itu, WHO memperingatkan kembali agar negara-negara yang hendak melakukan pelonggaran untuk tidak lengah karena pandemi COVID-19 masih berbahaya.

"Kami harus memperingatkan lagi bahwa virus ini bisa kembali muncul jika kita membiarkannya. Kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi," ujar Kepala Teknis WHO, Maria Van Kerkhove, dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 2 Maret 2021.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia berkata, kenaikan kasus tersebut sungguh mengecewakan, namun ia sudah memprediksinya bakal terjadi.

Ghebreyesus mengimbau negara-negara yang hendak melakukan pelonggaran untuk menimbang lagi rencananya. Menurut dia, mengandalkan vaksinasi COVID-19 saja tidak cukup untuk mulai melonggarkan pembatasan sosial COVID-19.

Per berita ini ditulis, secara global tercatat ada 114 juta kasus dan 2,5 juta korban meninggal akibat COVID-19. Jumlah kasus harian, sejak pertengahan Februari, secara gradual meningkat lagi hingga nyaris setengah juta per hari pada akhir Februari 2021. 

"Jika negara hanya mengandalkan vaksin COVID-19, mereka membuat kesalahan. Pembatasan sosial dasar tetaplah fondasi terpenting untuk merespon pandemi COVID-19," ujar Ghebreyesus.

Selain mengumumkan kenaikan infeksi COVID-19, Ghebreyesus juga mengumumkan kelanjutan distribusi vaksin melalui program inisiatifnya, COVAX. Ia berkata, Ghana dan Pantai Gading menjadi negara pertama di dunia yang menerima vaksin COVID-19 via COVAX.

Ghebreyesus kembali mengajak negara-negara dengan suplai vaksin COVID-19 berlebih untuk menyumbangkannya via COVAX. Menurut data PBB, ada 100 lebih negara yang belum menerima dosis vaksin COVID-19 satupun.

"Sungguh menyedihkan bahwa beberapa negara masih memprioritaskan vaksinasi orang-orang yang lebih muda, dengan resiko gejala lebih ringan, dibanding membantu petugas medis dan lansia di negara," ujar Ghebreyesus.

Pakar Gawat Darurat WHO, Mike Ryan, menyebut penanganan pandemi COVID-19 sesungguhnya membaik sejak vaksinasi mulai dilakukan di berbagai negara. Namun, kata ia, masih terlalu cepat untuk mengatakan manusia sudah unggul terhadap virus COVID-19.

Baca juga: Indonesia Berpotensi Menerima Vaksin COVID-19 dari Inggris via COVAX

ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA







Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

4 jam lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Hari Jantung Sedunia: Masih Jadi Pembunuh Nomor 1 dan Tema di 2022

4 jam lalu

Hari Jantung Sedunia: Masih Jadi Pembunuh Nomor 1 dan Tema di 2022

Setiap tanggal 29 September diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia. Berikut ini kilas balik awal Hari Jantung Sedunia dan tema untuk 2022.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

7 jam lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

12 jam lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

1 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

1 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

2 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

3 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

3 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

3 hari lalu

Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.411 pada hari ini. Kasus terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta yaitu 580 orang.