Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polisi dan Tentara Myanmar Dilaporkan Pukuli Penyandang Disabilitas

image-gnews
Sejumlah pengunjuk rasa turun ke jalan saat ikuti aksi protes kudeta militer di Yangon, Myanmar, 19 Februari 2021. Aksi demo telah terjadi di sejumlah kota Myanmar. Massa anti kudeta berhari-hari turun ke jalan meneriakkan
Sejumlah pengunjuk rasa turun ke jalan saat ikuti aksi protes kudeta militer di Yangon, Myanmar, 19 Februari 2021. Aksi demo telah terjadi di sejumlah kota Myanmar. Massa anti kudeta berhari-hari turun ke jalan meneriakkan "Ganyang Kediktatoran Militer" dan "Lepaskan Aung San Suu Kyi". REUTERS/Stringer
Iklan

TEMPO.CO, - Sejumlah personel polisi dan tentara di Myanmar dilaporkan memukuli seorang penyandang disabilitas saat membubarkan unjuk rasa di Mandalay pada Senin kemarin. Aksi mereka terekam dalam sebuah video dan disebar melalui media sosial

Korban yang bernama Ko Han Thet Zaw mengikuti protes bersama teman-temannya dengan menjadi relawan mengumpulkan sampah. Ia merupakan penyandang disabilitas fisik dan mental

Dalam video yang tersebar, tampak dia ditendang oleh seorang tentara hingga jatuh dan dipukuli beberapa petugas polisi. Pemuda berusia 21 tahun itu dipukul dua kali di wajah dan lima kali di bahu, menurut keluarganya.

Federasi Penyandang Disabilitas Myanmar dan organisasi masyarakat sipil lainnya mengecam tindakan ini. “Warga lain juga menjadi sasaran pemukulan. Tapi dia cacat fisik dan mental dan tidak bisa melarikan diri. Itu adalah intimidasi oleh polisi untuk memukuli orang seperti itu secara brutal,” kata U Aung Ko Myint, ketua federasi, dikutip dari Irrawaddy.com, Ahad, 21 Februari 2021.

Pihak keluarga menyesali aksi petugas keamanan terhadap Ko Han Thet Zaw ini. “Orang lain lari tapi dia tidak bisa. (Polisi) bilang jangan lari, dia hanya berputar-putar lalu dipukuli. Dia jatuh dan seorang tetangga melihatnya dan membawanya pulang," kata pamannya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Saya tidak menerima kekerasan secara anarkis. Saya mengutuk melakukan kekerasan kelompok seperti geng terhadap seseorang yang memiliki disabilitas mental," ucap dia.

Myanmar meratifikasi Konvensi PBB tentang Hak-hak Penyandang Disabilitas pada 2011 dan mengesahkan Undang-Undang tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas pada 2015. “Tidak peduli siapa yang menjabat dan mengambil kendali, mereka harus mematuhi konvensi. Itu melarang kekerasan terhadap orang-orang cacat fisik dan mental,” kata ketua U Myat Thu Win dari Shweminthar Foundation, yang membantu orang-orang cacat.

Pada hari Selasa, militer Myanmar juga menahan seorang anggota parlemen regional untuk Kotapraja Einme di Wilayah Ayeyarwady, yang memiliki disabilitas.

BACA JUGA: Lagi, Unjuk Rasa di Myanmar Memakan Korban Jiwa

Sumber: IRRAWADDY

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tiga Orang Tewas, Rumah Dibakar dalam Kekerasan Terbaru di Manipur

1 hari lalu

Orang-orang mengikuti unjuk rasa massal di Imphal yang didominasi Meitei, di tengah konflik dengan suku Kuki di negara bagian Manipur, India, 29 Juli 2023. REUTERS/Stringer
Tiga Orang Tewas, Rumah Dibakar dalam Kekerasan Terbaru di Manipur

Manipur bergolak lagi, kali ini tiga orang dari komunitas Meitei ditembak mati dan rumah-rumah milik anggota komunitas Kuki dibakar.


Pameran Lukisan Dwi Putro, Penyintas Skizofrenia di Galeri Orbital Dago tentang Merampok Kegilaan

2 hari lalu

Pameran tunggal lukisan karya Dwi Putro Mulyono Jati berjudul Merampok Kegilaan di Galeri Orbital Dago Bandung, 4-27 Agustus 2023. Foto: TEMPO | ANWAR SISWADI
Pameran Lukisan Dwi Putro, Penyintas Skizofrenia di Galeri Orbital Dago tentang Merampok Kegilaan

Pameran lukisan tunggal karya Dwi Putro, penyintas skizofrenia berlangsung 4-27 Agustus 2023 berjudul Merampok Kegilaan.


