Inggris Wajibkan Pendatang dari Negara Varian Baru COVID-19 Bayar Karantina

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock berbicara pada konferensi pers digital COVID-19 di 10 Downing Street di London, Inggris 2 April 2020. [Pippa Fowles / 10 Downing Street / Handout via REUTERS]

    Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock berbicara pada konferensi pers digital COVID-19 di 10 Downing Street di London, Inggris 2 April 2020. [Pippa Fowles / 10 Downing Street / Handout via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris akan mewajibkan sejumlah aturan baru untuk menekan jumlah pendatang dari negara yang terpapar varian baru COVID-19. Salah satunya, pendatang harus membayar sendiri kewajiban karantina 10 hari di hotel begitu tiba di Inggris.

    Selain itu, Inggris juga akan memberlakukan hukuman penjara untuk para pendatang yang membandel dari protokol COVID-19. Namun, hal itu hanya dilakukan apabila pelanggaran yang dilakukan benar-benar berat. Target Pemerintah Inggris, pengetatan ini akan berlaku per 15 Februari 2021.

    "Jika ada pendatang berbohong atau mencoba menyembunyikan fakta mereka berasal dari negara di 'Daftar Merah', dalam rentang 10 hari sebelum berkunjung ke Inggris, mereka bisa dihukum penjara maksimum 10 tahun," ujar Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, Selasa, 9 Februari 2021.

    Jika pelanggaran yang dilakukan tidak terlalu berat, kata Hancock, Inggris hanya akan memberlakukan hukuman denda. Besarnya kurang lebih US$14.000 atau setara Rp195 juta.

    Orang-orang mengantre di luar toko Tesco, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), ketika pembatasan baru mulai berlaku, di London, Inggris, 21 Desember 2020. [REUTERS / Hannah McKay]

    Khusus untuk warga Inggris yang pulang dari negara varian baru COVID-19, mereka akan diwajibkan membayar US$2.400 atau Rp33,5 juta. Uang tersebut untuk membayar biaya karantina 10 hari di hotel yang telah ditetapkan pemerintah.

    "Pendatang manapun (warga Inggris atau bukan) wajib untuk mengikuti tes COVID-19 pada hari ke-2 dan ke-8. Hal itu belum menghitung tes COVID-19 yang harus diambil sebelum berangkat ke Inggris," ujar Hancock menambahkan.

    Terakhir, Hancock mengatakan bahwa pemerintah tidak menetapkan tanggal pasti soal sampai kapan pengetatan ini akan berlaku. Acuan yang dipakai pemerintah, kata Hancock, pengetatan akan dilonggarkan begtiu ada jaminan vaksin COVID-19 bisa melindungi warga Inggris dari varian baru COVID-19.

    "Ini tidak permanen, secara bertahap akan dilonggarkan seiring dengan membaiknya keamanan dan perjalanan internasional," ujarnya.

    Kurang lebih ada 16 hotel yang telah disiapkan Inggris sebagai lokasi karantina pendatang. Total ada 4600 kamar yang tersedia selama pandemi COVID-19. Jika kurang, akan ditambah.

    Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi, Inggris Kebut Suntik Vaksin


    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.