Joe Biden Dikritik karena Tidak Hukum MBS Terkait Pembunuhan Jamal Khashoggi

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pernyataan resmi tentang situasi politik di Myanmar di Gedung Putih di Washington, AS, 10 Februari 2021. [REUTERS / Carlos Barria]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joe Biden pada Sabtu mengatakan pemerintahannya akan membuat pengumuman di Arab Saudi pada hari Senin, menyusul laporan intelijen AS yang menemukan Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah menyetujui pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Pemerintahan Biden telah menghadapi beberapa kritik, terutama editorial di Washington Post, bahwa presiden seharusnya lebih keras kepada putra mahkota, yang tidak diberi sanksi meskipun disalahkan karena menyetujui pembunuhan Khashoggi.

Ditanya tentang menghukum putra mahkota, penguasa de facto Arab Saudi, yang juga dikenal sebagai MBS, Biden berkata: "Akan ada pengumuman pada hari Senin tentang apa yang akan kami lakukan dengan Arab Saudi secara umum."

Biden tidak memberikan rincian, tetapi seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan tidak ada langkah signifikan baru yang diharapkan.

"Pemerintah mengambil berbagai tindakan baru pada hari Jumat. Presiden mengacu pada fakta bahwa pada hari Senin, Departemen Luar Negeri akan memberikan rincian lebih lanjut dan menguraikan pengumuman tersebut, bukan pengumuman baru," kata pejabat itu, dikutip dari Reuters, 28 Februari 2021.

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Sumber: Hamad I Mohammed/Reuters/Aljazeera

Pilihan untuk tidak menghukum Pangeran Mohammed bin Salman secara langsung menunjukkan kesulitan pemerintahan Biden untuk memutuskan hubungan dengan sekutu penting di wilayah yang bergejolak.

Laporan dari direktur intelijen nasional mengatakan Mohammed bin Salman secara langsung menyetujui pembunuhan Khashoggi. Tetapi ketika Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengumumkan pembatasan visa kepada 76 warga Saudi yang terlibat dalam penindasan aktivis dan jurnalis, dia tidak mengumumkan tindakan apa pun terhadap MBS. Ketika daftar sanksi dari Departemen Keuangan AS menyebutkan mantan wakil kepala intelijen dan pasukan intervensi cepat Pengawal Kerajaan Saudi, putra mahkota tetap tidak disebutkan.

Dikutip dari CNN, dua pejabat pemerintah mengatakan memberi sanksi pada MBS tidak pernah benar-benar menjadi pilihan. Pejabat itu mengatakan keputusan semacam itu dapat membahayakan kepentingan militer AS di Arab Saudi.
Akibatnya, pemerintah Joe Biden bahkan tidak meminta Departemen Luar Negeri untuk menargetkan MBS dengan sanksi, kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri.

Pendemo memegang poster dengan gambar wartawan Saudi, Jamal Khashoggi di luar konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 25 Oktober 2018. REUTERS

Jamal Khashoggi, seorang penduduk AS yang menulis kolom opini untuk Washington Post yang mengkritik kebijakan MBS, dibunuh dan dimutilasi oleh tim pembunuh yang dikirim langsung dari Arab Saudi.

Regu pembunuh, yang merupakan lingkaran dekat pangeran Mohammed bin Salman, membunuh Khashoggi di konsulat Kerajaan Saudi di Istanbul pada Oktober 2018.

Baca juga: Orang Dekat Mohammed bin Salman yang Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Pemerintah Arab Saudi, yang telah membantah keterlibatan putra mahkota, pada hari Jumat mengeluarkan pernyataan yang menolak temuan laporan AS dan mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa pembunuhan Khashoggi adalah kejahatan keji oleh kelompok yang bertindak di luar perintah.

Di antara langkah-langkah hukuman yang diambil Amerika Serikat pada hari Jumat adalah penerapan larangan visa pada beberapa warga Arab Saudi, yang diyakini terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi dan sanksi terhadap orang lain, termasuk mantan wakil kepala intelijen, yang akan membekukan aset AS mereka dan melarang orang Amerika untuk bertransaksi dengan mereka.

REUTERS | CNN






Mohammed bin Salman Tak Bisa Dituntut untuk Kasus Jamal Khashoggi

1 hari lalu

Mohammed bin Salman Tak Bisa Dituntut untuk Kasus Jamal Khashoggi

Mohammed bin Salman punya kekebalan hukum setelah diangkat menjadi perdana menteri Kerajaan Arab Saudi.


Venezuela Bebaskan 7 Tahanan AS, Balasan untuk Pembebasan 2 Keponakan Istri Maduro

3 hari lalu

Venezuela Bebaskan 7 Tahanan AS, Balasan untuk Pembebasan 2 Keponakan Istri Maduro

Langkah ini merupakan imbalan atas pembebasan dua keponakan istri Presiden Venezuela Nicholas Maduro oleh AS


Mendag: Indonesia Akan Buka Hipermarket di Arab Saudi, Khusus Produk UMKM

3 hari lalu

Mendag: Indonesia Akan Buka Hipermarket di Arab Saudi, Khusus Produk UMKM

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah bersinergi dengan pelaku usaha untuk memperluas pemasaran produk-produk UMKM.


Indonesia - Arab Saudi Sepakati 4 Penerbangan Umroh dari Bandara Kertajati

4 hari lalu

Indonesia - Arab Saudi Sepakati 4 Penerbangan Umroh dari Bandara Kertajati

Budi Karya Sumadi mengatakan ditargetkan pada November 2022, Bandara Kertajati sudah mulai melayani penerbangan umroh.


Setelah Hancurkan Florida, Badai Ian Hantam Carolina Selatan

4 hari lalu

Setelah Hancurkan Florida, Badai Ian Hantam Carolina Selatan

Badai Ian menghantam Carolina Selatan, Amerika Serikat, setelah menghancurkan Florida.


Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

4 hari lalu

Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

Joe Biden menyebut pencaplokan sebagian Ukraina oleh Vladimir Putin merupakan tanda bahwa Presiden Rusia itu sedang dalam posisi sulit.


Putin Rayakan Pencaplokan Ukraina, Zelensky Ambil Jalur Cepat Masuk NATO

4 hari lalu

Putin Rayakan Pencaplokan Ukraina, Zelensky Ambil Jalur Cepat Masuk NATO

Putin merayakan pencaplokan wilayah Ukraina dengan pesta meriah di Moskow ketika pasukannya kesulitan di medan tempur.


Bursa AS Jeblok ke Level Terburuk Sejak Maret 2020, Apa Sebabnya?

4 hari lalu

Bursa AS Jeblok ke Level Terburuk Sejak Maret 2020, Apa Sebabnya?

Bursa saham Amerika Serikat atau Bursa AS jeblok pada akhir perdagangan Jumat, 30 September 2022.


Arab Saudi Investasi Rp576 T untuk Menjadi Pusat Game Global

4 hari lalu

Arab Saudi Investasi Rp576 T untuk Menjadi Pusat Game Global

Savvy Games Group milik Kerajaan Arab Saudi akan menginvestasikan Rp576 triliun sebagai untuk menjadikan kerajaan itu pusat game global.


Biden Ingatkan Badai Ian Bisa Jadi Sejarah Mematikan di Florida

5 hari lalu

Biden Ingatkan Badai Ian Bisa Jadi Sejarah Mematikan di Florida

Presiden AS Joe Biden memperingatkan ancaman badai Ian yang menerjang Florida.