Pengadilan Moskow Menolak Banding Alexei Navalny

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat berada di pengadilan di Strasbourg, Perancis, 15 November 2018. Oposisi ini diketahui tengah jatuh sakit karena diduga diracun. REUTERS/Vincent Kessler

TEMPO.CO, Jakarta - Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny kalah dalam gugatan untuk memperjuangkan apa yang disebutnya keputusan bermuatan politik untuk memenjarakannya selama hampir tiga tahun. Namun putusan pengadilan untuk Navalny lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Pengadilan di Ibu Kota Moskow menolak banding yang diajukan Navalny. Sebaliknya, pengadilan memperpendek masa tahanan Navalny menjadi enam pekan, yang sebelumnya dituntut 3,5 tahun.

Akan tetapi, putusan itu juga mempertimbangkan jumlah masa tahanan rumah yang sudah dijalani Navalny, maka total keseluruhan Navalny sudah menghabiskan masa tahanan 2 tahun 8 bulan.      

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat mendengarkan pengumuman putusan pengadilan di Moskow, Rusia pada 2 Februari 2021. Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman mendesak Rusia segera membebaskan Navalny. Press Service of Simonovsky District Court/Handout via REUTERS

Sebelumnya pada Sabtu, 20 Februari 2021, pengacara Navalny mengatakan kliennya mungkin bisa menghabiskan sedikitnya lebih dari 2,5 tahun penjara.

“Mereka sudah mengurangi hukuman sampai 1,5 tahun. bagus!,” kata Navalny.

Navalny sebelumnya mengatakan pada hakim bahwa dia tidak bersalah atas tuduhan melanggar aturan pembebasan bersyarat seperti dituduhkan pengadilan sebelumnya.   

Navalny pulang ke Rusia dari Jerman pada akhir Januari lalu setelah dia sembuh dari upaya meracunnya ketika dia berada di Siberia, Agustus 2020. Navalny mengatakan dia tidak bisa wajib lapor ke lembaga pemasyarakat Moskow pada tahun lalu karena saat itu dia sedang menjalani proses pemulihan.

 “Saua tidak mau banyak pamer, namun satu dunia tahu dimana ketika itu saya berada. Segera setelah saya sehat, saya membeli tiket pesawat dan pulang,” kata Navalny kepada hakim.     

Sumber: Reuters






PBB: Aneksasi Rusia terhadap Wilayah Ukraina Pantas Dikutuk

43 menit lalu

PBB: Aneksasi Rusia terhadap Wilayah Ukraina Pantas Dikutuk

Menurut Sekjen PBB Antonio Guterres, referendum dilakukan di bawah pendudukan Rusia dan di luar kerangka hukum dan konstitusional Ukraina.


Rudal Rusia Serang Konvoi Mobil Warga Sipil Ukraina, 23 Tewas

48 menit lalu

Rudal Rusia Serang Konvoi Mobil Warga Sipil Ukraina, 23 Tewas

Sedikitnya 23 orang tewas dan 28 lainnya terluka dalam serangan rudal Rusia yang menghantam konvoi kendaraan sipil di kota Zaporizhzhia, Ukraina


Putin Caplok Ukraina, Zelensky Yakin Masih Bisa Dihentikan

1 jam lalu

Putin Caplok Ukraina, Zelensky Yakin Masih Bisa Dihentikan

Zelensky mengatakan, langkah Putin menganeksasi empat wilayah Ukraina harus dihentikan.


Drone Misterius Intai Instalasi Gas dan Minyak Denmark

1 jam lalu

Drone Misterius Intai Instalasi Gas dan Minyak Denmark

Sebelum Denmark, Norwegia juga melaporkan kemunculan drone misterius di dekat instalasi migas-nya


Rusia Tuding Nord Stream Bocor Akibat Terorisme Negara

4 jam lalu

Rusia Tuding Nord Stream Bocor Akibat Terorisme Negara

Pejabat Uni Eropa mengatakan bocornya pipa Nord Stream akan mengubah sifat perang Rusia Ukraina.


AS Dakwa Pasutri Dokter karena Bocorkan Data Kesehatan Militer ke Rusia

4 jam lalu

AS Dakwa Pasutri Dokter karena Bocorkan Data Kesehatan Militer ke Rusia

AS mendakwa pasutri dokter yang membocorkan data pasien militer ke Rusia


Lesti Kejora Diduga Alami KDRT, Ini Ancaman Hukuman Pelaku KDRT dalam KUHAP

5 jam lalu

Lesti Kejora Diduga Alami KDRT, Ini Ancaman Hukuman Pelaku KDRT dalam KUHAP

Lesti Kejora diuga mengalami KDRT dari Rizky Billar. Begini pasal tentang KDRT dalam KUHP beserta ancaman pidana dan dendanya.


Sah, Putin Terbitkan Dekrit Dua Wilayah Ukraina Resmi Gabung Rusia

5 jam lalu

Sah, Putin Terbitkan Dekrit Dua Wilayah Ukraina Resmi Gabung Rusia

Putin menerbitkan dekrit dua wilayah Ukraina resmi bergabung dengan Rusia setelah referendum di 4 wilayah.


Pertemuan Menteri Pertanian G20, FAO: Harga Makanan dan Pupuk Naik Jadi Pendorong Krisis Pangan

6 jam lalu

Pertemuan Menteri Pertanian G20, FAO: Harga Makanan dan Pupuk Naik Jadi Pendorong Krisis Pangan

Pada Pertemuan Menteri Pertanian G20, Dirjen FAO memperingatkan implikasi berbahaya krisis pangan dari melonjaknya harga makanan dan pupuk.


Putin Minta Warga Rusia Pulang, Akui Kesalahan Wajib Militer ke Ukraina

7 jam lalu

Putin Minta Warga Rusia Pulang, Akui Kesalahan Wajib Militer ke Ukraina

Ini adalah pernyataan pertama Putin soal wajib militer di Rusia ke Ukraina dan mengakui adanya kesalahan.