Turki Kategorikan Provinsi untuk Pelonggaran Pembatasan Sosial COVID-19

Presiden Turki Tayyip Erdogan berpidato di depan anggota Partai AK yang berkuasa selama pertemuan di parlemen di Ankara, Turki, 23 Desember 2020. [Kantor Pers Kepresidenan / Selebaran melalui REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Turki akan mulai melonggarkan pembatasan sosialnya terhadap COVID-19 mulai Maret ini. Presiden Recep Tayyip Erdogan berkata, pelonggaran akan dilakukan secara bertahap, dari satu provinsi ke provinsi lainnya. Adapun acuannya adalah angka penularan COVID-19 di masing-masing wilayah.

"Kami akan mengkategorikan provinsi-provinsi kami berdasarkan tiga kategori yaitu Rendah, Menengah, dan Tinggi berdasarkan angka penularan dan vaksinasi di sana. Maret ini, pelonggaran secara bertahap akan mulai dilakukan berdasarkan acuan itu," ujar Erdogan, dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 18 Februari 2021.

Saat ini, Turki masih menjalankan sejumlah pembatasan sosial untuk menekan pandemi COVID-19 di sana. Selain jam malam, mereka menerapkan lockdown COVID-19 tiap akhir pekan. Hal itu sudah diberlakukan sejak Desember tahun lalu.

Jika pelonggaran berjalan lancar, Erdogan ingin membuka kembali akses ke sekolah, kafe, dan restoran. Hal tersebut untuk memastikan roda ekonomi di Turki kembali bergerak seperti sedia kala. Namun, ia memastikan protokol kesehatan akan tetap dijalankan.

Erdogan berkata, dirinya yakin Maret akan menjadi momen yang tepat untuk pelonggaran karena vaksinasi berjalan lancar sejauh ini. Selain itu, road map untuk pelonggaran pun sudah dibuat yang membuatnya optimistis pelonggaran tidak akan berujung pada peningkatan jumlah kasus.

"Kami berada di dalam posisi mampu menghentikan gangguan ini menjadi sebuah ancaman dengan sedikit bersabar dan sedikit berkorban," ujarnya. Erdogan menambahkan evaluasi berkala terhadap rencana pelonggaran akan dilakukan untuk memastikan pihaknya tak mengambil langkah yang salah.

Per berita ini ditulis, Turki tercatat memiliki 2,6 juta kasus dan 27 ribu kematian akibat COVID-19. Angka kasus harian berada di kisaran 6000 sampai 8000 kasus di mana masih tergolong mengkhawatirkan. Namun, sejak Januari lalu, vaksinasi COVID-19 telah dilakukan dengan produk asal Cina, Sinovac.

Baca juga: Turki Tangkap 700 Orang Kurdish Atas Pembunuhan 13 Tawanan di Irak

ISTMAN MP | AL JAZEERA






Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

1 jam lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

10 jam lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

1 hari lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

2 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

3 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Alasan Turki Tolak Pencaplokan Ukraina oleh Rusia Meski Erdogan Kawan Dekat Putin

3 hari lalu

Alasan Turki Tolak Pencaplokan Ukraina oleh Rusia Meski Erdogan Kawan Dekat Putin

Turki menyatakan menolak pencaplokan wilayah Ukraina oleh Rusia, padahal Erdogan dikenal dekat dengan Putin.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

4 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

5 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

5 hari lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

6 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.