Kebijakan Baru, Perusahaan Asing Wajib Punya Kantor Pusat di Arab Saudi

Ilustrasi proyek pembangunan/bangunan bertingkat. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan-perusahaan asing yang ingin berinvestasi dalam proyek milik Pemerintah Arab Saudi harus mendirikan salah satu kantor pusatnya di Arab Saudi selambatnya pada 2024. Jika tidak, mereka tidak akan memenangkan kontrak-kontrak pemerintah.

Aturan itu sampaikan Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed al-Jadaan pada Senin, 15 Februari 2021. Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong perusahaan-perusahaan asing buka secara permanen di Arab Saudi sehingga secara tidak langsung menciptakan lapangan pekerjaan di sana.   

Ilustrasi Ekspor Import. Getty Images

Baca juga: Airlangga Sebut 143 Perusahaan Asing Sedang Berencana Relokasi Investasi ke RI  

Arab Saudi adalah negara dengan perekonomian terbesar di kawasan Timur Tengah dan salah satu eksportir minyak terbesar di dunia. Negara itu berencana mengunci kontrak dengan perusahaan-perusahaan dan institusi komersial yang kantor pusatnya tidak berada di wilayah Kerajaan Arab Saudi. Perusahaan internasional itu saat yang sama, dibebaskan untuk bekerja sama dengan sektor swasta.

“Jika sebuah perusahaan menolak memindahkan kantor pusat mereka ke Arab Saudi, itu jelas hak mereka dan mereka tetap akan mendapatkan kebebasan untuk bekerja sama dengan sektor swasta, yang ada di Arab Saudi,’ kata al-Jadaan.    

Hanya saja, jika terkait kontrak-kontrak kerja dengan Pemerintah Arab Saudi, perusahaan-perusahaan internasional itu harus memiliki kantor pusat di Arab Saudi. Al-Jadaan mengatakan untuk beberapa sektor akan mendapat pengecualian dari kebijakan ini dan detail mengenai aturan ini akan diterbitkan sebelum akhir 2021.

“Arab Saudi telah menjadi negara dengan perekonomian dan populasi terbesar di kawasan, sedangkan jumlah kantor pusat yang ada di negara kami tidak banyak, kurang dari 5 persen saat ini. Anda bisa bayangkan apa arti keputusan ini bagi FDI (foreign direct investment), transfer ilmu pengetahuan dan menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Jadaan.      

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sebelumnya telah berjanji akan membuka diri Kerajaan Arab Saudi dan memperkuat perekonomian negaranya di bawah sebuah reformasi strategi.  Reformasi tersebut bertujuan memberagamkan perekonomian Arab Saudi yang selama ini hanya bergantung pada minyak mentah.

Arab Saudi ingin menarik investasi asing dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi jutaan kalangan muda Arab Saudi.  Jadaan mengatakan lingkungan bisnis saat ini sudah membuka diri bagi kemajuan dan Pemerintah Arab Saudi akan menyelesaikan aturan hukum, reformasi regulasi dan peningkatan kualitas hidup sehingga perusahaan-perusahaan asing tersebut dan karyawannya merasa nyaman pindah ke Riyadh.

Sumber: Reuters

      






Bahlil Sebut Tingkat Kepercayaan ke Presiden Jokowi Sebagai Kunci Masuknya Investasi di RI

2 hari lalu

Bahlil Sebut Tingkat Kepercayaan ke Presiden Jokowi Sebagai Kunci Masuknya Investasi di RI

Bahlil Lahadalia menyatakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Jokowi adalah faktor yang sangat mempengaruhi investor menanamkan modal.


Mendag: Indonesia Akan Buka Hipermarket di Arab Saudi, Khusus Produk UMKM

3 hari lalu

Mendag: Indonesia Akan Buka Hipermarket di Arab Saudi, Khusus Produk UMKM

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah bersinergi dengan pelaku usaha untuk memperluas pemasaran produk-produk UMKM.


Indonesia - Arab Saudi Sepakati 4 Penerbangan Umroh dari Bandara Kertajati

4 hari lalu

Indonesia - Arab Saudi Sepakati 4 Penerbangan Umroh dari Bandara Kertajati

Budi Karya Sumadi mengatakan ditargetkan pada November 2022, Bandara Kertajati sudah mulai melayani penerbangan umroh.


Arab Saudi Investasi Rp576 T untuk Menjadi Pusat Game Global

4 hari lalu

Arab Saudi Investasi Rp576 T untuk Menjadi Pusat Game Global

Savvy Games Group milik Kerajaan Arab Saudi akan menginvestasikan Rp576 triliun sebagai untuk menjadikan kerajaan itu pusat game global.


Putra Mahkota Mohammed bin Salman Jadi Perdana Menteri, Kekuasaannya Bakal Luar Biasa

7 hari lalu

Putra Mahkota Mohammed bin Salman Jadi Perdana Menteri, Kekuasaannya Bakal Luar Biasa

Pangeran Mohammed bin Salman dipromosikan dari posisi menteri pertahanan menjadi perdana menteri Arab Saudi. Apa saja wewenangnya?


Pemakaman Umum Al Oud di Riyah, Kuburan Raja-Raja Arab Saudi

8 hari lalu

Pemakaman Umum Al Oud di Riyah, Kuburan Raja-Raja Arab Saudi

Kerajaan Inggris punya Westminster Abbey tempat pemakaman raj atau ratu. Sementara, raja-raja Arab Saudi dikuburkan di pemakaman umum Al Oud Riyadh.


Juara 2 MHQ di Arab Saudi, Hafiz 13 Tahun dari Langkat Raih Rp 700 Juta

9 hari lalu

Juara 2 MHQ di Arab Saudi, Hafiz 13 Tahun dari Langkat Raih Rp 700 Juta

Hafiz Al-Quran, Zahran Auzan, meraih juara 2 pada Musabaqah Hafalan Al-Quran (MHQ) Tingkat Internasional, sisihkan peserta dari 50 negara.


Mohammed bin Salman Menerima Kunjungan Menteri Keuangan Turki

9 hari lalu

Mohammed bin Salman Menerima Kunjungan Menteri Keuangan Turki

Setelah sebelumnya bertemu dengan Presiden Erdogan, Mohammed bin Salman menerima kunjungan Menteri Keuangan Turki.


Bagai Bumi dan Langit, Ini Beda Pemakaman Keluarga Kerajaan Inggris dengan Arab Saudi

11 hari lalu

Bagai Bumi dan Langit, Ini Beda Pemakaman Keluarga Kerajaan Inggris dengan Arab Saudi

Peti berlapis timah Ratu Elizabeth II disimpan di semacam brankas Royal Vault. Sedangkan jasad Raja Abdullah dimakamkan di Pemakaman Umum Al Oud.


PT Food Station Tjipinang Jaya Kerja Sama Ekspor Beras ke Arab Saudi

11 hari lalu

PT Food Station Tjipinang Jaya Kerja Sama Ekspor Beras ke Arab Saudi

PT Food Station Tjipinang Jaya sebelumnya telah bekerja sama dengan Al Raqeeb Universal Group untuk mengekspor beras merek Yasamin