Diberi Grasi Junta Myanmar, Ini Profil Aung San Suu Kyi yang Sudah Berkonflik dengan Militer Sejak Dulu

3 hari lalu

Aung San Suu Kyi. REUTERS/Athit Perawongmetha
Diberi Grasi Junta Myanmar, Ini Profil Aung San Suu Kyi yang Sudah Berkonflik dengan Militer Sejak Dulu

Aung San Suu Kyi sudah lama berkonflik dengan militer Myanmar. Ia bahkan sudah pernah dijadikan tahanan rumah sebelumnya.


Sederet Fakta Junta Militer Myanmar Beri Grasi Aung San Suu Kyi, Bentuk Propaganda?

3 hari lalu

Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri sebuah acara yang menandai peringatan 69 tahun Hari Martir di Mausoleum Para Martir yang didedikasikan untuk para pahlawan kemerdekaan yang gugur di Yangon 19 Juli 2016. REUTERS/Soe Zeya Tun/File
Sederet Fakta Junta Militer Myanmar Beri Grasi Aung San Suu Kyi, Bentuk Propaganda?

Putra Aung San Suu Kyi menyebut pemberian grasi Junta Myanmar ke ibunya adalah bentuk propaganda agar terlihat lebih baik.


Putra Aung San Suu Kyi: Grasi Junta Myanmar Tak Berarti Apa-apa

3 hari lalu

Kim Aris, putra mantan pemimpin Myanmar yang ditahan Aung San Suu Kyi, berpose di kantor Reuters di London, Inggris, 2 Agustus 2023. REUTERS/Dylan Martinez
Putra Aung San Suu Kyi: Grasi Junta Myanmar Tak Berarti Apa-apa

Kim Aris, putra Aung San Suu Kyi, menyebut grasi yang diberikan oleh rezim militer kepada ibunya tidak berarti apa-apa.


Alasan Junta Militer Myanmar Tunda Pemilu, Begini Respons Indonesia dan AS

4 hari lalu

Urban Poor Consortium, LOCOA (Leaders And Organizers for Community Organizations on Asia) dan JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota), menggelar aksi di depan Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa 10 20 Juni 2023. Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pengungsian sedunia ke-109, dan guna untuk mengingat 2,7 juta pengungsi Myanmar yang sampai saat ini masih berkeliaran di hutan, sungai, dan perbatasan. FOTO/Magang-Andre Lasarus Benny
Alasan Junta Militer Myanmar Tunda Pemilu, Begini Respons Indonesia dan AS

Junta Militer Myanmar menunda pemilu pada Agustus tahun ini dan memilih memperpanjang status darurat negara selama enam bulan. Apa alasannya?


Kisah Yubita Perempuan Difabel, Kubur Mimpi Jadi Dokter hingga Diterima di UGM

5 hari lalu

Yubita Hida Aprilia. Dok. UGM
Kisah Yubita Perempuan Difabel, Kubur Mimpi Jadi Dokter hingga Diterima di UGM

Yubita Hida Aprilia, mahasiswa baru UGM yang diterima di Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya melalui jalur SNBT dengan skema pembayaran UKT 0 alias gratis.


Myanmar Tunda Pemilu, Kemenlu RI: Pemulihan Demokrasi Kian Lambat

5 hari lalu

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menyampaikan pidatonya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2022. Pertemuan khusus Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) diadakan di Jakarta pada hari Kamis untuk membahas apa yang disebut 'konsensus' perdamaian lima poin yang disepakati dengan junta 18 bulan lalu, meskipun tidak ada perwakilan dari Myanmar yang hadir. REUTERS/Willy Kurniawan
Myanmar Tunda Pemilu, Kemenlu RI: Pemulihan Demokrasi Kian Lambat

Kementerian Luar Negeri RI menyebut bahwa proses perdamaian dan rekonsiliasi di Myanmar akan kian lambat usai pemilu ditunda.


4 Kota Wisata Ramah Disabilitas dengan Akses Terbaik di Dunia

5 hari lalu

Stasiun di London yang ramah turis pengguna kursi roda. Stasiun menggunakan universal design, platform stasiun yang datar tanpa anak tangga dan sejajar dengan gerbong kereta agar dapat diakses pengguna kursi roda. (BBC Travel).
4 Kota Wisata Ramah Disabilitas dengan Akses Terbaik di Dunia

Universal design bagi kota - kota yang berfokus pada industri pariwisata menjadi salah satu faktor yang dapat dipertimbangkan.


Junta Myanmar Tunda Pemilu yang Dijanjikan setelah Kudeta 2021

5 hari lalu

Pemimpin junta Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing, yang menggulingkan pemerintah terpilih dalam kudeta pada 1 Februari, memimpin parade militer pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, 27 Maret 2021. [REUTERS / Stringer]
Junta Myanmar Tunda Pemilu yang Dijanjikan setelah Kudeta 2021

Junta Myanmar secara resmi menunda pemilihan umum pada Agustus tahun ini dengan memperpanjang status darurat enam bulan lagi