Cina Bakal Kirim 400 Ribu Vaksin untuk Afghanistan

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah stan yang menampilkan kandidat vaksin virus corona dari China National Biotec Group (CNBG), sebuah unit dari raksasa farmasi milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), terlihat di Pameran Internasional Cina untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) 2020, di tengah penyebaran wabah Covid-19, di Beijing, Cina 4 September 2020. [REUTERS / Tingshu Wang]

    Sebuah stan yang menampilkan kandidat vaksin virus corona dari China National Biotec Group (CNBG), sebuah unit dari raksasa farmasi milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), terlihat di Pameran Internasional Cina untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) 2020, di tengah penyebaran wabah Covid-19, di Beijing, Cina 4 September 2020. [REUTERS / Tingshu Wang]

    TEMPO.CO, - Pemerintah Cina mengatakan akan mengirim 400 ribu vaksin Covid-19 Sinopharm ke Afghanistan.

    "Duta Besar Cina untuk Kabul mengatakan dalam pertemuan dengan pejabat kesehatan bahwa negaranya akan memberi Afghanistan 400 ribu dosis vaksin Covid-19," kata Ghulam Dastagir Nazari, kepala program imunisasi kementerian kesehatan, dikutip dari Reuters, Senin, 1 Maret 2021.

    "Vaksin Sinopharm yang diproduksi di Cina telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tetapi tidak jelas kapan akan dikirimkan," ucap Nazari.

    Sejauh ini, lebih dari 12 ribu petugas kesehatan telah menerima vaksin di 34 provinsi Afghanistan.

    Vaksinasi anggota pasukan keamanan juga telah dimulai, menurut pejabat lain, yang berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

    Pasukan pemerintah Afghanistan menghadapi serangan intensif, yang diduga dilakukan Taliban, sejak September, ketika kedua pihak memasuki pembicaraan damai yang ditengahi Amerika Serikat.

    Taliban sebagian besar telah membantah bertanggung jawab atas rentetan aksi kekerasan itu. Taliban justru menyatakan mendukung program vaksinasi.

    Afghanistan telah menerima 500 ribu dosis vaksin AstraZeneca dari India sehingga memungkinkan negara itu memulai program vaksinasi Selasa pekan lalu 

    Pejabat kesehatan Afghanistan mengatakan bahwa program COVAX internasional, yang bertujuan untuk meningkatkan akses ke vaksin Covid-19 untuk negara berkembang, akan menyediakan vaksin untuk mencakup 20 persen dari 38 juta penduduk negara itu.

    Baca juga: Amerika Desak Taliban Hentikan Kekerasan Jika Ingin Ada Penarikan Pasukan

    Sumber: REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.