Israel Sinyalkan Tak Dukung Joe Biden Soal Perjanjian Nuklir Iran

Presiden AS Joe Biden berbicara tentang rencana pemerintahannya untuk memperkuat manufaktur Amerika selama penampilan singkat di South Court Auditorium di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

TEMPO.CO, Jakarta - Israel kemungkinan tidak akan mendukung Presiden Amerika Joe Biden terkait rencananya kembali bergabung ke Perjanjian Nuklir Iran 2015 alias JCPOA. Sikap tersebut diindikasikan oleh Duta Besar Israel di Amerika, Gilad Erdan, ketika diwawancarai soal hubungan Amerika - Israel oleh Radio Tentara Israel.

"Kami tidak akan bisa menjadi bagian dari proses tersebut jika administrasi Joe Biden ingin kembali ke perjanjian nuklir Iran," ujar Erdan, dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, 16 Februari 2021.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Joe Biden sudah lama ingin membawa kembali Amerika ke perjanjian nuklir Iran. Harapannya, dengan Amerika kembali ke sana, Iran bisa kembali dipaksa untuk mematuhi peraturan pembatasan pengayaan uranium-nya.

Iran, saat ini, melanggar perjanjian itu dengan melanjutkan pengayaan uranium hingga 20 persen di pabrik nuklir bawah tanahnya, Fordow. Joe Biden khawatir hal itu kian tak terkendali. Jika Amerika berhasil kembali ke JCPOA dan Iran dipaksa tunduk, maka hal itu bisa menjadi batu loncatan untuk perjanjian yang luas mulai dari pembatasan pengembangan senjata hingga aktivitas regional.

Silinder berisi uranium di fasilitas nuklir Fordow, Iran.[IRNA]

Israel tidak sejalan dengan pandangan Joe Biden. Mereka menginginkan sikap yang lebih tegas, berupa sanksi atau ancaman aksi militer. Sederhananya, Israel ingin sikap administrasi Joe Biden sama dengan administrasi Donald Trump yang sangat anti-Iran.

"Kami pikir jika Amerika kembali ke kesepakatan yang dulu mereka tinggalkan, daya tawar mereka pun juga akan kurang."

"Mempertahankan sanksi yang ada sekarang atau menambah sanksi baru, dikombinasikan dengan ancaman militer, akan lebih efektif untuk mendorong Iran melakukan negosiasi kesepakatan baru," ujar Erdan menegaskan.

Iran sendiri adalah isu penting bagi PM Israel saat ini, Benjamin Netanyahu. Menjelang pemilihan umum bulan depan, penting baginya untuk memastikan Amerika dan Israel masih sejalan untuk isu-isu penting. Seperti diberitakan sebelumnya, komunikasi Netanyahu dan Joe Biden tidak seintense Netanyahu dan Donald Trump.

Baca juga: Ayatollah Ali Khamenei: AS Cabut Sanksi Dulu Sebelum ke Perjanjian Nuklir Iran

ISTMAN MP | REUTERS






Solidaritas Mahsa Amini, Tim Sepak Bola Iran Pakai Jaket Hitam saat Lagu Kebangsaan

1 jam lalu

Solidaritas Mahsa Amini, Tim Sepak Bola Iran Pakai Jaket Hitam saat Lagu Kebangsaan

Tim sepak bola Iran menolak melepas jaket hitam saat mendengarkan lagu kebangsaan dalam pertandingan pra-Piala Dunia sebagai dukungan bagi Mahsa Amini


Rusia Tuding Biden di Balik Sabotase Nord Stream

3 jam lalu

Rusia Tuding Biden di Balik Sabotase Nord Stream

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia memposting video Biden yang mengatakan "kami akan mengakhiri" Nord Stream 2 jika tank Rusia ke Ukraina


Presiden Iran: Kematian Mahsa Amini Insiden Tragis, tapi Kekacauan Tak Bisa Diterima

6 jam lalu

Presiden Iran: Kematian Mahsa Amini Insiden Tragis, tapi Kekacauan Tak Bisa Diterima

Raisi mengatakan, kematian Mahsa Amini meninggalkan kesedihan bagi Iran, namun kekacauan akibat protes yang dipicu olehnya tidak dapat diterima.


Demo Iran Rusuh, Putri Mantan Presiden Ditangkap

11 jam lalu

Demo Iran Rusuh, Putri Mantan Presiden Ditangkap

Iran menangkap putri eks Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani dalam demo untuk menduku Mahsa Amini.


Pasukan Israel Bunuh 4 Pria Bersenjata Palestina

1 hari lalu

Pasukan Israel Bunuh 4 Pria Bersenjata Palestina

Pasukan Israel membunuh empat pria bersenjata Palestina di sebuah kota yang menjadi titik fokus kampanye penggerebekan di Tepi Barat.


Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

1 hari lalu

Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

Protes atas kematian wanita muda Iran, Mahsa Amini, masih berkecamuk. Korban tewas dan luka terus berjatuhan


Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

1 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

Luhut Binsar Panjaitan meminta Indonesia harus kompak menghadapi ancaman resesi global 2023.


Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

2 hari lalu

Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

Kemarahan para perempuan dalam demo Iran yang mengutuk kematian Mahsa Amini, dituangkan dalam teriakan lantang: perempuan, hidup dan kebebasan.


76 Demonstran Tewas, Iran Siapkan Pengadilan Khusus untuk Pengunjuk Rasa

2 hari lalu

76 Demonstran Tewas, Iran Siapkan Pengadilan Khusus untuk Pengunjuk Rasa

Pejabat Iran, mengatakan bahwa jumlah demonstran yang memprotes kematian Mahsa Amini di atas 1.200 orang