Akun Pemerintah Australia Terdampak Pemblokiran Konten Media oleh Facebook

Seorang perempuan melihat logo Facebook di iPad dalam ilustrasi foto yang diambil 3 Juni 2018. [REUTERS / Regis Duvignau / Ilustrasi]

TEMPO.CO, Jakarta - Tindakan Facebook yang menghapus konten media Australia dari halamannya pada Kamis berisiko menimbulkan misinformasi di tengah pandemi Covid-19 dan layanan darurat lain.

Facebook memilih memblokir media Australia ketika dihadapkan opsi untuk mematuhi aturan Media Bargaining Code atau menghapus sama sekali konten berita Australia. Media Bargaining Code akan memaksa raksasa media sosial itu memberikan loyalti pada berita yang tampil di halamannya.

Perubahan yang dilakukan oleh Facebook menghapus halaman yang dioperasikan oleh media berita dan menghapus unggahan oleh pengguna individu yang berbagi berita Australia, terjadi tiga hari sebelum negara tersebut memulai program vaksinasi nasional untuk memperlambat penyebaran Covid-19.

Lisa Davies, editor harian The Sydney Morning Herald, yang dimiliki oleh Nine Entertainment Co Ltd, menulis di Twitter, "Facebook telah secara eksponensial meningkatkan peluang kesalahan informasi, radikalisme berbahaya, dan teori konspirasi untuk tersebar di platform-nya."

Dilaporkan Reuters, 18 Februari 2021, halaman Facebook Nine and News Corp, yang bersama-sama mendominasi pasar surat kabar metro negara, dan Australian Broadcasting Corp yang didanai pemerintah yang bertindak sebagai sumber informasi sentral selama bencana alam, kini kosong.

Yang juga terkena dampak adalah beberapa akun pemerintah negara bagian utama, termasuk yang memberikan saran tentang pandemi virus corona dan ancaman kebakaran hutan pada puncak musim panas, dan sejumlah akun amal dan organisasi non-pemerintah.

"Ini TIDAK DAPAT DITERIMA," cuit Twitter Brianna Casey, kepala eksekutif dari badan amal bantuan kelaparan Foodbank.

"Permintaan bantuan makanan tidak pernah lebih tinggi dari selama pandemi ini, dan salah satu alat komunikasi utama kami untuk membantu menghubungkan orang-orang dengan #foodrelief info & saran sekarang tidak tersedia. Jam-jam menjadi kritis saat Anda tidak punya makanan. SELESAIKAN MASALAH INI!" cuit Brianna Casey.

Siluet pengguna ponsel terlihat di samping layar proyeksi logo Facebook dalam ilustrasi gambar yang diambil 28 Maret 2018. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

Keputusan Facebook untuk memblokir akses ke halaman-halaman seperti 1800Respect, Departemen Kebakaran dan Layanan Darurat WA dan Biro Meteorologi tidak perlu, tidak sopan dan akan merusak reputasinya, menurut Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg.

Akses ke beberapa halaman yang terjebak dalam langkah Facebook, dibuat sebagai tanggapan atas undang-undang yang diusulkan yang berarti membayar penerbit untuk menggunakan konten, dipulihkan pada sore hari, ABC melaporkan.

Namun Frydenberg mengatakan tanggapan dari Facebook adalah tindakan salah.

"Keputusan mereka untuk memblokir akses warga Australia ke situs pemerintah - apakah itu tentang dukungan melalui pandemi, kesehatan mental, layanan darurat, Biro Meteorologi - sama sekali tidak terkait dengan kode media, yang belum disahkan Senat," katanya.

"Apa yang dikonfirmasi oleh peristiwa hari ini untuk semua warga Australia, adalah kekuatan pasar yang sangat besar dari raksasa digital ini," ujar Frydenberg.

Baca juga: Facebook Larang Konten Berita Media Australia Tampil di Berandanya

Facebook mengatakan undang-undang Australia yang diusulkan pada dasarnya salah memahami hubungan antara platform mereka dan penerbit yang menggunakannya untuk berbagi konten berita.

Dikatakan bahwa pihaknya menghadapi pilihan tegas antara mencoba untuk mematuhi undang-undang, atau melarang konten berita pada layanannya di Australia dan "dengan berat hati" mereka memilih yang terakhir.

