Pria Inggris Pilih Dipenjara Dibanding Lockdown COVID-19 Bersama Rekan Serumah

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi napi di penjara. Shutterstock

    Ilustrasi napi di penjara. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Demi mendapat ketenangan, seorang pria asal Sussex, Inggris, memilih untuk dipenjara saja. Pria yang belum diketahui namanya itu mengaku tidak betah lagi bertahan di rumah selama lockdown COVID-19. Penyebabnya, ia tinggal serumah dengan rekan yang bising dan menyebalkan.

    Dikutip dari Sky News, pria tersebut sesungguhnya mantan narapidana. Ia tak lagi dipenjara karena hukumannya diringankan menjadi tahanan rumah. Namun, kenyataannya, ia tidak merasakan keringanan apapun hingga ia sampai pada satu titik mendatangi langsung kantor Kepolisian Burgess Hill di Sussex, Rabu, untuk dimasukkan ke penjara lagi.

    "Saya butuh kedamaian dan ketenangan!" ujar Inspektur Kepolisian Burgess Hill, Darren Tayor, mengulang apa yang diucapkan pria itu, Kamis, 18 Februari 2021.

    Tayor berkata, pria tersebut terlihat sudah benar-benar kesal dengan rekan serumahnya. Dan, kata Tayor, pria tersebut terang-terangan memilih masuk penjara lagi dibanding harus menghabiskan waktu lagi dengan rekannya tersebut.

    "Dia akan menghabiskan sisa masa hukumannya di penjara," ujar Tayor.

    Tingkah laku pria itu pas dengan hasil survei yang diterbitkan di Inggris pada Oktober lalu. Dalam survei yang digelar King's College London itu, 53 persen warga Inggris mengaku kesal dengan tingkah laku orang-orang di sekitarnya selama pandemi COVID-19.

    Kurang lebih 25 persen di antaranya berkaitan dengan tindakan terkait pembatasan sosial COVID-19. Bahkan, beberapa responden mengaku tak lagi berbicara ataupun berhubungan dengan teman mereka karena perbedaan pandangan soal COVID-19.

    Baca juga: Cerita Pelancong Kena Aturan Karantina 10 Hari di Inggris

    ISTMAN MP | SKY NEWS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.