Kudeta Militer, Perusahaan Asal Singapura Hentikan Jual Beli dengan Myanmar

Tentara berdiri di luar Bank Sentral Myanmar selama protes terhadap kudeta militer, di Yangon, Myanmar, 15 Februari 2021. [REUTERS / Stringer]

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah perusahaan asal Singapura memutuskan kesepakatan jual-beli dengan Bandara Internasional Yangon. Pemutusan kontrak terjadi menyusul adanya kudeta militer di negara yang dulu bernama Burma itu.

Perusahaan itu diketahui adalah TRD Consulting yang menjual produk-produk anti-drone. Selain TRD Consulting, ada puluhan perusahaan lainnya asal Singapura yang juga melakukan pemutusan hubungan kerja sama bisnis dengan Myanmar. Singapura adalah sumber investasi terbesar Myanmar dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami belum punya rencana untuk mensuplai produk-produk anti-drone ke Myanmar sampai sebuah masyarakat hukum ditegakkan kembali. Kami akna mengevaluasi penjualan kami ke depan secepatnya,” kata Managing Director TRD Consulting, Sam Ong dalam sebuah e-mail.

Baca juga: Penentang Kudeta Myanmar Senang Inggris dan Kanada Beri Sanksi ke Militer

Demonstran memprotes kudeta militer di Yangon, Myanmar, 17 Februari 2021.[REUTERS/Stringer]

Menurut Ong, pihaknya sebelumnya telah melakukan proses jual-beli produk-produk anti-drone ke Bandara Internasional Yangon. Namun kesepakatan jual-beli itu sudah dibatalkan. Dia juga memastikan perusahaannya tidak akan menjual produk-produknya ke militer Myanmar.

TRD sebelumnya telah menjual ke Kepolisian Myanmar drone pengganggu sinyal Orion-7, yang bisa mengganggu sinyal komunikasi drone sehingga memaksanya mendarat. Ong mengatakan drone pengganggu ini tidak ada efek sampingnya ke manusia.

Militer Myanmar merebut kekuasaan Pemerintah pada 1 Februari 2021 dan menahan ratusan orang, salah satunya adalah pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi. Tindakan militer Myanmar ini memancing sanksi internasional dan gelombang unjuk rasa besar-besaran.

Sejumlah demonstran menyerukan pada Singapura agar mengambil tindakan tegas terhadap militer Junta. Demonstran bahkan sampai mengancam akan memboikot merek-merek terkenal asal Singapura yang ada Myanmar seperti bir Tiger dan café Ya Kun Kaya Toast.      

Sebelumnya pada Selasa, 16 Februari 2021, Menteri Luar Negeri Singapura mengatakan Singapura menentang penjatuhan sanksi secara luas kepada Myanmar. Namun tidak akan mengintervensi keputusan bisnis-bisnis perusahaan terkait dengan Myanmar.

    

Sumber: Reuters






Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

33 menit lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Mau Liburan ke Singapura? Begini Kondisi Terbaru Masuk ke Negeri Singa

17 jam lalu

Mau Liburan ke Singapura? Begini Kondisi Terbaru Masuk ke Negeri Singa

Singapura menerapkan aturan yang longgar untuk wisatawan mulai 29 Agustus 2022.


Lukas Enembe Dipastikan Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

1 hari lalu

Lukas Enembe Dipastikan Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

Roy mengatakan Lukas Enembe sudah beberapa kali mengalami serangan stroke. Menurut dia, Lukas seharusnya sudah menjalani perawatan di Singapura.


Teheran Sesalkan Kyiv Marah Drone Iran Dipakai Rusia Serang Ukraina

2 hari lalu

Teheran Sesalkan Kyiv Marah Drone Iran Dipakai Rusia Serang Ukraina

Teheran menyesalkan keputusan Kyiv menurunkan hubungan diplomatik kedua negara gara-gara drone Iran digunakan Rusia untuk perang di Ukraina


Lukas Enembe Minta Berobat ke Singapura, KPK: Kami Periksa Dulu

2 hari lalu

Lukas Enembe Minta Berobat ke Singapura, KPK: Kami Periksa Dulu

KPK akan mempertimbangkan permintaan Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke Singapura


Ukraina Klaim Tembak 4 Drone Iran, Zelensky Turunkan Hubungan Diplomatik dengan Teheran

3 hari lalu

Ukraina Klaim Tembak 4 Drone Iran, Zelensky Turunkan Hubungan Diplomatik dengan Teheran

Ukraina mengatakan bahwa pihaknya akan menurunkan hubungan diplomatik dengan Iran dan menghapus akreditasi duta besar


Inflasi Naik, Presiden Lopez Obrador dan Pengusaha di Meksiko Bikin Kesepakatan

3 hari lalu

Inflasi Naik, Presiden Lopez Obrador dan Pengusaha di Meksiko Bikin Kesepakatan

Presiden Meksiko mencapai kesepakatan dengan perusahaan - perusahaan untuk menjaga harga stabil menyusul tingginya inflasi di negara itu.


Tarik Wisatawan Mancanegara, Gubernur Kepri Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

3 hari lalu

Tarik Wisatawan Mancanegara, Gubernur Kepri Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

Kunjungan wisatawan mancanegara mulai membaik di Kepulauan Riau, terutama Batam.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

3 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

4 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.