Iran Mau Pasang Sentrifugal Canggih di Fasilitas Pengayaan Uranium Natanz

Tentara Iran berjaga dengan senapan mesin anti-pesawat di dalam fasilitas pengayaan uranium Natanz, 322 km selatan ibu kota Iran, Teheran, 9 Maret 2006. [REUTERS / Raheb Homavandi]

TEMPO.CO, Jakarta - Iran telah memberi tahu pengawas nuklir PBB bahwa mereka berencana untuk memasang lebih banyak sentrifugal IR-2m canggihnya di fasilitas pengayaan uranium bawah tanah di Natanz, kata laporan badan atom internasional IAEA pada Rabu.

"Iran mengindikasikan rencananya untuk memasang dua kaskade tambahan 174 sentrifugal IR-2m di FEP untuk memperkaya...hingga 5% U-235. Ini akan membuat jumlah kaskade sentrifugal IR-2m baik yang direncanakan, dipasang, atau beroperasi di FEP menjadi enam," kata Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam sebuah laporan kepada negara-negara anggota, dilaporkan Reuters, 18 Februari 2021.

Sebuah laporan IAEA pada 1 Februari mengatakan Iran telah membawa kaskade kedua, atau klaster, sentrifugal IR-2m yang dihidupkan di Natanz Fuel Enrichment Plant (FEP) dan memasang dua lagi. Kesepakatan Iran dengan negara-negara besar mengatakan itu hanya dapat memperkaya di FEP dengan sentrifugal IR-1 generasi pertama yang jauh lebih tidak efisien daripada IR-2m.

Kanselir Jerman Angela Merkel menelepon Presiden Iran Hassan Rouhani agar Iran mengirimkan pesan positif dengan mematuhi ketentuan perjanjian nuklir 2015.

Dikutip dari Reuters, juru bicara Merkel Steffen Seibert mengatakan pemimpin Jerman itu mengatakan kepada Rouhani bahwa dia khawatir Iran terus melanggar komitmennya berdasarkan kesepakatan, yang ingin dipulihkan oleh Presiden AS Joe Biden jika Iran menghentikan kegiatan nuklirnya. Jerman adalah satu dari enam negara anggota Perjanjian Nuklir Iran 2015 yang dikenal dengan
Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Pada kesempatan terpisah, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuntut "tindakan, bukan kata-kata" dari Amerika Serikat jika ingin menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Teheran 2015 dengan kekuatan dunia, menantang Presiden baru Joe Biden untuk mengambil langkah pertama menuju perbaikan.

Kerusakan bangunan setelah kebakaran yang melanda fasilitas nuklir Iran, Natanz, di Isfahan, Iran, 2 Juli 2020.[Organisasi Energi Atom Iran/WANA/REUTERS]

Iran telah menetapkan tenggat waktu minggu depan bagi Biden untuk mulai membalikkan sanksi yang diberlakukan oleh pendahulunya Donald Trump, atau akan mengambil langkah terbesarnya untuk melanggar kesepakatan, yakni melarang inspeksi mendadak oleh pengawas nuklir PBB.

"Kita telah mendengar banyak kata-kata bagus dan janji yang dalam praktiknya telah dilanggar dan tindakan berlawanan telah diambil," kata Khamenei dalam pidato yang disiarkan televisi. "Kata-kata dan janji itu tidak baik. Kali ini (kita ingin) hanya aksi dari pihak lain, dan kita juga akan bertindak."

Baca juga: Iran Minta Joe Biden Buktikan Komitmen Kembali ke Perjanjian Nuklir

Amerika Serikat pada hari Rabu mendesak Iran untuk mundur dan menahan diri dari langkah-langkah yang merugikan janjinya di bawah perjanjian tersebut.

Joe Biden ingin memulihkan pakta di mana Iran setuju untuk mengekang program pengayaan uranium yang disengketakan dengan imbalan pencabutan sanksi. Pencapaian besar pemerintahan Barack Obama itu dibatalkan Trump pada 2018, dengan menyebut kesepakatan itu berpihak pada Iran dan menerapkan kembali berbagai sanksi.

