Indonesia Berpotensi Menerima Vaksin COVID-19 dari Inggris via COVAX

Presiden Joko Widodo menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara untuk Indonesia Owen John Jenkins di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 7 Agustus 2019. Presiden menerima surat kepercayaan dari 12 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Indonesia, diantaranya dari Turki, Selandia Baru, Kroasia, Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara dan Malaysia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris memastikan akan mendukung kampanye pemerataan vaksinasi COVID-19 di dunia. Dikutip dari siaran pers Kedubes Inggris di Indonesia, mereka akan melakukannya dengan menyumbangkan £548 juta ke COVAX, lembaga PBB untuk akses global ke vaksin. Selain itu, Inggris juga akan memberikan kelebihan suplai vaksin COVID-19 mereka ke COVAX.

Mengingat COVAX menyasar negara-negara berkembang untuk pemerataan vaksinasi COVID-19, Indonesia berpotensi menjadi salah satu penerima bantuan dari Inggris juga. Hal itu dipastikan oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins.

"Indonesia adalah satu dari 92 negara yang dapat memperoleh vaksin melalui COVAX dan karena itu sangat memungkinkan menjadi salah satu negara yang dapat diuntungkan oleh kebijakan sumbangan ini," ujar Jenkins, Kamis, 25 Februari 2021.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui apakah Indonesia bakal meminta bantuan ke COVAX untuk mendapat bantuan suplai vaksin COVID-19. Saat ini, vaksinasi COVID-19 masih berlangsung di Indonesia dan pemerintah mengklaim suplai aman. Untuk kelompok tenaga kesehatan, hanya 7 persen lagi yang belum menerima suntikan vaksin COVID-19.

Jika Indonesia mendapat bantuan vaksin COVID-19 dari Inggris, maka produk yang akan didapat adalah garapan AstraZeneca, Pfizer, serta Moderna. Di Inggris, kurang lebih 18 juta warganya telah menerima salah satu dari produk vaksin itu.

Jenkins melanjutkan, Inggris ingin berperan besar dalam pemerataan vaksinasi COVID-19 di seluruh dunia. Menurutnya, jika pandemi COVID-19 ini ditangani dengan ego masing-masing, tanpa semangat kebersamaan, maka tidak akan usai.

"Saat ini kita memiliki kesempatan untuk memanfaatkan apa yang telah kita capai untuk masa depan...Harapan kami, melalui upaya ini kita akan lebih siap menghadapi pandemi di masa depan”, tutur Owen.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengeluhkan soal distribusi vaksin yang tersentralisir terhadap negara-negara kaya saja. Mereka berkata, lebih dari separuh suplai vaksin COVID-19 di dunia dikuasai 10 negara dan ada 130 negara yang belum menerima satu dosis vaksin pun pekan lalu.

Untuk mencegah hal itu kian parah, WHO mengimbau negara-negara produsen vaksin atau dengan kelebihan vaksin untuk menyumbangkannya via COVAX. Dengan begitu, WHO bisa memastikan negara-negara tertinggal yang darurat vaksin COVID-19 bisa segera ditolong. Sebagai contoh, hari ini, vaksin COVID-19 akhirnya tiba di Accra, Ghana.

Baca juga: Erick Thohir: Butuh 7,5 juta Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Mandiri

ISTMAN MP






Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

53 menit lalu

Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

Berikut ini adalah sejumlah negara yang telah menerapkan cukai minuman berpemanis.


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

4 jam lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Scotland Yard, Kepolisian yang Teruji Tangani Kasus Kriminal Gelap di Inggris

9 jam lalu

Scotland Yard, Kepolisian yang Teruji Tangani Kasus Kriminal Gelap di Inggris

Scotland Yard memiliki reputasi khusus dalam kasus-kasus kriminal gelap di Inggris. Bagaimana sepak terjangnya?


Krisis Inggris: Ekonomi Bergejolak setelah Liz Truss Memotong Pajak

18 jam lalu

Krisis Inggris: Ekonomi Bergejolak setelah Liz Truss Memotong Pajak

Kebijakan Liz Truss memotong pajak dinilai memicu krisis Inggris


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

20 jam lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Hari Jantung Sedunia: Masih Jadi Pembunuh Nomor 1 dan Tema di 2022

20 jam lalu

Hari Jantung Sedunia: Masih Jadi Pembunuh Nomor 1 dan Tema di 2022

Setiap tanggal 29 September diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia. Berikut ini kilas balik awal Hari Jantung Sedunia dan tema untuk 2022.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

23 jam lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

1 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Krisis Ekonomi Parah di Inggris, Anak Sekolah Pura-pura Makan dari Kotak Kosong

1 hari lalu

Krisis Ekonomi Parah di Inggris, Anak Sekolah Pura-pura Makan dari Kotak Kosong

Krisis ekonomi Inggris menyebabkan anak-anak kekurangan makan. Ada yang memakan karet karena lapar.


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

2 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.