Vaksin Virus Corona untuk Gaza Diduga Ditahan Israel

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di sebuah jalan yang ditutup selama pemberlakuan lockdown, di Gaza, Palestina, Selasa, 25 Agustus 2020. Juru bicara pemerintah Gaza mengatakan empat kasus virus corona terkonfirmasi pada satu keluarga yang tinggal di kamp pengungsi. REUTERS/Mohammed Salem

    Polisi berjaga di sebuah jalan yang ditutup selama pemberlakuan lockdown, di Gaza, Palestina, Selasa, 25 Agustus 2020. Juru bicara pemerintah Gaza mengatakan empat kasus virus corona terkonfirmasi pada satu keluarga yang tinggal di kamp pengungsi. REUTERS/Mohammed Salem

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Palestina (PA) pada Senin, 15 Februari 2021, menuduh Israel menahan-nahan pengiriman vaksin Covid-19 ke Gaza. Warga Palestina yang tinggal di Gaza belum ada yang menerima satu dosis pun vaksin virus corona.

    Sumber di Pemerintah Palestina mengatakan PA telah mencoba mengirimkan sekitar 2 ribu dosis vaksin buatan Rusia, Sputinik V dari Tepi Barat ke Gaza pada Senin, 15 Februari 2021. Akan tetapi, Israel telah menghentikan pengiriman itu di sebuah pos pemeriksaan di Tepi Barat dan menginformasikan kepada masyarakat Palestina vaksin itu belum mendapat persetujuan untuk terus masuk ke Gaza.

    Baca juga: Virus Corona, Pengrajin Hiasan Natal di Gaza Sepi Order

    Sedangkan sumber di keamanan Israel mengatakan permintaan PA untuk pengiriman 2 ribu dosis vaksin masih dievaluasi. Proposal itu sampai sekarang masih belum mendapatkan persetujuan.

    Badan yang bertanggung jawab memberikan persetujuan itu adalah Dewan Keamanan Israel, yakni sebuah lembaga yang merupakan bagian dari pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Pemerintahan Netanyahu belum mau berkomentar mengenai hal ini.

    Sumber di PA mengatakan mereka telah memasukkan permohonan ke otoritas pertahanan Israel untuk pengiriman vaksin virus corona ke Gaza tak lama setelah menerima pengiriman pertama sebanyak 10 ribu dosis dari Rusia. Vaksin tersebut dikirimkan ke Tepi Barat pada 4 Februari 2021.

    “Hari ini sekitar 2 ribu dosis vaksin Sputnik dari Rusia dikirim untuk memasuki Jalur Gaza, namun otoritas mencegah mereka masuk,” demikian pernyataan Menteri Kesehatan PA Mai Alkaila.

         

    Menurut Alkaila, dosis-dosis vaksin virus corona itu ditujukan untuk staf medis, yang bekerja di ruang-ruang ICU yang merawat pasien Covid-19 dan bagi tenaga medis yang bertugas di unit-unit gawat darurat.  

    Setelah ditolak masuk Gaza, vaksin virus corona tersebut dikembalikan ke Ramallah karena harus tetap berada dalam suhu yang dingin. Kejadian ini menjadi gambaran tantangan-tantangan yang mungkin dihadapi masyarakat Palestina di sepanjang Tepi Barat dan Gaza terkait imunisasi vaksin virus corona. Di area Tepi Barat dan Gaza ada sekitar 5,2 juta jiwa populasi.      

      

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.