Iran dan Amerika Serikat berselisih tentang siapa yang harus mengambil langkah pertama untuk menghidupkan kembali perjanjian itu. Iran mengatakan Amerika Serikat harus mencabut sanksi Trump terlebih dahulu, sementara Amerika mengatakan Iran harus terlebih dahulu kembali mematuhi perjanjian nuklir, yang mulai dilanggar setelah Trump meluncurkan kampanye "tekanan maksimum".

REUTERS






Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

1 hari lalu

Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

Unjuk rasa di Iran buntut kematian Mahsa Amini, 22 tahun, sudah masuk pekan ketiga. Mengapa demonstrasi ini berlarut-larut?


Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

1 hari lalu

Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

Pemimpin Iran tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Senin, 3 Oktober 2022, mengutarakan kesedihan atas kematian Mahsa Amini.


Tindak Keras Demonstran Kematian Mahsa Amini, Iran Bakal Dijatuhi Sanksi oleh 6 Negara Uni Eropa

1 hari lalu

Tindak Keras Demonstran Kematian Mahsa Amini, Iran Bakal Dijatuhi Sanksi oleh 6 Negara Uni Eropa

Jerman, Prancis, Denmark, Spanyol, Italia, dan Republik Ceko mengajukan usulan sanksi Uni Eropa terhadap Iran karena menekan unjuk rasa Mahsa Amini


Ada Ancaman Bom di Pesawat Iran, India Kerahkan Jet Tempur

1 hari lalu

Ada Ancaman Bom di Pesawat Iran, India Kerahkan Jet Tempur

Jet-jet tempur India dikerahkan pada Senin 3 Oktober 2022 setelah adanya laporan bom di atas sebuah pesawat maskapai Iran yang tengah melintasi negara


Kematian Mahsa Amini, Aparat Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa

1 hari lalu

Kematian Mahsa Amini, Aparat Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa

Aparat keamanan Iran bentrok dengan mahasiswa dari sebuah universitas favorit di Tehran pada Minggu, 2 Oktober 2022 buntut dari kematian Mahsa Amini.


Kian Panas, Korban Tewas Akibat Demo Iran Tembus 92 Orang

2 hari lalu

Kian Panas, Korban Tewas Akibat Demo Iran Tembus 92 Orang

Demo Iran makin mencekam, korban tewas telah mencapai 92 orang. Pemerintah Iran menuding Barat mendalangi demo yang berujung rusuh itu.


Aksi Protes Buntut Kematian Mahsa Amini di Iran Masuk Pekan Ketiga

2 hari lalu

Aksi Protes Buntut Kematian Mahsa Amini di Iran Masuk Pekan Ketiga

Unjuk rasa di Iran buntut kematian Mahsa Amini memasuki pekan ketiga dan terjadi di penjuru wilayah Iran.


Iran Bebaskan Tahanan AS selama Sepekan

3 hari lalu

Iran Bebaskan Tahanan AS selama Sepekan

Siamak Namazi, seorang warga negara Amerika Serikat (AS) yang ditahan di Iran, telah dibebaskan selama sepekan dari penjara Evin


Kedubes Iran Pastikan Kematian Mahsa Amini akan Diusut Tuntas

4 hari lalu

Kedubes Iran Pastikan Kematian Mahsa Amini akan Diusut Tuntas

Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyatakan peristiwa meninggalnya Mahsa Amini merupakan hal yang membuat pemerintah dan masyarakat negaranya bersedih.


Demo Iran Dukung Mahsa Amini Kian Panas, 83 Pengunjuk Rasa Tewas

5 hari lalu

Demo Iran Dukung Mahsa Amini Kian Panas, 83 Pengunjuk Rasa Tewas

Demo Iran terkait kematian Mahsa Amini terus terjadi di sejumlah kota besar. Iran menuduh Barat mendalangi unjuk rasa.