Argumen Kacau, Donald Trump Kesal dengan Pengacaranya di Sidang Pemakzulan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Donald Trump dan ibu negara Melania Trump saat meninggalkan Gedung Putih, menjelang pelantikan presiden terpilih Joe Biden, di Washington, AS, 20 Januari 2021. Trump memutuskan tidak hadir dalam pelantikan Joe Biden. REUTERS/Leah Millis

    Gestur Donald Trump dan ibu negara Melania Trump saat meninggalkan Gedung Putih, menjelang pelantikan presiden terpilih Joe Biden, di Washington, AS, 20 Januari 2021. Trump memutuskan tidak hadir dalam pelantikan Joe Biden. REUTERS/Leah Millis

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Donald Trump dikabarkan tidak senang dengan argumen pengacara pembela dirinya pada sidang pemakzulan, Bruce Castor, pembukaan sidang di Senat pada Selasa, menurut orang yang mengetahui kekecewaan Trump.

    Castor, yang mewakili Trump bersama dengan pengacara David Schoen, menyampaikan argumen yang kontradiktif pada hari pertama sidang pemakzulan Senat, termasuk pujian untuk manajer pemakzulan DPR atas presentasi yang menurutnya "dilakukan dengan baik."

    Trump hampir berteriak ketika Castor berjuang untuk memahami inti argumen tim pembelanya, yang seharusnya melebihi konstitusionalitas mengadakan persidangan untuk seorang presiden yang tidak lagi menjabat.

    Mengingat bahwa tim hukum berkumpul lebih dari seminggu yang lalu, itu berjalan seperti yang diharapkan, salah satu sumber, dikutip dari CNN, 10 Februari 2021.

    ADVERTISEMENT

    Namun, sekutu Trump terperangah ketika tim hukum menampilkan Castor mengisi sesi bicara tim kuasa hukum pada menit terakhir.

    Castor menyampaikan pujian panjang terhadap Senat, termasuk senator Pennsylvania di negara bagian asalnya, Pat Toomey dari Partai Republik dan Bob Casey dari Demokrat, sambil berargumen bahwa Senat seharusnya tidak mengadakan persidangan. Dia memperingatkan bahwa sidang pemakzulan kedua dalam 13 bulan akan "membuka pintu" untuk pemakzulan di masa depan, bahkan membuat saran retoris yang tidak berdasar bahwa mantan Jaksa Agung Eric Holder di pemerintahan Obama dapat dimakzulkan.

    Seorang penasihat tim Trump mengatakan hari pembukaan persidangan berantakan, bertanya dengan tajam, "Apa yang sedang terjadi?"

    Penasihat itu mengatakan Donald Trump bisa dalam bahaya serius jika dia didakwa di pengadilan pidana, mengingat ketidakmampuannya untuk merekrut tim hukum dengan profil tinggi untuk sidang pemakzulan.

    "Trump bakal hancur jika ada yang menuntutnya. Tidak ada yang mau bekerja dengannya," kata penasihat itu.

    Schoen seharusnya hadir lebih dulu, bukan Castor, kata dua orang yang mengetahui rencana. Tapi Castor mengatakan kepada Senat bahwa tim hukum Trump "mengubah apa yang akan kami lakukan karena kami pikir presentasi manajer DPR dilakukan dengan baik."

    Setelah Castor menyerahkan waktunya kepada Schoen, nada pembelaan tim hukum Trump berubah drastis. Schoen menuduh bahwa Demokrat menggunakan pemakzulan sebagai pertempuran politik untuk mencoba mencegah Trump mencalonkan diri lagi, menuduh mereka mencoba mencabut hak pemilih pro-Trump.

    Baca juga: Donald Trump Disebut Senang Melihat Pendukungnya Menyerbu US Capitol

    Senat AS pada hari Selasa memutuskan melanjutkan persidangan pemakzulan Donald Trump dengan tuduhan menghasut serangan mematikan di Capitol AS.

    Senat memilih 56-44 untuk melanjutkan ke persidangan pertama mantan presiden Donald Trump, menolak argumen pengacara pembela bahwa Donald Trump tidak lagi masuk jangkauan wewenang Senat AS setelah meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari, Reuters melaporkan.

    Demokrat berharap untuk mendiskualifikasi Trump dari jabatan publik lagi, tetapi hasil Selasa menunjukkan bahwa mereka menghadapi rintangan yang panjang. Hanya enam senator Republik bergabung dengan Demokrat untuk memberikan suara mendukung memungkinkan persidangan berlangsung, jauh dari 17 yang dibutuhkan untuk mengamankan suara untuk menghukum Donald Trump.

    CNN | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...