Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

10 Kelompok Etnis Bersenjata Bersatu Menolak Kediktatoran Militer Myanmar

image-gnews
Sejumlah pengunjuk rasa turun ke jalan saat memprotes aksi kudeta militer di Yangon, Myanmar, 19 Februari 2021. Militer Mynamar menuduh kemenangan partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) di Pemilu November 2020 curang. Suu Kyi juga ditangkap dengan dakwaan baru. REUTERS/Stringer
Sejumlah pengunjuk rasa turun ke jalan saat memprotes aksi kudeta militer di Yangon, Myanmar, 19 Februari 2021. Militer Mynamar menuduh kemenangan partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) di Pemilu November 2020 curang. Suu Kyi juga ditangkap dengan dakwaan baru. REUTERS/Stringer
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sepuluh kelompok etnis bersenjata Myanmar yang telah menandatangani Perjanjian Gencatan Senjata Nasional (NCA) pada Sabtu mengumumkan mereka tidak akan lagi bernegosiasi dengan pemerintah junta militer Myanmar dan akan mendukung upaya untuk menggulingkannya.

"Kami mendukung Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM) dan protes publik terhadap kudeta militer dan kediktatoran militer, dan kami akan mencari cara untuk mendukung gerakan dan protes ini," kata pernyataan bersama, dilaporkan Myanmar Now, 21 Februari 2021.

Mereka juga mengutuk tindakan keras terhadap pengunjuk rasa damai dan menuntut pembebasan tanpa syarat dari mereka yang ditahan sejak kudeta Myanmar 1 Februari.

"Masa depan tampaknya lebih sulit. Kita harus berdiri bersama dengan seluruh masyarakat," kata Letjen Yawd Serk, ketua Dewan Pemulihan Negara Bagian Shan, dalam pertemuan online antara kelompok bersenjata hari ini.

Kelompok bersenjata, yang juga termasuk Persatuan Nasional Karen dan Front Nasional Chin, akan bekerja sama dengan komunitas internasional dan kelompok aktivis di dalam dan di luar negeri untuk membantu mengakhiri kediktatoran, kata pernyataan itu.

Pengumuman tersebut mengikuti diskusi dua hari antara 10 kelompok. Delapan dari mereka menandatangani NCA di bawah pemerintahan Thein Sein dan dua lainnya ditandatangani di bawah pemerintahan Aung San Suu Kyi.

Demonstran memprotes kudeta militer di Yangon, Myanmar, 21 Februari 2021. [REUTERS / Stringer]

Pada Ahad massa dalam jumlah besar kembali berunjuk rasa setelah dua orang pengunjuk rasa tewas oleh tembakan polisi sehari sebelumya di Mandalay.

Puluhan ribu orang berkumpul dengan damai di kota kedua Mandalay, tempat pembunuhan hari Sabtu terjadi, kata saksi mata, Reuters melaporkan.

"Mereka membidik kepala warga sipil yang tidak bersenjata. Mereka membidik masa depan kami," kata seorang pengunjuk rasa muda kepada kerumunan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Klip video di media sosial menunjukkan anggota pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa dan saksi mengatakan mereka menemukan selongsong peluru tajam.

Pelapor Khusus PBB untuk Myanmar Tom Andrews mengatakan dia prihatin dengan kematian dia demonstran di Mandalay, salah satunya seorang remaja laki-laki.

Baca juga: Polisi Tangkap Aktor Setelah Bunuh Dua Demonstran Kudeta Myanmar

Juru bicara militer Zaw Min Tun belum mengomentari penembakan itu.

Dia mengatakan pada konferensi pers pada hari Selasa bahwa tindakan tentara berada dalam konstitusi dan didukung oleh kebanyakan orang, dan dia menyalahkan pengunjuk rasa karena memicu kekerasan.

Sebelumnya, seorang pengunjuk rasa perempuan muda bernama Mya Thwate Thwate Khaing, menjadi korban jiwa pertama di antara para demonstran pada hari Jumat. Dia ditembak di kepala pada 9 Februari di ibu kota Naypyitaw.

Ratusan orang Myanmar menghadiri pemakamannya pada hari Minggu.

Media militer Myanmar mengatakan peluru yang membunuhnya tidak berasal dari senjata yang digunakan oleh polisi dan pasti ditembakkan oleh "senjata luar".

MYANMAR NOW | REUTERS

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tiga Orang Tewas, Rumah Dibakar dalam Kekerasan Terbaru di Manipur

1 hari lalu

Orang-orang mengikuti unjuk rasa massal di Imphal yang didominasi Meitei, di tengah konflik dengan suku Kuki di negara bagian Manipur, India, 29 Juli 2023. REUTERS/Stringer
Tiga Orang Tewas, Rumah Dibakar dalam Kekerasan Terbaru di Manipur

Manipur bergolak lagi, kali ini tiga orang dari komunitas Meitei ditembak mati dan rumah-rumah milik anggota komunitas Kuki dibakar.


Diberi Grasi Junta Myanmar, Ini Profil Aung San Suu Kyi yang Sudah Berkonflik dengan Militer Sejak Dulu

3 hari lalu

Aung San Suu Kyi. REUTERS/Athit Perawongmetha
Diberi Grasi Junta Myanmar, Ini Profil Aung San Suu Kyi yang Sudah Berkonflik dengan Militer Sejak Dulu

Aung San Suu Kyi sudah lama berkonflik dengan militer Myanmar. Ia bahkan sudah pernah dijadikan tahanan rumah sebelumnya.


