Massa Pendukung dan Penentang Kudeta Myanmar Terlibat Bentrokan

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, - Massa pendukung dan penentang kudeta militer terlibat bentrok di jalan-jalan Yangon, Myanmar saat pihak berwenang menghalangi mahasiswa yang ingin berdemonstrasi meninggalkan kampus.

    "Kami para mahasiswa harus meruntuhkan kediktatoran. Sejak kudeta, hidup kami menjadi tanpa harapan, mimpi kami telah mati," kata Kaung Sat Wai, 25, di luar kampus universitas utama Yangon, dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 25 Februari 2021.

    Pada saat yang sama, sekitar seribu pendukung militer berkumpul untuk unjuk rasa di Yangon tengah.

    Beberapa dari mereka mengancam fotografer berita, kata seorang pekerja media. Bentrokan pun pecah antara demonstran pro dan anti-militer. Seorang fotografer dilaporkan mengalami luka.

    Seorang saksi mata mengatakan pendukung militer melemparkan batu dan menembakkan ketapel. Ada laporan penikaman namun belum terkonfirmasi.

    Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara merebut kekuasaan pada 1 Februari dan menahan pemimpin pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi dan sebagian besar pimpinan partainya. Militer beralasan pemilu yang dimenangkan partai Suu Kyi penuh kecurangan.

    Sejak itu unjuk rasa terus terjadi setiap hari di seluruh negeri. Ribuan massa dari berbagai kalangan turun ke jalan untuk memprotes kudeta militer dan meminta pemimpin terpilih Myanmar Aung San Suu Kyi dibebaskan.

    Baca juga: Gerilya Retno Marsudi Bantu Penyelesaian Konflik Myanmar

    Sumber: CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.