PM Australia Kontak Mark Zuckerberg soal Kisruh dengan Facebook

Perdana Menteri Australia Scott Morrison berbicara selama konferensi pers bersama yang diadakan dengan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern di Admiralty House di Sydney, Australia, 28 Februari 2020. [REUTERS / Loren Elliott / File Foto]

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, kembali menegaskan komitmennya terkait kisruh pembayaran royalti antara Facebook dan negaranya. Ia berkata, Australia tidak akan mudah tunduk terhadap Facebook meskipun perusahaan tersebut telah memblokir semua berita asal negeri Kangguru di platformnya. 

Morrison menjelaskan, dirinya pede melawan Facebook karena selain merasa benar, juga karena mendapat jaminan dukungan dari berbeagai negara. Beberapa di antaranya adalah Inggris, Kanada, Prancis, dan India. Walau begitu, Morrison tidak menutup kemungkinan bernegosiasi kembali dengan Facebook.

"Ada ketertarikan tinggi terhadap kondisi Australia saat ini," ujar Morrison, dikutip dari kantor berita Reuters, Jumat, 19 Februari 2021.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kisruh antara Facebook dan Australia bermula dari komitmen negeri kangguru tersebut untuk mengatur kembali cara kerja platform media sosial dan media konservatif. Salah satu yang hendak diubah Australia adalah nilai yang harus dibayar pemilik media sosial untuk bisa menggunakan konten dari media lokal.

Selama ini, platform media sosial relatif tidak harus membayar banyak untuk menggunakan konten-konten tersebut. Di sisi lain, mereka juga mendapatkan pemasukan iklan lebih besar dibanding media pada umumnya. Bagi Australia, hal tersebut tidak adil untuk perusahaan media dan harus diubah agar tidak terjadi ketimpangan. 

Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, pria asal Palo Alto, California, menepati urutan kelima orang terkaya di dunia 2018 versi Forbes dengan kisaran kekayaan 71 miliar Dollar AS. REUTERS

Australia kemudian mengeluarkan kebijakan baru bernama Media Bargaining Code. Aturan itu, pada dasarnya, memaksa media sosial untuk membayar konten perusahaan-perusahaan media Australia yang mereka gunakan. Facebook menolak hal tersebut dan mencoba mengancam balik dengan memblokir seluruh konten berita Australia dari Facebook.

Menteri Keuangan Australia, Josh Frydenberg, mengaku sudah berbicara dengan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, soal masalah ini, Kurang lebih percakapan sudah berlangsung selama dua kali. Namun, hingga berita ini ditulis, keduanya belum menemukan kata sepakat sehingga pemblokiran masih dilanjutkan.

"Kami membicarakan hal-hal yang dipermasalahkan Facebook soal Media Bargaining Code dan mereka setuju untuk mengintensifkan pembicaraan. Kami akan melakukan pembicaraan lagi pekan depan."

"Hal yang perlu diketahui Facebook, hal ini bukan hanya masalah 1-2 kerjasama komersiala saja. Ini masalah kedaulatan Australia juga," ujar Frydenberg menegaskan.

Baca juga: Komunitas Internasional Kecam Langkah Facebook Blokir Outlet Media di Australia

ISTMAN MP | REUTERS







10 Twibbon HUT TNI ke-77, Silakan Downdload dan Unggah Link Ini

5 jam lalu

10 Twibbon HUT TNI ke-77, Silakan Downdload dan Unggah Link Ini

Berikut adalah beberapa link twibbon HUT TNI ke-77, berikut cara mengunduh dan mengunggahnya.


Piala Dunia 2022: Profil Timnas Tunisia, Kuda Hitam di Grup D

1 hari lalu

Piala Dunia 2022: Profil Timnas Tunisia, Kuda Hitam di Grup D

Timnas Tunisia akan bersaing dengan Denmark, Prancis, dan Australia di Grup D Piala Dunia 2022.


Australia Selamatkan 16 Wanita dan 42 Anak-anak dari Kamp ISIS di Suriah

1 hari lalu

Australia Selamatkan 16 Wanita dan 42 Anak-anak dari Kamp ISIS di Suriah

Banyak wanita dan anak-anak warga negara Australia di kamp pengungsi ISIS di Suriah.


Bedah Fitur Call Links di WhatsApp: Kegunaan, Cara Kerja, dan Kelebihan

2 hari lalu

Bedah Fitur Call Links di WhatsApp: Kegunaan, Cara Kerja, dan Kelebihan

WhatsApp meluncurkan fitur terbaru mereka yang bernama "call links". Apa fitur tersebut?


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

4 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

5 hari lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Kembali Smart Voting?

5 hari lalu

Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Kembali Smart Voting?

Apple melanjutkan kebijakannya atas Rusia pascaperang yang terjadi di Ukraina.


Meta Ungkap Ganggu Operasi Terbesar dari Rusia sejak Perang Ukraina

5 hari lalu

Meta Ungkap Ganggu Operasi Terbesar dari Rusia sejak Perang Ukraina

Meta melaporkan lebih dari 60 situs web yang meniru organisasi berita Eropa, diperkuat oleh jaringan akun media sosial yang juga palsu.


Fatima Payman, Senator Berjilbab Pertama di Australia

6 hari lalu

Fatima Payman, Senator Berjilbab Pertama di Australia

Fatima Payman, wanita kelahiran Kabul, Afganistan itu telah membuat sejarah baru lantaran menjadi senator berhijab pertama di Negeri Kanguru.


Bakal Fitur Baru Whatsapp Call Links, Simak Kegunaannya

7 hari lalu

Bakal Fitur Baru Whatsapp Call Links, Simak Kegunaannya

Fitur ini berfungsi untuk siapa saja di WhatsApp, bahkan jika mereka tidak ada dalam daftar kontak.