WHO Gagal Temukan Asal-usul Virus COVID-19 di Wuhan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan berjaga di depan pasar saat tim WHO penyelidik asal-usul virus corona mengunjungi pasar makanan laut Huanan di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, Ahad, 31 Januari 2021. Tim WHO berencana mengunjungi pasar Huanan dan Institut Virologi Wuhan. REUTERS/Thomas Peter

    Petugas keamanan berjaga di depan pasar saat tim WHO penyelidik asal-usul virus corona mengunjungi pasar makanan laut Huanan di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, Ahad, 31 Januari 2021. Tim WHO berencana mengunjungi pasar Huanan dan Institut Virologi Wuhan. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.CO, Jakarta - Misi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencari asal-usul pandemi COVID-19 di Wuhan berakhir gagal. Dikutip dari Channel News Asia, WHO menyatakan mereka tidak menemukan bukti kuat soal dari mana virus yang memakan 2,3 juta jiwa tersebut berasal.

    Sejauh ini, WHO bertahan dengan hipotesis COVID-19 berasal dari kelelawar yang kemudian ditularkan kepada manusia lewat mamalia lain. Namun, WHO menegaskan hipotesis itu pun masih diuji mengingat tidak ditemukannya kelelawar di Wuhan sepanjang investigasi berlangsung.

    "Paling mungkin adalah virus ditularkan lewat kontak antar spesies," ujar pakar WHO, Peter Ben Embarek, Selasa, 9 Februari 2021.

    Pernyataan senada disampaikan oleh Lian Wannian, pakar dari Cina yang terlibat dalam investigasi WHO. Ia mengatakan, penularan via hewan masih merupakan skenario paling memungkinkan. Namun, lewat hewan apa COVID-19 ditularkan, hal itu yang masih belum ketahuan.

    Hipotesis lain yang terpikirkan olehnya adalah virus dibawa masuk ke Cina lewat produk beku. Ia berkata, hal itu mengacu pada studi-studi terbaru soal virus bertahan pada produk beku untuk waktu yang lama.

    Di Cina, hipotesis tersebut beberapa kali dibunyikan oleh pemerintah setempat. Pemerintah Cina berkeyakinan virus COVID-19 tidak berasal di wilayah mereka, melainkan dibawa masuk. Beberapa pihak menduga itu upaya Cina untuk mengalihkan perhatian dari mereka.

    Investigasi WHO di Wuhan, Cina memakan waktu kurang lebih dua pekan. Apabila menghitung masa karantina, maka didapat angka 1 bulan. Selama periode investigasi, belasan pakar memeriksa berbagai lokasi yang diyakini sebagai asal usul COVID-19 mulai dari rumah sakit, pasar tradisional, hingga lab virologi Wuhan.

    Mantan Presiden Amerika Donald Trump menyakini COVID-19 dikembangkan di lab virologi Wuhan. Namun berbagai pakar, termasuk penasehatnya sendiri yaitu Anthony Fauci, menyatakan sangat kecil kemungkinan virus COVID-19 diciptakan oleh manusia.

    Baca juga: Pakar WHO: Covid-19 Mungkin Menyebar di Pasar Wuhan, tapi Bukan dari Sana

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.