Thailand Akan Longgarkan Pembatasan untuk Pulihkan Sektor Pariwisata

Seorang anggota staf duduk di bawah papan informasi penerbangan kedatangan di Bandara Suvarnabhumi selama pandemi penyakit virus corona (COVID-19) di Bangkok, Thailand, 12 Oktober 2020. [REUTERS / Soe Zeya Tun]

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Thailand sedang mempersiapkan rencana untuk meringankan pembatasan bagi pelancong yang sudah divaksinasi virus corona, kata pejabat senior pada hari Rabu.

Rencana pelonggaran lockdown bertujuan untuk menghidupkan kembali industri pariwisata Thailand yang terpukul oleh pembatasan perjalanan.

Langkah-langkah untuk pengunjung yang divaksinasi akan diperkenalkan secara bertahap, termasuk mempersingkat karantina wajib untuk semua kedatangan dari dua minggu menjadi tiga hari bagi mereka yang sudah divaksinasi, atau meniadakan karantina sepenuhnya, kata Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) Yuthasak Supasorn.

"Kami harus cepat karena kami ingin mulai menyambut wisatawan pada kuartal ketiga," katanya dikutip dari Reuters, 25 Februari 2021.

TAT berencana mulai menjual paket wisata setelah April.

Kementerian pariwisata juga telah meminta 100.000 dosis vaksin Covid-19 untuk pekerja pariwisata di Chon Buri, Krabi, Phang Nga, Chiang Mai dan Phuket.

Lima provinsi mulai bulan depan akan menyelenggarakan program "karantina area hotel" yang menawarkan 5.000 hingga 6.000 kamar, di mana pengunjung dapat berpindah-pindah di dalam halaman hotel alih-alih terkurung di kamar mereka, menurut Menteri Pariwisata Thailand Phiphat Ratchakitprakarn.

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha dan Menteri Kesehatan Masyarakat Anutin Charnvirakul bertepuk tangan di samping sebuah kontainer saat mereka menghadiri acara kedatangan pesawat dengan pengiriman 200.000 dosis vaksin Sinovac buatan Cina untuk melawan Covid-19 di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok , Thailand, 24 Februari 2021. [REUTERS / Athit Perawongmetha]

Peluncuran vaksin virus corona global telah memberikan harapan bagi industri yang dilanda pandemi, yang merupakan sekitar 11% dari ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara.

Pada 2019, Thailand menerima sekitar 40 juta turis asing, yang membelanjakan sekitar 1,91 triliun baht (Rp 891,3 triliun).

Angka itu dibandingkan dengan hanya 6,7 juta pengunjung tahun lalu dan pendapatan 332 miliar baht (Rp 155,7 triliun), sebagian besar karena batasan ketat Thailand pada penerbangan komersial internasional dan pengunjung.

Baca juga: Prayut Chan-o-cha Ajukan Diri Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Sinovac

Sejak Oktober Thailand telah mengizinkan sejumlah wisatawan untuk kembali dengan visa panjang, termasuk kelompok dari Korea Selatan untuk program "karantina golf" yang baru diluncurkan.

"Tahun ini, kami mengharapkan sekitar lima juta pengunjung, tetapi tahun depan seharusnya melonjak karena vaksin itu akan membantu, mungkin 15 juta," kata Phiphat kepada televisi pemerintah.

Kedatangan pelancong bisa mencapai 30 juta pada 2023 dan kembali ke tingkat pra-pandemi setahun setelahnya, katanya.

Thailand pada hari Rabu menerima 200.000 dosis vaksin Covid-19 pertama buatan Sinovac China.

REUTERS






Jokowi Sebut Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Naik Dua Kali Lipat

25 menit lalu

Jokowi Sebut Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Naik Dua Kali Lipat

Jokowi mengklaim jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Indonesia pada tahun 2022 meningkat hingga dua kali lipat jika dibandingkan tahun 2021


Desa Wisata di Lereng Merapi Yogyakarta Jadi Pusat Peringatan World Tourism Day 2022

4 jam lalu

Desa Wisata di Lereng Merapi Yogyakarta Jadi Pusat Peringatan World Tourism Day 2022

World Tourism Day 2022 akan mendiskusikan tentang tema 'Rethinking Tourism' atau penataan ulang terhadap pariwisata berkelanjutan.


Australia Hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20

17 jam lalu

Australia Hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20

Tim Ayres, Asisten Menteri Manufaktur dan Perdagangan Australia, menjadi delegasi yang hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata G20.


Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

1 hari lalu

Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.411 pada hari ini. Kasus terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta yaitu 580 orang.


AirAsia Buka Penerbangan Padang-Kuala Lumpur per 1 Oktober, Simak Jadwalnya

2 hari lalu

AirAsia Buka Penerbangan Padang-Kuala Lumpur per 1 Oktober, Simak Jadwalnya

Station Manager AirAsia Budi Pebrianto mengatakan jadwal penerbangan internasional AirAsia rute Kuala Lumpur - Padang - Kuala Lumpur periode Summer 20


Pemprov DKI Promosikan Industri MICE di IT&CM Asia 2022 di Thailand

3 hari lalu

Pemprov DKI Promosikan Industri MICE di IT&CM Asia 2022 di Thailand

Dinas Parekraf DKI Jakarta ikut ajang Incentive Travel & Conventions, Meetings Asia 2022 di Thailand untuk mempromosikan industri MICE


UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

3 hari lalu

UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

UNWTO mencatat pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.


Kenali 11 Mata Uang Negara ASEAN sebelum Berwisata ke Asia Tenggara, Berapa Kurs Rupiahnya?

3 hari lalu

Kenali 11 Mata Uang Negara ASEAN sebelum Berwisata ke Asia Tenggara, Berapa Kurs Rupiahnya?

Sebelum leancong ke nagara Asia Tenggara, ketahui dulu 11 mata uang negara ASEAN berikut kurs mata uang dengan rupiah saat ini.


Tarik Wisatawan Mancanegara, Gubernur Kepri Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

3 hari lalu

Tarik Wisatawan Mancanegara, Gubernur Kepri Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

Kunjungan wisatawan mancanegara mulai membaik di Kepulauan Riau, terutama Batam.


Tarif Transportasi Laut di Kepri Melonjak Akibat BBM Naik, Pengamat: Tren Wisata Berubah

4 hari lalu

Tarif Transportasi Laut di Kepri Melonjak Akibat BBM Naik, Pengamat: Tren Wisata Berubah

Di Kepulauan Riau, angkutan transportasi sudah mengalami kenaikan harga akibat BBM naik mulai Selasa, 6 September lalu.