Parlemen Belanda Sebut Perlakuan Cina ke Uighur sebagai Genosida

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan pusat pendidikan keterampilan kejuruan untuk Muslim Uighur di Dabancheng, Xinjiang, Cina, 4 September 2018. Para aktivis HAM menilai tempat tersebut lebih mirip kamp konsentrasi zaman perang. REUTERS

    Bangunan pusat pendidikan keterampilan kejuruan untuk Muslim Uighur di Dabancheng, Xinjiang, Cina, 4 September 2018. Para aktivis HAM menilai tempat tersebut lebih mirip kamp konsentrasi zaman perang. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Parlemen Belanda pada Kamis mengeluarkan mosi tidak mengikat yang mengatakan perlakuan Cina terhadap etnis minoritas Uighur di Xinjiang sama dengan genosida, langkah pertama yang dilakukan oleh negara Eropa.

    Aktivis dan pakar hak asasi manusia mengatakan setidaknya satu juta Muslim ditahan di kamp-kamp di wilayah barat terpencil Xinjiang. Para aktivis dan beberapa politisi Barat menuduh Cina menggunakan penyiksaan, kerja paksa, dan sterilisasi terhadap tahanan.

    Cina menyangkal melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan mengatakan kamp-kampnya menyediakan pelatihan kejuruan dan dibutuhkan untuk melawan ekstremisme.

    "Sebuah genosida terhadap minoritas Uighur sedang terjadi di Cina," kata mosi parlemen Belanda, dikutip dari Reuters,26 Februari 2021.

    Kedutaan Besar Cina di Den Haag pada Kamis mengatakan setiap tuduhan genosida di Xinjiang adalah "kebohongan langsung" dan parlemen Belanda telah "dengan sengaja mencoreng Cina dan mencampuri urusan dalam negeri Cina."

    Sebelumnya Kanada mengeluarkan resolusi yang memberi label genosida atas perlakuan Cina terhadap Uighur awal pekan ini.

    Mosi Belanda mengatakan bahwa tindakan pemerintah Cina seperti "tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran" dan "memiliki kamp hukuman" berada di bawah Resolusi PBB 260, umumnya dikenal sebagai konvensi genosida.

    Partai VVD konservatif Perdana Menteri Mark Rutte menentang resolusi tersebut.

    Para peserta didik kamp pendidikan vokasi etnis Uighur di Kota Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang, Cina, mengikuti kelas Bahasa Mandarin, Jumat 3 Januari 2019. Kamp pendidikan tersebut disoroti PBB dan dunia Barat karena dianggap sebagai pola deradikalisasi yang melanggar HAM, namun Cina menyangkal karena para peserta didik diajari berbagai keterampilan. ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie

    Menteri Luar Negeri Stef Blok mengatakan pemerintah tidak mau menggunakan istilah genosida, karena situasinya belum diumumkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau pengadilan internasional.

    "Situasi Uighur sangat memprihatinkan," kata Blok mengatakan kepada wartawan setelah mosi itu disahkan. Dia mengatakan Belanda berharap untuk bekerja sama dengan negara lain mengenai masalah tersebut.

    Baca juga: Parlemen Kanada: Perlakuan Cina Pada Uighur Adalah Genosida

    Penyusun mosi tersebut, anggota parlemen Sjoerd Sjoerdsma dari kiri-tengah Partai D-66, telah secara terpisah mengusulkan untuk melobi Komite Olimpiade Internasional untuk memindahkan Olimpiade Musim Dingin 2022 dari Beijing.

    "Mengakui kekejaman yang terjadi terhadap Uighur di Cina, yakni genosida, bisa mencegah dunia untuk melihat ke arah lain dan memaksa kita untuk bertindak," katanya Sjoerdsma.

    Dalam pernyataan di situs webnya, Kedutaan Besar Cina di Den Haag mengatakan populasi Uighur di Xinjiang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menikmati standar hidup yang lebih tinggi, dan harapan hidup yang lebih lama.

    "Bagaimana Anda bisa menyebut ini sebagai genosida?" kata Kedubes Cina. "Masalah terkait Xingjiang tidak pernah tentang hak asasi manusia, etnis atau agama, tetapi tentang memerangi terorisme kekerasan dan suksesi."

    Pada Rabu Duta Besar Cina untuk PBB di Jenewa menuduh negara Barat menggunakan masalah Uighur untuk mencampuri urusan dalam negeri negaranya.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.