Kisah Para Pemburu Vaksin Virus Corona di Amerika

Seorang karyawan bekerja di laboratorium Pfizer tempat mereka melakukan penelitian dan pengembangan vaksin penyakit coronavirus (COVID-19) di Pearl River, New York, Amerika Serikat. Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin COVID-19 yang oleh Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech. Pfizer/HO REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Jose Luis Espinoza, 68 tahun, sudah tiga pekan ini giat memburu vaksin virus corona untuk dirinya. Dia rindu sudah lama ingin memeluk ayahnya, 98 tahun dan berharap suntikan vaksin virus corona ini bisa mengubah kekhawatirannya (menularkan virus).

  

Pada pekan lalu, dia mencari kemungkinan melakukan suntik vaksin virus corona di Santa Fe Spring, Amerika Serikat. Beruntung dia mendapatkannya dan itu adalah sisa dosis terakhir.

“Mereka memberikan saya suntikan dosis terakhir. saya cukup beruntung,” kata Espinoza.   

Baca juga: Daftar Efikasi Vaksin Covid-19, Sinovac Ungguli AstraZeneca Dosis Normal

Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

Di Los Angeles, banyak masyarakat yang memburu kesempatan untuk bisa melakukan suntik vaksin virus corona. Para pemburu suntik vaksin virus corona ini, harus menunggu sampai berjam-jam di luar sebuah klinik atau tempat imunisasi vaksin virus corona. Tidak sedikit orang-orang harus pulang tanpa mendapatkan suntik vaksin virus corona karena sudah kehabisan.

Beberapa klinik lebih baik memiliki dosis sisa saat orang yang mau di vaksin tiba-tiba membatalkan janji atau bahkan tidak muncul sama sekali. Sebab setelah dibuka, satu botol vaksin virus corona memiliki masa kadarluwarsa sampai lima hari untuk vaksin buatan Pfizer dan 30 hari untuk vaksin dari Moderna.

“Kami harus memastikan ketika kami akan membuka sebuah botol vaksin untuk orang-orang yang sudah mendaftar, sumber daya (tenaga medis) ada, dan sudah terjadwal,” kata Will Baker, klinik manajer untuk sebuah layanan ambulan pribadi, CARE Ambulan. Baker menekankan, betapa pentingnya untuk tidak membuang-buang dosis-dosis vaksin yang berharga ini.

Para pemburu vaksin virus corona dikritik karena mereka mendapatkan vaksin virus corona padahal itu bukan giliran mereka disuntik. Dosis vaksin yang disuntikkan pada mereka mungkin diambil dari seseorang yang membutuhkannya.   

“Saya di sini dengan harapan mungkin ada vaksin yang tersisa. Saya mencoba mengambil keuntungan untuk vaksin atau dosis yang mungkin tidak terpakai (sisa),” kata Cyntia Perez, 48 tahun, yang tiba pertama kali ketika klinik Santa Fe Spring buka pada pukul 2 siang.

Perez menceritakan dia punya seorang anak yang menderita sakit pernafasan asma. Upayanya untuk disuntik vaksin virus corona adalah usahanya untuk mencoba tetap sehat.

Sumber: https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-vaccine-chasers/covid-19-vaccine-chasers-hunt-wait-and-hope-in-los-angeles-idUSKBN2A91BY






Satu Keluarga Keturunan India Menghilang, Terduga Penculik Coba Bunuh Diri

1 jam lalu

Satu Keluarga Keturunan India Menghilang, Terduga Penculik Coba Bunuh Diri

Seorang pria yang diduga penculik sebuah keluarga dari California, AS, ditahan etelah mencoba untuk bunuh diri.


Ingin Jadi Warga Rusia, Eks Marinir AS Serang Polisi dan Dipenjara 4,5 Tahun

7 jam lalu

Ingin Jadi Warga Rusia, Eks Marinir AS Serang Polisi dan Dipenjara 4,5 Tahun

Mantan marinir AS Robert Gilman dijatuhi hukuman 4,5 tahun di Moskow karena menyerang polisi saat mabuk. Ia disebut-sebut ingin jadi warga Rusia.


Dituding Siapkan Senjata Nuklir Kiamat Poseidon, Ini Kata Rusia

16 jam lalu

Dituding Siapkan Senjata Nuklir Kiamat Poseidon, Ini Kata Rusia

Media Barat melaporkan Rusia sedang bersiap menguji super-torpedo Poseidon, yang sering disebut sebagai 'senjata Kiamat'


Militer Amerika Serikat Klaim Telah Menumpas Pimpinan Kelompok Al Shabaab

18 jam lalu

Militer Amerika Serikat Klaim Telah Menumpas Pimpinan Kelompok Al Shabaab

Militer Amerika Serikat mengklaim telah membunuh seorang pemimpin kelompok radikal al Shabaab dalam sebuah serangan udara sepanjang akhir pekan lalu


Badai Ian Tewaskan 100 Orang di Amerika Serikat

19 jam lalu

Badai Ian Tewaskan 100 Orang di Amerika Serikat

Korban tewas akibat Badai Ian di Amerika Serikat sudah mencapai 100 orang sampai Senin malam, sementara pencarian terus dilakukan


Noam Chomsky: AS Harus Buka Ruang Dialog Rusia Ukraina

1 hari lalu

Noam Chomsky: AS Harus Buka Ruang Dialog Rusia Ukraina

Noam Chomsky, filsuf politik asal Amerika Serikat meminta Washington untuk berhenti bertindak seolah mencegah negosiasi di antara Rusia Ukraina.


Donald Trump Menggugat CNN

1 hari lalu

Donald Trump Menggugat CNN

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi melayangkan tuntutan melawan CNN dengan tuduhan pencemaran nama baik


Gerombolan The Prediksi ke Amerika Serikat, Andre Taulany dkk Kunjungi Destinasi Wisata Ini

1 hari lalu

Gerombolan The Prediksi ke Amerika Serikat, Andre Taulany dkk Kunjungi Destinasi Wisata Ini

Andre Taulany dan anggota The Prediksi ke Amerika Serikat, destinasi wisata mana saja yang mereka datangi? Tentu Hollywood dan Route 66.


Menapaki Jejak Keterlibatan CIA dalam G30S

3 hari lalu

Menapaki Jejak Keterlibatan CIA dalam G30S

David T. Johnson, dalam bukunya mengungkapkan bahwa Amerika Serikat, melalui tangan-tangan CIA, turut terlibat dalam G30S pada 30 September 1965.


Serba Serbi Meningitis: Penyebab, Gejala dan Proses Pengobatannya

3 hari lalu

Serba Serbi Meningitis: Penyebab, Gejala dan Proses Pengobatannya

Meningitis yang disebabkan virus dan jamur, sama bahayanya. Ketahui penyebab dan gejala serta bagaimana proses pengobatannya.