Parlemen Sahkan Stimulus COVID-19 Rp26 Ribu Triliun Rancangan Joe Biden

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joe Biden bergabung dalam panggilan konferensi video dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dari Gedung Putih di Washington, AS 23 Februari 2021. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    Presiden Joe Biden bergabung dalam panggilan konferensi video dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dari Gedung Putih di Washington, AS 23 Februari 2021. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Joe Biden mendapatkan kemenangan legislatif pertamanya dengan disahkannya paket stimulus COVID-19 US$1,9 triliun (Rp26 ribu triliun) oleh Parlemen Amerika. Hal itu akan memberi ruang lega pada Joe Biden untuk mengambil kebijakan-kebijakan strategis demi meringankan beban warga sepanjang pandemi COVID-19.

    Dikutip dari kantor berita Reuters, paket stimulus itu menang dengan perolehan suara 219 melawan 212. Kemenangan itu terbantu oleh posisi Demokrat yang dominan di Parlemen Amerika. Pihak Demokrat berkata, paket stimulus itu dibutuhkan untuk membantu 500 ribu warga Amerika yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19.

    "Warga Amerika berhak untuk tahu bahwa Pemerintah Amerika selalu berada di pihak mereka," ujar Ketua Parlemen Amerika, Nancy Pelosi, Sabtu, 27 Februari 2021.

    Paket stimulus itu masih membutuhkan pengesahan dari Senat Amerika sebelum sepenuhnya cair. Adapun Demokrat, selaku mayoritas dan pendukung Biden, tengah mencari cara untuk bisa mengesahkannya tanpa dukungan dari Republikan. Posisi Demokrat dan Republikan berbeda tipis di Senat Amerika.

    Seorang tentara Angkatan Udara AS mendapat vaksin COVID-19 di Pangkalan Udara Osan di Pyeongtaek, Korea Selatan, 29 Desember 2020. Pasukan AS-Korea (USFK), yang mencakup sekitar 28.500 personel militer Amerika serta ribuan personel lain dan anggota keluarganya, memberikan dosis pertama kepada petugas kesehatan garis depan dan penanggap pertama di pasukan, kata seorang pejabat USFK. Staff Sgt. Betty R. Chevalier/U.S. Air Force/DVIDS/Handout via REUTERS

    Republikan, yang mendukung paket-paket stimulus berikutnya, menganggap rancangan Joe Biden terlalu berlebihan. Selain jaraknya relatif dekat dengan paket stimulus sebelumnya dan berpotensi menambah utang Amerika, rincian peruntukkannya juga tidak efektif. Republikan mengklaim hanya 9 persen dari total paket yang berkaitan langsung dengan COVID-19.

    "Ini namanya membuang-buang uang tanpa pertanggungjawaban yang jelas," ujar Kepala Republikan di Parlemen Amerika, Kevin McCarthy.

    Mengacu pada laporan Reuters, paket bantuan itu akan meliputi US$415 miliar (Rp 5.831 triliun) untuk respon COVID-19, US$1 triliun (Rp 14.046 triliun) untuk bantuan langsung rumah tangga, dan US$ 440miliar (Rp 6.180 triliun) untuk usaha kecil dan komunitas yang terpukul oleh pandemi.

    Cek pembayaran stimulus akan dikeluarkan sebesar US$1.400 (Rp 19,6 juta), atau di atas cek US$ 600 (Rp 8,4 juta) yang dikirimkan oleh undang-undang paket stimulus kongres terakhir. Asuransi pengangguran tambahan juga meningkat menjadi US$ 400 (Rp 5,6 juta) per minggu dari sebelumnya US$ 300 (Rp 4,2 juta) per minggu. Durasinya pun diperpanjang hingga September.

    Administrasi Joe Biden menargetkan paket stimulus cair pada Maret 2021. Pada periode itu, paket bantuan sebelumnya akan berakhir.

    Baca juga: Joe Biden Ungkap Paket Stimulus Corona Rp 26 Ribu Triliun, Berikut Rinciannya

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.