Bangladesh Pindahkan 4 Ribu Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil

Angkatan laut Bangladesh mendata para warga Rohingya yang menuju ke kapal untuk dipindahkan ke pulau Bhasan Char di Chattogram, Bangladesh, 29 Desember 2020. Sekitar satu juta pengungsi dari Rohingya melarikan diri dari Myanmar untuk menghindari pembantaian etnis pada 2017 lalu. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

TEMPO.CO, - Pemerintah Bangladesh akan memindahkan 3-4 ribu pengungsi Muslim Rohingya ke pulau terpencil di Teluk Benggala hari ini dan besok. Meskipun ada potensi badai dan banjir yang menghantam pulau tersebut, pemerintah berkukuh melanjutkannya.

Bangladesh telah merelokasi sekitar 7 ribu orang ke pulau Bhasan Char sejak awal Desember dari kamp-kamp pengungsian. Alasannya ada lebih dari satu juta pengungsi tinggal di gubuk bobrok yang berada di lereng bukit dekat perbatasan Myanmar. Selain itu mereka berdalih kepadatan yang berlebihan di kamp-kamp pengungsi memicu kejahatan.

"Pengungsi Rohingya akan dipindahkan ke Bhasan Char dengan kapal pada hari Senin dan Selasa," kata Komodor Angkatan Laut Rashed Sattar dari pulau itu dikutip dari Channel News Asia, Senin, 15 Februari 2021.

Bangladesh mengatakan relokasi tersebut bersifat sukarela, tetapi beberapa dari pengungsi yang dipindahkan di kloter pertama berbicara tentang pemaksaan.

Pemerintah menampik kerawanan keamanan di pulau itu, dengan alasan sudah ada penahan banjir serta rumah-rumah untuk 100 ribu orang, rumah sakit, dan pusat pemantau topan.

Begitu mereka tiba di Bhasan Char, etnis Rohingya tidak diizinkan meninggalkan pulau itu, yang berjarak beberapa jam perjalanan dari pelabuhan selatan Chittagong.

Bangladesh telah menuai kecaman karena keengganan untuk berkonsultasi dengan badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan badan bantuan lainnya atas relokasi ini. Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi mengatakan badan tersebut belum diizinkan untuk mengevaluasi keselamatan dan keberlanjutan kehidupan di pulau itu.

"Proses pemindahan Rohingya akan berlanjut. Mereka pergi ke sana dengan bahagia untuk kehidupan yang lebih baik," kata Mohammad Shamsud Douza, wakil pejabat pemerintah Bangladesh yang bertanggung jawab atas pengungsi.

Menurut Douza, prioritas utama negaranya adalah memulangkan para pengungsi ini ke tanah air mereka, Myanmar, dengan cara yang bermartabat dan berkelanjutan.

Bangladesh telah meminta Myanmar untuk melanjutkan proses repatriasi sukarela pengungsi Rohingya yang terhenti, karena tekanan internasional meningkat pada para pemimpin militer menyusul kudeta, yang mengurangi harapan para pengungsi untuk kembali ke rumah.

"Saya tidak melihat masa depan bagi kamim Sedikit harapan yang kami miliki untuk kembali ke tanah air kami hancur setelah kudeta," kata pengungsi Rohingya berusia 42 tahun, yang memilih ikut rencana pemerintah Bangladesh pindah ke pulau itu.

BACA JUGA: Warga Bangladesh Mulai Suntik Vaksin Virus Corona

Sumber:

CHANNEL NEWS ASIA






Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

2 jam lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

5 jam lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

2 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

5 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

6 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

6 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

6 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

10 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

12 hari lalu

Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

Pemakaman Ratu Elizabeth II pada 19 September nanti akan dihadiri 2.200 orang. Berikut daftar undangan, tapi siapa yang tak diundang?


PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

15 hari lalu

PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

Facebook telah menyerahkan jutaan item yang dapat mendukung tuduhan kejahatan perang dan genosida yang terjadi di Myanmar pada tahun 2017 terhadap Rohingya