RI Desak Junta Militer Hentikan Kekerasan Terhadap Demonstran Myanmar

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berbicara saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto di Jakarta, 16 Februari 2021. (Foto: Dok. Kemlu RI)

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia mengaku sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan di Myanmar setelah belasan orang tewas dalam demonstrasi Ahad.

Polisi menembaki pengunjuk rasa pada Ahad yang menewaskan 18 korban jiwa, menjadikannya sebagai hari paling berdarah sejak protes kudeta 1 Februari dimulai.

"Polisi dan pasukan militer telah menghadapi demonstrasi damai, menggunakan kekuatan yang mematikan dan menurut informasi yang dapat dipercaya yang diterima oleh Kantor Hak Asasi Manusia PBB, telah menyebabkan sedikitnya 18 orang tewas dan lebih dari 30 luka-luka," kata kantor HAM PBB, dikutip dari Reuters.

Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan duka cita dan belasungkawa kepada korban dan keluarganya.

"Indonesia menyerukan agar aparat keamanan tidak menggunakan kekerasan dan menahan diri guna menghindari lebih banyak korban jatuh serta mencegah situasi tidak semakin memburuk," tulis pernyataan Kemenlu RI pada Ahad.

Indonesia telah memimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam upaya menyelesaikan krisis di Myanmar, setelah tentara merebut kekuasaan dan menahan pemimpin pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi bersama sebagian besar pimpinan partainya.

RI sempat diprotes pengunjuk rasa penentang kudeta Myanmar setelah laporan Reuters yang menyebut RI menggagas rencana aksi ASEAN untuk memastikan junta militer menggelar pemilu yang adil. Rakyat Myanmar telah menolak rencana pemilu baru dan ingin hasil pemilu 8 November dihormati.

Baca juga: Dukung Rakyat Myanmar, Aktivis Indonesia Gelar Aksi Pukul Panci

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, membantah kabar tersebut dan mengeaskan Indonesia tidak membuat keputusan seperti itu. "Sejauh ini belum ada perubahan sikap dari Indonesia soal situasi Myanmar," kata Kemenlu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan pada Rabu telah mengadakan pembicaraan intensif dengan militer Myanmar dan perwakilan dari pemerintah terpilih Myanmar yang dikudeta.

REUTERS | KEMLU RI






Gandeng Kemenlu, KPPU Akan Panggil Google dari California dan Singapura Soal Dugaan Monopoli

5 jam lalu

Gandeng Kemenlu, KPPU Akan Panggil Google dari California dan Singapura Soal Dugaan Monopoli

KPPU akan melayangkan surat pemanggilan ke kantor pusat Google di California dan Google Asia Pasifik di Singapura.


Nur Hassan Wirajuda Sarankan Strategi Baru dalam Selesaikan Krisis Myanmar

2 hari lalu

Nur Hassan Wirajuda Sarankan Strategi Baru dalam Selesaikan Krisis Myanmar

Mantan Menteri Luar Negeri RI Nur Hassan Wirajuda menyarankan Indonesia untuk meninjau ulang pendekatan dalam menyelesaikan masalah Myanmar.


Laut Cina Selatan Rawan Konflik, Retno Marsudi: Butuh Paradigma Damai

2 hari lalu

Laut Cina Selatan Rawan Konflik, Retno Marsudi: Butuh Paradigma Damai

Retno Marsudi menyoroti ketegangan geopolitik yang meningkat di ranah maritim membuat penegakan Hukum Perjanjian Laut PBB atau UNCLOS jadi lebih menantang.


Menimang Kabinet Langsing Anwar Ibrahim

2 hari lalu

Menimang Kabinet Langsing Anwar Ibrahim

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim belum merampungkan kabinet rampingnya. Masalah yang akan dihadapi pemerintahnya sudah menumpuk.


BIMP-EAGA 2022, Building Block Integrasi Perekonomian ASEAN

4 hari lalu

BIMP-EAGA 2022, Building Block Integrasi Perekonomian ASEAN

Saat ini Kawasan East Asean Growth Area tengah menjalani proses pemulihan dan pembangunan kembali.


Retno Marsudi Berpeluang Jadi Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar

5 hari lalu

Retno Marsudi Berpeluang Jadi Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berpeluang menjadi utusan khusus ASEAN dalam menyelesaikan krisis di Myanmar.


Airlangga: Digitalisasi Ekonomi Buka Peluang Kewirausahaan

5 hari lalu

Airlangga: Digitalisasi Ekonomi Buka Peluang Kewirausahaan

Airlangga mengatakan digitalisasi ekonomi yang berlangsung masif telah membuka peluang kewirausahaan.


Retno Marsudi: Indonesia Ingin Membuat ASEAN Tetap Relevan

5 hari lalu

Retno Marsudi: Indonesia Ingin Membuat ASEAN Tetap Relevan

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berharap lancarnya gelaran G20 di Bali dapat menular ke keketuaan ASEAN Indonesia di 2023.


Konsumsi Listrik RI 1.169 kWh per Kapita, ESDM: Tertinggal Dibanding Negara Tetangga

5 hari lalu

Konsumsi Listrik RI 1.169 kWh per Kapita, ESDM: Tertinggal Dibanding Negara Tetangga

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari menilai konsumsi listrik di Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga.


BIMP-EAGA 2022, Gali Potensi Tangkap Peluang di Kota Khatulistiwa

5 hari lalu

BIMP-EAGA 2022, Gali Potensi Tangkap Peluang di Kota Khatulistiwa

Keberadaan pelabuhan terminal Kijing akan menghidupkan pergerakan ekonomi dari sisi barat Kalimantan dan di sekitar wilayahnya.