Amerika Bayar Tunggakan Pembayaran untuk WHO yang Dihentikan Donald Trump

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara selama kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Departemen Luar Negeri di Washington, AS, 4 Februari 2021. [REUTERS / Tom Brenner]

TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat akan membayar US$ 200 juta (Rp 2,8 triliun) lebih tunggakan pembayaran untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir bulan, kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu, Reuters melaporkan.

Donald Trump telah menghentikan pembayaran donasi untuk WHO oada tahun lalu, menuduh WHO tidak becus atas penanganan pandemi dan menuduhnya berkolusi dengan Cina.

Trump mengatakan pada konferensi pers Gedung Putih pada April 2020 bahwa WHO telah gagal dalam tugas pokoknya dan harus dimintai pertanggungjawaban. Dia menuduh WHO telah mempromosikan "disinformasi" Cina tentang virus yang kemungkinan menyebabkan penyebaran virus yang lebih luas.

Tetapi pemerintahan Joe Biden telah berjanji untuk membalikkan keputusan Donald Trump dan menekankan pentingnya kerja sama global untuk melawan pandemi.

"Ini adalah langkah maju yang penting dalam memenuhi kewajiban keuangan kami sebagai anggota WHO, dan ini mencerminkan komitmen baru kami untuk memastikan WHO memiliki dukungan yang dibutuhkan untuk memimpin tanggapan global terhadap pandemi, bahkan saat kami berupaya untuk mereformasi WHO di masa depan," kata Blinken pada pertemuan DK PBB tentang distribusi vaksin global yang adil, dikutip dari CNN, 18 Februari 2021.

Presiden AS Donald Trump menghadiri pengarahan harian gugus tugas virus Corona di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, AS, 14 April 2020. Amerika Serikat adalah donor keseluruhan terbesar untuk WHO yang berbasis di Jenewa, menyumbang lebih dari US$ 400 juta (Rp 6,2 triliun) pada 2019, sekitar 15% dari anggarannya. [REUTERS / Leah Millis]

Menlu Antony Blinken, yang berbicara di forum internasional untuk pertama kalinya sejak menjabat, menekankan perlunya tanggapan Covid-19 difokuskan secara global dan agar semua negara melakukan bagian mereka untuk mengatasi tidak hanya wabah saat ini, tetapi juga krisis kesehatan utama yang akan datang.

"Amerika Serikat percaya bahwa multilateralisme, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Kesehatan Dunia sangat penting, tidak hanya sebagai tanggapan kesehatan dan kemanusiaan Covid-19 internasional yang efektif, tetapi juga membangun kapasitas dan keamanan kesehatan global yang lebih kuat untuk masa depan. Kita saat ini sedang menghadapi tantangan COVID-19. Kita memiliki tantangan yang lebih panjang, tetapi sama pentingnya, dalam membangun struktur kesehatan yang sekuat mungkin ke depan," katanya.

Baca juga: WHO Setujui Penggunaan Darurat Vaksin AstraZeneca

Komentar Blinken menandai perubahan tajam dari kebijakan pemerintahan Trump sebelumnya, yang mencemooh dan berusaha meninggalkan WHO di tengah pandemi mematikan. Salah satu tindakan pertama Presiden Joe Biden di kantor adalah menghentikan kepergian Amerika Serikat dari badan multilateral tersebut.

Blinken meminta negara-negara untuk transparan dalam berbagi informasi tentang pandemi, tetapi tidak menyebutkan negara tertentu. Misi pencari fakta WHO baru-baru ini kembali dari Wuhan, tempat wabah Covid-19 dimulai, tetapi mengatakan mereka tidak diberi akses ke data mentah tentang penyakit tersebut.

REUTERS | CNN






Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

1 jam lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


Top 3 Dunia: IQ Tertinggi, Ali Khamenei dan Trump Tuntut CNN Rp7 Triliun

10 jam lalu

Top 3 Dunia: IQ Tertinggi, Ali Khamenei dan Trump Tuntut CNN Rp7 Triliun

Top 3 Dunia tentang 10 negara dengan IQ tertinggi, Ali Khamenei setuju tindakan represif ke demonstran, dan Trump tuntut CNN Rp7 triliun


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

10 jam lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


Donald Trump Menggugat CNN

1 hari lalu

Donald Trump Menggugat CNN

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi melayangkan tuntutan melawan CNN dengan tuduhan pencemaran nama baik


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

1 hari lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

2 hari lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

Menkes Budi Gunadi mengaku dapat perintah dari Presiden Jokowi untuk koordinasi dengan WHO soal status pandemi Covid-19.


Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

2 hari lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa nanti keputusan menyatakan pandemi Covid-19 berakhir tetap ada di tangan WHO


Fakta-Fakta Unik Trumpapilar, Si Ulat Bulu yang Berbahaya Mirip Donal Trump

2 hari lalu

Fakta-Fakta Unik Trumpapilar, Si Ulat Bulu yang Berbahaya Mirip Donal Trump

Ulat trumpapilar adalah salah satu spesies ulat bulu yang berasal dri benua Amerika. Mengapa disebut mirip Donald Trump?


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

2 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

3 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.