Arab Saudi Bebaskan Aktivis Perempuan Loujain al-Hathloul

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis hak perempuan Saudi Loujain al-Hathloul terlihat dalam gambar selebaran tak bertanggal. [Marieke Wijntjes / Handout melalui REUTERS]

    Aktivis hak perempuan Saudi Loujain al-Hathloul terlihat dalam gambar selebaran tak bertanggal. [Marieke Wijntjes / Handout melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi membebaskan aktivis perempuan Loujain al-Hathloul pada Rabu kemarin setelah tiga tahun mendekam dalam bui, kata keluarga Hathloul.

    Hathloul, 31 tahun, ditahan pada Mei 2018 dan dijatuhi hukuman hampir enam tahun penjara pada Desember atas tuduhan yang oleh para ahli hak asasi manusia disebut "palsu" berdasarkan undang-undang anti-terorisme Saudi. Pengadilan menangguhkan dua tahun dan 10 bulan hukumannya, yang sebagian besar telah dijalani, dikutip dari Reuters, 11 Februari 2021.

    Dia masih menghadapi larangan perjalanan lima tahun yang diperintahkan oleh pengadilan.

    "Loujain ada di rumah!!!!!!" cuit Twitter adiknya. Lina.

    Saudari lainnya, Alia, mengatakan Hathloul ada di rumah orang tua mereka di Arab Saudi. Dia mengunggah foto Hathloul tersenyum di taman, terlihat jauh lebih kurus dan dengan garis abu-abu di rambutnya.

    Kelompok hak asasi dan keluarganya mengatakan Hathloul, yang telah berkampanye untuk hak perempuan untuk mengemudi dan untuk mengakhiri sistem perwalian laki-laki Saudi, menjadi sasaran pelecehan, termasuk sengatan listrik, waterboarding, cambuk dan penyerangan seksual.

    Otoritas Saudi membantah tuduhan tersebut. Pengadilan banding Saudi menolak klaim penyiksaan tersebut, dengan alasan kurangnya bukti, kata keluarganya pada hari Selasa.

    Amnesty International pada hari Rabu mendesak Riyadh untuk mengadili "mereka yang bertanggung jawab atas penyiksaannya" dan memastikan Hathloul tidak menghadapi tindakan hukuman lebih lanjut seperti larangan bepergian.

    Pejabat Saudi belum mengomentari penahanan atau hukumannya. Belum ada komentar langsung tentang pembebasannya.

    Keluarga Hathloul menerbitkan dakwaannya setelah kasusnya dipindahkan ke Pengadilan Kriminal Khusus, yang didirikan untuk mengadili tersangka terorisme, tetapi digunakan dalam dekade terakhir untuk menuntut yang dianggap sebagai pembangkang.

    Dakwaan utama terhadap Hathloul termasuk menyerukan diakhirinya perwalian laki-laki dan berkomunikasi dengan kelompok hak asasi global, aktivis Saudi di kerajaan dan luar negeri, dan diplomat asing serta media internasional.

    Baca juga: AS Minta Arab Saudi Perbaiki Catatannya Soal HAM

    Gedung Putih mengatakan Presiden Joe Biden, yang mengambil sikap lebih tegas dengan Arab Saudi daripada pendahulunya Donald Trump, mengharapkan Riyadh meningkatkan catatan hak asasi manusianya, termasuk membebaskan tahanan politik.

    "Melepaskannya adalah hal yang benar untuk dilakukan," kata Biden tentang pembebasan Hathloul.

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik pembebasannya, kata juru bicara Stephane Dujarric.

    "Tapi saya pikir penting bahwa orang lain yang berada dalam kondisi yang sama dengannya, yang telah dipenjara karena alasan yang sama dengannya, juga dibebaskan dan tuduhan itu dicabut terhadap mereka," kata Dujarric.

    Hathloul, ditahan bersama dengan beberapa aktivis hak perempuan lainnya, dihukum dengan tuduhan termasuk berusaha mengubah sistem politik Saudi dan merusak persatuan nasional.

    Catatan HAM Arab Saudi berada di bawah pengawasan global setelah pembunuhan jurnalis terkemuka Saudi Jamal Khashoggi pada 2018 oleh agen Saudi, yang menodai citra Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Pangeran membantah memerintahkan pembunuhan itu.

    Agnes Callamard, penyelidik independen HAM PBB yang memimpin penyelidikan internasional atas pembunuhan Khashoggi, menyambut baik pembebasan Hathloul tetapi mengatakan di Twitter bahwa "kekejaman penguasa Saudi yang melanggar hak paling dasar atas integritas fisik dan mental, tidak boleh dilupakan."

    Para diplomat mengatakan kerajaan Saudi tampaknya bertindak untuk mengatasi potensi perselisihan dengan pemerintahan Biden.

    Otoritas Saudi membebaskan dua aktivis dengan kewarganegaraan AS dengan jaminan bulan ini sambil menunggu persidangan atas tuduhan terkait terorisme. Bulan lalu, pengadilan banding Arab Saudi mengurangi hampir setengah dari total hukuman penjara enam tahun dokter AS-Saudi dan menangguhkan sisanya, yang berarti dia tidak harus kembali ke penjara.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.