Menlu AS dan Arab Saudi Bicara Soal Akhiri Perang Yaman

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antony Blinken. REUTERS

    Antony Blinken. REUTERS

    TEMPO.CO, - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa Menteri Antony Blinken telah menelepon Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud untuk membahas upaya mengakhiri perang di Yaman. Komunikasi keduanya juga membahas tentang bagaimana memperkuat pertahanan Arab Saudi.

    Media pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Luar Negeri AS mengatakan kedua menteri ini membahas perlunya menemukan solusi politik untuk perang di Yaman, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 11 Februari 2021.

    Arab Saudi memimpin koalisi yang melakukan operasi militer di Yaman pada 2015. Mereka mendukung pasukan pemerintah memerangi kelompok Houthi yang dianggap berpihak pada Iran.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berusaha menghidupkan kembali pembicaraan damai untuk mengakhiri perang. Mereka menilai perang Yaman telah menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

    Baca juga: AS Hentikan Dukungan Terhadap Operasi Militer Saudi di Yaman

    Namun kelompok Houthi mengatakan mereka melakukan serangan pesawat tak berawak di bandara Abha Saudi kemarin. Menurut koalisi Saudi, serangan itu menyebabkan kebakaran di pesawat sipil.

    "Kedua pejabat membahas upaya bersama untuk meningkatkan pertahanan Saudi terhadap serangan terhadap Kerajaan," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

    Presiden AS Joe Biden pekan lalu menunjuk veteran diplomat Tim Lenderking sebagai utusan khusus untuk Yaman dalam upaya meningkatkan diplomasi Amerika dalam mengakhiri perang.

    Pemerintahan baru Amerika Serikat juga  mengumumkan diakhirinya dukungannya untuk operasi militer yang dipimpin Arab Saudi di Yaman.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.