Pengungsi Rohingya Pasrah Dipindahkan Asal Tidak ke Myanmar

Pengungsi Rohingya menaiki kapal saat akan dipindahkan ke Pulau Bhasan Char di Chattogram, Bangladesh, 4 Desember 2020. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

TEMPO.CO, - Sejumlah pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh pasrah dipindahkan ke pulau terpencil daripada dipulangkan ke Myanmar. Meski pulau di Teluk Benggala itu dikabarkan rawan banjir dan topan, mereka merasa lebih baik ketimbang harus kembali berhadapan dengan militer Myanmar.

"Saya tidak melihat masa depan bagi kami. Sedikit harapan yang kami miliki untuk kembali ke tanah air kami hancur setelah kudeta militer," kata pengungsi Rohingya berusia 42 tahun, yang memilih ikut rencana pemerintah Bangladesh pindah ke pulau itu, dikutip dari Channel News Asia, Senin, 15 Februari 2021.

Lebih dari satu juta Muslim Rohingya melarikan diri setelah mereka mengalami dugaan penindasan dan penyiksaan oleh militer Myanmar sejak 2017 di negara bagian Rakhine. Padahal saat itu Myanmar dipimpin oleh pemerintahan sipil, Aung San Suu Kyi.

Seperti diketahui, pada 1 Februari kemarin militer Myanmar merebut kekuasaan dan menahan Suu Kyi bersama sejumlah pejabat lain. Militer menyerahkan tampuk kekuasaan pada pemimpin mereka, Jenderal Min Aung Hlaing.

Myanmar dan para jenderalnya pernah diadili di pengadilan PBB atas tuduhan genosida dan kekerasan pada 2017. Namun Min Aung Hlaing berulang kali mengklaim bahwa tindakan keras diperlukan untuk membasmi pemberontak di negara bagian Rakhine.

Seorang remaja Rohingya berusia 27 tahun yang berada di kamp pengungsian di Sittwe mengatakan di bawah pemerintahan demokratis mereka memiliki sedikit harapan dapat kembali ke rumah lamanya di Rakhine. "Tapi sekarang (pascakudeta Myanmar) sudah pasti kami tidak akan bisa kembali," ucap dia.

BACA JUGA: Kudeta Myanmar Mempersatukan Kelompok Etnis yang Bertentangan

Sumber: CHANNEL NEWS ASIA, ENGLISH AHRAM






Junta: Pemberontak Myanmar Tembak Penumpang Pesawat Saat Mendarat

4 hari lalu

Junta: Pemberontak Myanmar Tembak Penumpang Pesawat Saat Mendarat

Junta militer menyebut pemberontak Myanmar menembak seorang penumpang di wajahnya saat pesawat mendarat di negara itu.


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

6 hari lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

6 hari lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

8 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

11 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

12 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

12 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

12 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

16 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

18 hari lalu

Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

Pemakaman Ratu Elizabeth II pada 19 September nanti akan dihadiri 2.200 orang. Berikut daftar undangan, tapi siapa yang tak diundang?