Langkah itu dilakukan sehari setelah perusahaan media Australia, Nine and Seven West Media, dilaporkan membuat kesepakatan bernilai jutaan dolar dengan Google untuk penggunaan konten.

Menjelang sore, banyak halaman Facebook yang didukung pemerintah dipulihkan tetapi beberapa halaman amal dan semua situs media tetap gelap, termasuk media internasional seperti New York Times, BBC, dan Wall Street Journal News Corp.

Perwakilan Facebook di Australia tidak segera membalas permintaan komentar tentang situasi tersebut. Halaman Facebook Australia sendiri tidak aktif selama beberapa waktu sebelum dipulihkan.

"Ini adalah peristiwa yang mengkhawatirkan dan berbahaya," kata Human Rights Watch dalam sebuah pernyataan. "Memutus akses ke informasi penting ke seluruh negara di tengah malam adalah tindakan yang tidak masuk akal."

Menteri Komunikasi Austrlia Paul Fletcher mengatakan Facebook telah mengirimkan pesan kepada warga Australia bahwa "Anda tidak akan menemukan konten di platform kami yang berasal dari organisasi yang mempekerjakan jurnalis profesional, yang memiliki kebijakan editorial, yang memiliki proses pengecekan fakta".

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan halaman Facebook dari banyak proyek kesehatan komunitas telah ditutup, dan mengatakan proyek kanker anak-anak dapat terpengaruh karena tindakan memalukan Facebook.

REUTERS | ABC






Saatnya Puasa Media Sosial

4 jam lalu

Saatnya Puasa Media Sosial

Sejumlah pengguna internet memutuskan puasa media sosial. Konten digital memicu dampak kesehatan mental.


Jokowi Sentil Pejabat yang Pamer Berwisata ke Luar Negeri di Media Sosial

5 jam lalu

Jokowi Sentil Pejabat yang Pamer Berwisata ke Luar Negeri di Media Sosial

Presiden Jokowi menyentil pejabat negara yang memamerkan aktivitas melancongnya ke luar negeri di media sosial. Menurut Jokowi, kegiatan para pejabat itu membuat devisa lari ke luar negeri.


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

6 jam lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Kembali Smart Voting?

11 jam lalu

Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Kembali Smart Voting?

Apple melanjutkan kebijakannya atas Rusia pascaperang yang terjadi di Ukraina.


Meta Ungkap Ganggu Operasi Terbesar dari Rusia sejak Perang Ukraina

15 jam lalu

Meta Ungkap Ganggu Operasi Terbesar dari Rusia sejak Perang Ukraina

Meta melaporkan lebih dari 60 situs web yang meniru organisasi berita Eropa, diperkuat oleh jaringan akun media sosial yang juga palsu.


Fatima Payman, Senator Berjilbab Pertama di Australia

2 hari lalu

Fatima Payman, Senator Berjilbab Pertama di Australia

Fatima Payman, wanita kelahiran Kabul, Afganistan itu telah membuat sejarah baru lantaran menjadi senator berhijab pertama di Negeri Kanguru.


Bakal Fitur Baru Whatsapp Call Links, Simak Kegunaannya

2 hari lalu

Bakal Fitur Baru Whatsapp Call Links, Simak Kegunaannya

Fitur ini berfungsi untuk siapa saja di WhatsApp, bahkan jika mereka tidak ada dalam daftar kontak.


Hacker Bobol Data 10 Juta Pelanggan Telekomunikasi Australia

2 hari lalu

Hacker Bobol Data 10 Juta Pelanggan Telekomunikasi Australia

Kebocoran data besar-besaran terjadi pada perusahaan telekomunikasi Australia, Optus.


Pakar Telematika Jelaskan Modus Peretasan yang Dialami Narasi

2 hari lalu

Pakar Telematika Jelaskan Modus Peretasan yang Dialami Narasi

Pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat mengatakan modus peretasan yang dialami Narasi kemungkinan bukan berasal dari tautan yang diterima.


Australia Hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20

3 hari lalu

Australia Hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20

Tim Ayres, Asisten Menteri Manufaktur dan Perdagangan Australia, menjadi delegasi yang hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata G20.