Rencana Pelonggaran Lockdown COVID-19 di Inggris Dianggap Lamban

Seorang pria memegang tanda dari jendela Radisson Blu Hotel di Bandara Heathrow, saat Inggris memperkenalkan program karantina di hotel untuk kedatangan dari "daftar merah" di 30 negara, di tengah wabah Covid-19 di London, Inggris, 16 Februari 2021. REUTERS/Hannah McKay

TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua pihak di Inggris sepakat dengan rencana pelonggaran lockdown COVID-19 empat tahap yang disusun PM Boris Johnson. Walau tidak sedikit yang menerimanya, beberapa menganggap rencana Johnson terlalu lamban. Jadi, alih-alih menyelamatkan perekonomian Inggris, beberapa menganggap rencana Johnson bisa membuat Inggris kian terpuruk.

Salah satu kritik datang dari anggota parlemen dari partai konservatif, Steve Baker. Menurut Baker, rencana pelonggaran lockdown COVID-19 di Inggris tidak harus sampai empat tahap. Hal itu, kata Baker, mengacu pada perkembangan vaksinasi COVID-19 di Inggris serta dampak dari vaksin itu sendiri.

"Pengumuman pelonggaran ini bakal menjadi pukulan untuk bisnis penerbangan, pub, restoran, hotel, gym, seni, dan hiburan. Sepertinya, lagi-lagi mereka tidak mengacu pada data," ujar Baker, dikutip dari CNN, Selasa, 23 Februari 2021.

Apabila mengacu pada rencana pelonggaran empat tahap yang dibuat Johnson, lama pelonggaran akan mencapai 4-5 bulan. Hal itu mengacu pada estimasi Johnson bahwa satu tahapan akan memakan waktu 4-5 pekan jika protokol kesehatan dipatuhi dan pandemi COVID-19 mereda.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers virtual, setelah memimpin pertemuan COBRA, yang diadakan sebagai tanggapan atas peningkatan pembatasan perjalanan di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di 10 Downing Street, di London, Inggris, 21 Desember 2020. [Tolga Akmen / Pool via REUTERS]

Bisnis retail dan hiburan, seperti yang diungkapkan oleh Baker, baru akan buka pada tahap kedua (April) dan ketiga (Mei). Namun, karena Boris Johnson menyatakan durasi tiap tahapan ini dinamis sifatnya, menyesuaikan dengan situasi pandemi, maka bisnis-bisnis itu berpotensi menghadapi lockdown COVID-19 yang lebih lama lagi.

Anggapan Baker bahwa rencana Boris Johnson terlalu lamban dengan mengacu ke perkembangan vaksinasi tak sepenuhnya salah. Vaksinasi di Inggris berjalan cepat, bahkan lebih cepat dibanding perkiraan. Per Senin kemarin, Inggris telah memberikan dosis pertama vaksin COVID-19 pada 17,5 juta penduduk.

Menurut data penelitian Universitas Edinburgh dan Universitas Strathclyde, vaksinasis terbukti efektif melindungi warga dari gejala COVID-19. Empat pekan sejak warga Inggris menerima vaksin, angka kemungkinan dilarikan ke rumah sakit turun nyaris 100 persen (94 persen). Hal itu yang membuat Baker yakin Johnson seharusnya lebih agresif dalam melonggarkan lockdown COVID-19.

Kepala Tenaga Medis Inggris, Chris Witty, tidak sependapat dengan Baker. Menurutnya, ancaman wabah COVID-19 meledak lagi masih ada. Selama seluruh warga Inggris belum divaksinasi, maka ancaman wabah dianggap masih ada oleh Witty.

"Kita harus melihat isu ini untuk jangka panjang. Saya rasa COVID-19 bisa menjadi masalah lagi pada periode musim dingin berikutnya. Sama seperti tiap tahunnya ada orang yang meninggal karena flu atau pneumonia di Inggris," ujar Witty.

Baca juga: Inggris Melonggarkan Lockdown COVID-19, Ini Empat Tahapannya

ISTMAN MP | CNN






Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

2 jam lalu

Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

Inggris menyambut baik pernyataan penolakan Indonesia tentang referendum palsu Rusia dan pencaplokan secara ilegal wilayah kedaulatan Ukraina.


Inggris Janji Akan Terus Dukung Ukraina

5 jam lalu

Inggris Janji Akan Terus Dukung Ukraina

Inggris memiliki ketahanan strategis untuk mendukung Ukraina sampai perang dengan Rusia dimenangkan


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

11 jam lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


Wabah Sifilis Hantui Eropa, Bintang Film Dewasa Inggris Takut Syuting

1 hari lalu

Wabah Sifilis Hantui Eropa, Bintang Film Dewasa Inggris Takut Syuting

Eropa dihantui wabah sifilis sehingga membuat bintang film dewasa berhenti bekerja. Mereka menuntut dibentuknya serikat pekerja bintang film panas. .


Raja Charles III Disebut Tak Akan Hadiri Pertemuan United Nations COP27

1 hari lalu

Raja Charles III Disebut Tak Akan Hadiri Pertemuan United Nations COP27

Sumber di Kerajaan Inggris menyebut Raja Charles III bakal absen dari United Nations COP27 summit, namun hal ini belum dikonfirmasi Kerajaan.


Hasil Piala Dunia Amputasi 2022: Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Inggris

1 hari lalu

Hasil Piala Dunia Amputasi 2022: Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Inggris

Timnas sepak bola amputasi Indonesia menelan kekalahan kedua di Piala Dunia Amputasi 2022.


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

2 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

2 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Mendagri Inggris Sebut Terlalu Banyak Pekerja Migran Keterampilan Rendah

2 hari lalu

Mendagri Inggris Sebut Terlalu Banyak Pekerja Migran Keterampilan Rendah

Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman mengatakan, negara itu memiliki terlalu banyak pekerja migran berketerampilan rendah


SUV Hybrid BMW XM Disalahkan Atas Masalah Ekonomi Inggris

2 hari lalu

SUV Hybrid BMW XM Disalahkan Atas Masalah Ekonomi Inggris

Pemerintah Inggris mengklaim ekonomi Inggris bukan disebabkan kebijakan keuangan. Tak jelas di mana kesalahan SUV BMW XM.