Penjara Guantanamo yang Penuh Kontroversi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tahanan berbaju oranye duduk di area holding diawasi oleh polisi militer AS di Camp sementara X-Ray, yang kemudian ditutup dan digantikan oleh Camp Delta, di pangkalan angkatan laut Guantanamo Bay, 11 Januari 2002. Presiden Barack Obama membujuk Kongres untuk menutup penjara militer AS tersebut. REUTERS/Petty Officer 1st Class Shane T. McCoy HO

    Tahanan berbaju oranye duduk di area holding diawasi oleh polisi militer AS di Camp sementara X-Ray, yang kemudian ditutup dan digantikan oleh Camp Delta, di pangkalan angkatan laut Guantanamo Bay, 11 Januari 2002. Presiden Barack Obama membujuk Kongres untuk menutup penjara militer AS tersebut. REUTERS/Petty Officer 1st Class Shane T. McCoy HO

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjara Guantanamo atau yang juga disebut Gitmo adalah sebuah penjara milik Amerika Serikat yang terletak di Teluk Guantanamo di tenggara Kuba. Penjara ini sekarang menjadi perhatian setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Sabtu, 13 Februari 2021 mulai mengkaji rencana penutupan penjara tersebut.

    Dua sumber yang mengetahui permasalahan ini mengatakan beberapa pejabat yang terlibat sedang merumuskan keputusan eksekutif yang akan ditandatangani oleh Biden dalam beberapa pekan atau bulan mendatang terkait nasib penjara ini.

    Baca juga: Setelah 18 Tahun, Ini Sebab Amerika Baru Tetapkan Hambali Tersangka Bom Bali

    Teknik penyiksaan CIA, Kotak Kurungan Kecil.[Abu Zubaydah/Mark P. Denbeaux/New York Times]

    Penjara Guantanamo dibangun pada beberapa tahan, di mana tahap akhir dilakukan pada 2002. Penjara ini menjadi salah satu tempat penahanan militan garis keras dan terduga teroris, yang ditangkap oleh militer Amerika Serikat di Afganistan, Irak dan wilayah lain.  

    Fasilitas penahanan ini secara luas telah menjadi kontroversi karena di sana diduga telah terjadi pelanggaran terhadap HAM para tahanan di bawah Konvensi Jenewa. Muncul pula tuduhan adanya penyiksaan atau perlakuan sewenang-wenang terhadap para tahanan dari otoritas Amerika Serikat.

    Tempat penahanan ini berulang kali mendapat kecaman dari lembaga-lembaga HAM dan kemanusiaan, seperti Amnesty International, HRW dan Komite Palang Merah Internasional. Uni Eropa dan Organization of American States (OAS) menuduh adanya pelanggaran HAM di penjara itu, termasuk penggunaan sejumlah kekerasan yang dilakukan selama interograsi.     

    Penjaga Angkatan Laut AS mengawal seorang tahanan melalui Camp Delta di Kamp Penjara Teluk Guantanamo, 10 Juni 2008. Obama berharap penjara ini dapat ditutup sebelum pergantian pemerintahan presiden. REUTERS/DoD

    Menjawab hujan kritik itu, pemerintahan mantan Presiden George Bush berkeras para tahanan di sana dirawat dengan baik dan tidak ada teknik interograsi yang dilakukan petugas pada tahanan dengan cara menyiksa.

    Pada 22 Januari 2009, Presiden Amerika Serikat yang berkuasa pada saat itu, Barack Obama, menuruti sebuah kampanye dengan menutup penjara Guantanamo dalam tempo setahun. Tahanan yang ada di sana lalu ditransfer ke Amerika Serikat untuk melanjutkan sisa hukuman penjara mereka atau menjalani persidangan.

    Obama juga meminta tim investigator agar mengggunakan teknik-teknik yang biasa digunakan Angkatan Darat Amerika Serikat dalam menginterograsi, yang sama sekali tidak menggunakan segala bentuk siksaan.  

    Sayang, rencana penutupan penjara ini tidak mulus karena ada penolakan dari Partai Republik dan beberapa anggota Kongres dari Partai Demokrat. Mereka yang menolak berpandangan menampung para tahanan dari Guantanamo bisa membahayakan keamanan nasional Amerika Serikat.  

    Sekarang ini ada sekitar 40 tahanan yang masih ada di penjara Guantanamo. Sebagian besar ditahan sudah selama hampir dua dekade, dalam kondisi ada yang tanpa dituntut atau diadili.

    Sumber: britannica.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.