Sederet Fakta Junta Militer Myanmar Beri Grasi Aung San Suu Kyi, Bentuk Propaganda?

3 hari lalu

Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri sebuah acara yang menandai peringatan 69 tahun Hari Martir di Mausoleum Para Martir yang didedikasikan untuk para pahlawan kemerdekaan yang gugur di Yangon 19 Juli 2016. REUTERS/Soe Zeya Tun/File
Sederet Fakta Junta Militer Myanmar Beri Grasi Aung San Suu Kyi, Bentuk Propaganda?

Putra Aung San Suu Kyi menyebut pemberian grasi Junta Myanmar ke ibunya adalah bentuk propaganda agar terlihat lebih baik.


Putra Aung San Suu Kyi: Grasi Junta Myanmar Tak Berarti Apa-apa

3 hari lalu

Kim Aris, putra mantan pemimpin Myanmar yang ditahan Aung San Suu Kyi, berpose di kantor Reuters di London, Inggris, 2 Agustus 2023. REUTERS/Dylan Martinez
Putra Aung San Suu Kyi: Grasi Junta Myanmar Tak Berarti Apa-apa

Kim Aris, putra Aung San Suu Kyi, menyebut grasi yang diberikan oleh rezim militer kepada ibunya tidak berarti apa-apa.


Alasan Junta Militer Myanmar Tunda Pemilu, Begini Respons Indonesia dan AS

4 hari lalu

Urban Poor Consortium, LOCOA (Leaders And Organizers for Community Organizations on Asia) dan JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota), menggelar aksi di depan Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa 10 20 Juni 2023. Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pengungsian sedunia ke-109, dan guna untuk mengingat 2,7 juta pengungsi Myanmar yang sampai saat ini masih berkeliaran di hutan, sungai, dan perbatasan. FOTO/Magang-Andre Lasarus Benny
Alasan Junta Militer Myanmar Tunda Pemilu, Begini Respons Indonesia dan AS

Junta Militer Myanmar menunda pemilu pada Agustus tahun ini dan memilih memperpanjang status darurat negara selama enam bulan. Apa alasannya?


WNI Ambil Cuti Pulang ke Indonesia saat Kudeta Guncang Niger

5 hari lalu

Foto udara jalan-jalan di ibu kota Niamey, Niger 28 Juli 2023. REUTERS/Souleymane Ag Anara
WNI Ambil Cuti Pulang ke Indonesia saat Kudeta Guncang Niger

Kementerian Luar Negeri memastikan kondisi tiga warga negara Indonesia di Niger aman, di tengah kudeta militer terhadap pemerintah terpilih negara itu.


Myanmar Tunda Pemilu, Kemenlu RI: Pemulihan Demokrasi Kian Lambat

5 hari lalu

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menyampaikan pidatonya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2022. Pertemuan khusus Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) diadakan di Jakarta pada hari Kamis untuk membahas apa yang disebut 'konsensus' perdamaian lima poin yang disepakati dengan junta 18 bulan lalu, meskipun tidak ada perwakilan dari Myanmar yang hadir. REUTERS/Willy Kurniawan
Myanmar Tunda Pemilu, Kemenlu RI: Pemulihan Demokrasi Kian Lambat

Kementerian Luar Negeri RI menyebut bahwa proses perdamaian dan rekonsiliasi di Myanmar akan kian lambat usai pemilu ditunda.


Empat Menteri hingga Ketua Partai di Niger Ditangkap Junta

5 hari lalu

Jenderal Abdourahmane Tiani, yang diumumkan sebagai kepala negara baru Niger oleh para pemimpin kudeta, tiba untuk bertemu dengan para menteri di Niamey, Niger 28 Juli 2023. REUTERS/Balima Boureima
Empat Menteri hingga Ketua Partai di Niger Ditangkap Junta

Kudeta di Niger dilakukan oleh militer. Junta menahan para menteri setelah sebelumnya menggulingkan presiden Niger.


Junta Myanmar Tunda Pemilu yang Dijanjikan setelah Kudeta 2021

5 hari lalu

Pemimpin junta Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing, yang menggulingkan pemerintah terpilih dalam kudeta pada 1 Februari, memimpin parade militer pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, 27 Maret 2021. [REUTERS / Stringer]
Junta Myanmar Tunda Pemilu yang Dijanjikan setelah Kudeta 2021

Junta Myanmar secara resmi menunda pemilihan umum pada Agustus tahun ini dengan memperpanjang status darurat enam bulan lagi


Junta Niger Tuding Prancis Rencanakan Serangan untuk Bebaskan Presiden

6 hari lalu

Jenderal Abdourahmane Tiani, yang diumumkan sebagai kepala negara baru Niger oleh para pemimpin kudeta, tiba untuk bertemu dengan para menteri di Niamey, Niger 28 Juli 2023. REUTERS/Balima Boureima
Junta Niger Tuding Prancis Rencanakan Serangan untuk Bebaskan Presiden

Junta militer Niger menuding Prancis melakukan serangan untuk membebaskan presiden negara itu yang digulingkan lewat kudeta.