Cerita Pelancong Kena Aturan Karantina 10 Hari di Inggris

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria memegang tanda dari jendela Radisson Blu Hotel di Bandara Heathrow, saat Inggris memperkenalkan program karantina di hotel untuk kedatangan dari

    Seorang pria memegang tanda dari jendela Radisson Blu Hotel di Bandara Heathrow, saat Inggris memperkenalkan program karantina di hotel untuk kedatangan dari "daftar merah" di 30 negara, di tengah wabah Covid-19 di London, Inggris, 16 Februari 2021. REUTERS/Hannah McKay

    TEMPO.CO, Jakarta - Mohamad Noor tak dapat menutupi kekesalannya harus menjalani karantina selama 10 hari di sebuah kamar hotel dekat bandara Heathrow, London, Inggris, Senin, 15 Februari 2021. Karantina pencegahan penyebaran Covid-19 harus dijalaninya setelah dia melanggar kontrol perbatasan gara-gara penerbangannya terlambat.

    “Saya tak punya buku, disini taka da al-Quran, di sini tak ada apa-apa,” kata Noor, 55 tahun, melalui telepon.    

    Baca juga: AP I Bandara Yogyakarta Siapkan Lokasi Karantina dan Transportasi Sambut WNA 

    Seorang pria bersepeda melewati deretan toko yang tutup di Leeds, Inggris, pada 5 November 2020. Inggris memasuki karantina wilayah (lockdown) selama sebulan mulai Kamis (5/11) untuk meredam merebaknya kembali penularan coronavirus. (Xinhua/Jon Super)

    ADVERTISEMENT

    Karantina pencegahan penyebaran Covid-19 di hotel yang telah ditunjuk Pemerintah Inggris, tidak gratis. Noor, yang sedang tak punya uang ini, harus berutang 1.750 GBP untuk membayar karantina ini.

    Noor, yang bekerja sebagai sopir pengantar surat, sebelumnya pulang ke Somalia untuk melayat abangnya yang meninggal. Dia harus segera pulang ke Inggris untuk merawat ibunya. Dia menghabiskan waktu sampai 4 jam adu mulut di bandara menjelaskan kondisinya dan sikapnya yang keberatan membayar uang paket karantina.

    “Keluarga saya menunggu diluar bandara, yang bahkan tidak bisa saya temui. Anak saya yang baru 11 tahun, juga bahkan ikut menunggu,” kata Noor.

    Di hotel lainnya, Sole, 61 tahun, juga masuk dalam karantina pencegahan penyebaran Covid-19. Sole yang tak mau dipublikasi identitas lengkapnya, menceritakan dia lupa dengan aturan baru yang diberlakukan Inggris sebelum dia pulang dari mengunjungi teman-temannya di Cile.

    “Kami merasa seperti tawanan di kamar-kamar ini,” kata Sole.  

    Aturan karantina pencegahan Covid-19 di hotel-hotel yang telah ditunjuk Pemerintah Inggris berlaku efektif mulai Senin, 15 Februari 2021. Aturan ini berlaku bagi semua pelancong yang masuk Inggris. Aturan diberlakukan demi melindungi program imunisasi vaksin virus corona dan melawan varian baru Covid-19.

    Pelancong, yang baru berkunjung dari total 33 negara dengan risiko tinggi penyebaran virus coronanya, harus menjalani karantina ini saat tiba di Inggris. Lantaran karantina dijalani di hotel dan berlangsung sampai 10 hari, maka mereka harus membayar paket karantina ini sebesar 1.750 GBP atau Rp 34 juta.  

    Dari bandara, para pelancong itu diantar menggunakan bus ke hotel-hotel yang sudah menanda-tangani kontrak dengan Pemerintah Inggris untuk dijadikan tempat karantina. Selanjutnya, mereka harus menghabiskan sebagian besar waktunya  di dalam kamar hotel. Untuk makan pun, akan diantar ke kamar hotel.   

       

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...