Kepolisian Myanmar Kembali Tetapkan Aung San Suu Kyi Sebagai Tersangka

Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi berbicara di KTT Bisnis dan Investasi ASEAN di Singapura, 12 November 2018. Di Myanmar, Suu Kyi tetap dipuja tetapi dia gagal menyatukan berbagai kelompok etnis atau mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung selama satu dekade. Dia juga mengawasi pengetatan pembatasan pers dan masyarakat sipil dan telah berselisih dengan banyak mantan sekutunya. [REUTERS / Athit Perawongmetha]

TEMPO.CO, Jakarta - Seiring dengan memanasnya perlawanan warga terhadap kudeta Myanmar, junta militer juga memperkuat tekanan mereka. Dikutip dari kantor berita Reuters, mereka kembali menetapkan Penasehat Negara Aung San Suu Kyi sebagai tersangka.

"Dia menghadapi satu perkara baru, pelanggaran terhadap Hukum Bencana Alam," ujar pengacara Aung San Suu Kyi, Khin Maung Zaw, Selasa, 16 Februari 2021.

Khin Maung Zaw mengaku belum mendapatkan keterangan lengkap soal apa yang dilakukan Aung San Suu Kyi sampai melanggar Hukum Bencana Alam. Ia berkata, komunikasi ia ke Suu Kyi masih dibatasi sehingga dia tidak bisa mewakilinya secara penuh dalam berbagai proses hukum.

"Dia sudah bertemu dengan hakim via video conference akibat pandemi COVID-19. Namun, pengacara tidak bisa mendampingi karena tidak diberi akses untuk itu," ujar Maung Zaw.

Hal senada berlaku untuk kesehatan dan keberadaan Aung San Suu Kyi. Khin Maung Zaw berkata, hanya sedikit sekali informasi soal kliennya yang ia terima. Namun, bagi dia, semakin sedikit berita semakin bagus karena berarti tidak terjadi apapun terhadap Aung San Suu Kyi.

"Tidak ada berita berarti berita bagus. Kami belum mendengar ataupun menerima berita buruk," ujarnya sambil menambahkan persidangan Aung San Suu Kyi akan digelar pada 1 Maret nanti.

Ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa memprotes kudeta militer di Yangon, Myanmar, 7 Februari 2021. Beberapa warga telihat membawa poster Aung San Suu Kyi. REUTERS/Stringer

Diberitakan sebelumnya, Aung San Suu Kyi menjadi tahanan junta militer Myanmar sejak 1 Februari lalu. Ia ditangkap di tengah operasi kudeta Myanmar. Untuk menjustifikasi penangkapan dan penahanannya, Kepolisian Myanmar menetapkan ia sebagai tersangka impor ilegal walkie talkie.

Aung San Suu Kyi bukan satu-satunya orang yang ditangkap oleh junta militer Myanmar. Presiden Win Myint dan beberapa pejabat penyelenggara pemilu pun ditangkap dan ditahan. Total ada lebih dari 200 orang yang menjadi tahanan.

Kudeta Myanmar itu sendiri dipicu kekalahan partai yang berafiliasi dengan militer, Partai Persatuan Solidaritas dan Pengembangan (USDP). Mereka kalah dari partai bentukan Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), pada pemilu tahun lalu. Militer Myanmar, yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing, menganggap ada kecurangan di pemilu tersebut sehingga menyakini pemerintahan yang ada sekarang tidak sah. 

Baca juga: Junta Militer Myanmar Ogah Dianggap Telah Melakukan Kudeta

ISTMAN MP | REUTERS






Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

1 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

5 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

5 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

5 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

5 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

9 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

11 hari lalu

Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

Pemakaman Ratu Elizabeth II pada 19 September nanti akan dihadiri 2.200 orang. Berikut daftar undangan, tapi siapa yang tak diundang?


PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

15 hari lalu

PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

Facebook telah menyerahkan jutaan item yang dapat mendukung tuduhan kejahatan perang dan genosida yang terjadi di Myanmar pada tahun 2017 terhadap Rohingya


Pemimpin Junta Myanmar Temui Putin, Pertama Setelah Kudeta

21 hari lalu

Pemimpin Junta Myanmar Temui Putin, Pertama Setelah Kudeta

Panglima militer Myanmar dan pemimpin kudeta Min Aung Hlaing Rabu 7 September 2022 akhirnya bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin


Petinggi Junta Myanmar ke Rusia Lagi, Beli BBM atau Senjata?

23 hari lalu

Petinggi Junta Myanmar ke Rusia Lagi, Beli BBM atau Senjata?

Pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing melakukan kunjungan ke Rusia, yang kedua sejak Juli lalu, untuk beli BBM dan kemungkinan senjata.