Myanmar Akan Jemput 1.200 Warganya dari Malaysia dengan Tiga Kapal Angkatan Laut

Sekelompok yang diyakini Muslim Rohingya asal Myanmar terlihat di kantor keamanan perbatasan, sebelum diserahkan ke otoritas imigrasi, di Kuala Perlis, Malaysia 8 April 2019 dalam gambar yang diperoleh dari media sosial ini. Lebih dari 700.000 Rohingya menyeberang ke Bangladesh pada 2017 melarikan diri dari tindakan keras tentara di negara bagian Rakhine Myanmar, menurut badan-badan PBB. [MOHD HARITH ROSLI / melalui REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia akan mendeportasi 1.200 warga negara Myanmar yang ditahan setelah pemerintah militer Myanmar menawarkan untuk mengirim tiga kapal angkatan laut untuk menjemput mereka.

Myanmar, melalui kedutaan besarnya di Kuala Lumpur, membuat tawaran untuk mengambil kembali warganya yang ditahan di pusat penahanan imigrasi Malaysia minggu lalu, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, dikutip dari Reuters, 12 Februari 2021.

Pusat penahanan biasanya menampung pencari suaka dan pengungsi, bersama dengan orang lain yang berada di Malaysia tanpa dokumen yang sesuai. Malaysia tidak secara resmi mengakui pengungsi, menganggap mereka sebagai migran ilegal.

Para pejabat tidak menanggapi pertanyaan apakah mereka yang dipulangkan termasuk pengungsi.

Tahanan di masa lalu termasuk anggota Chin, Kachin dan komunitas Muslim Rohingya yang melarikan diri dari konflik etnis dan penganiayaan oleh militer di Myanmar.

Malaysia adalah rumah bagi lebih dari 154.000 pencari suaka dari Myanmar, menurut badan pengungsi PBB UNHCR. Ada juga ribuan pekerja migran.

Sumber tersebut mengatakan Myanmar telah menawarkan untuk mengambil kembali warganya saja. Myanmar mengakui lebih dari 100 kelompok etnis tetapi tidak Rohingya, yang dipandang sebagai migran ilegal dari Bangladesh.

Sumber tersebut, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kapal angkatan laut tersebut diperkirakan tiba di Malaysia pada 21 Februari dan berangkat dua hari kemudian.

Direktur Jenderal Imigrasi Malaysia Khairul Dzaimee Daud mengkonfirmasi deportasi itu, mengatakan pihak berwenang telah setuju untuk menyerahkan para tahanan ke angkatan laut Myanmar.

"Ya, kami sudah setuju. Semuanya dari depo imigrasi," katanya dalam pesan singkat, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Win Min Soe, atase ketenagakerjaan di kedutaan Myanmar, juga mengkonfirmasi tawaran Myanmar.

Juru bicara kantor perdana menteri Malaysia dan kementerian luar negeri tidak berkomentar.

Baca juga: Malaysia Tak Bisa Lagi Menampung Pengungsi Rohingya

James Bawi Thang Bik, dari Aliansi Pengungsi Chin yang berbasis di Kuala Lumpur, mengatakan bahwa meskipun Malaysia secara teratur mendeportasi warga negara Myanmar, ini adalah pertama kalinya angkatan laut Myanmar menawarkan untuk membantu memulangkan warganya.

Dia meminta pihak berwenang Malaysia untuk bekerja dengan UNHCR untuk menentukan apakah mereka yang akan dideportasi termasuk pengungsi tidak berdokumen.

"Pengungsi terancam dihukum penjara dan dianiaya jika dikirim kembali ke Myanmar," katanya.

Kudeta dan penahanan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi bersama dengan sejumlah orang lainnya telah memicu demonstrasi terbesar di Myanmar sejak Revolusi Saffron tahun 2007 yang akhirnya menjadi langkah menuju reformasi demokrasi.

Pada 2017, tentara Myanmar mengusir lebih dari 730.000 Muslim Rohingya ke negara tetangga Bangladesh dalam operasi yang menurut PBB dilakukan dengan niat genosida, yang dibantah oleh Myanmar.

REUTERS






Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

1 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Sambut Ibu Kota Nusantara, Malaysia Diminta Perbaiki Jalan ke Perbatasan

1 hari lalu

Sambut Ibu Kota Nusantara, Malaysia Diminta Perbaiki Jalan ke Perbatasan

Pemerintah Malaysia diminta memperbaiki jalan menuju perbatasan Indonesia, untuk mendapatkan keuntungan dari pembangunan ibu kota baru Nusantara


Sumatera Barat Siap Sambut Kembali Wisatawan Malaysia Mulai 1 Oktober

1 hari lalu

Sumatera Barat Siap Sambut Kembali Wisatawan Malaysia Mulai 1 Oktober

Pemerintah setempat akan menyambut kedatangan wisatawan asing ke SUmatera Barat dengan kesenian daerah saat hari pertama pembukaan.


Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan TKI Ilegal, Diduga Ada Peran Cukong Malaysia

1 hari lalu

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan TKI Ilegal, Diduga Ada Peran Cukong Malaysia

Polda Kepri berhasil menyelamatkan tujuh orang korban Tenaga Kerja Indonesia atau TKI Ilegal yang akan dikirim ke Malaysia.


Komika, Dr. Jason Leong Bikin Pertunjukan Percobaan Sebelum Tampil di Panggung Sebenarnya

2 hari lalu

Komika, Dr. Jason Leong Bikin Pertunjukan Percobaan Sebelum Tampil di Panggung Sebenarnya

Komika Malaysia, dr. Jason Leong mengungkapkan, ia pernah gagal melawak ketika tak ada satupun penonton yang tertawa.


Pelajar dan Pekerja Indonesia Keluhkan Sulitnya Masuk Malaysia

2 hari lalu

Pelajar dan Pekerja Indonesia Keluhkan Sulitnya Masuk Malaysia

Pelajar dan pekerja migran Indonesia mempertanyakan sulitnya mendapatkan entry permit masuk Malaysia khususnya setelah pembatasan Covid-19 dicabut


Pemerintah Gugat Mantan Majikan Adelina Lisao, Anggota DPR Fraksi PKS: Untuk Perjuangkan Keadilan

4 hari lalu

Pemerintah Gugat Mantan Majikan Adelina Lisao, Anggota DPR Fraksi PKS: Untuk Perjuangkan Keadilan

Anggota DPR dari Fraksi PKS mendukung upaya pemerintah untuk mengajukan gugatan terhadap mantan majikan Adelina Lisao.


Malaysia Tegaskan Dukung Palestina sebagai Negara Merdeka

4 hari lalu

Malaysia Tegaskan Dukung Palestina sebagai Negara Merdeka

Perdana Menteri Ismail Sabri menegaskan komitmen Malaysia mendukung Palestina sebagai negara merdeka


Angelina Jolie Kunjungi Korban Banjir Pakistan, Berikut 5 Aksi Kemanusiaannya

5 hari lalu

Angelina Jolie Kunjungi Korban Banjir Pakistan, Berikut 5 Aksi Kemanusiaannya

Angelina Jolie seorang aktris yang aktif dalamberbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia utusan khusus UNHCR yang menangani pengungsi di dunia.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

5 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.