Kunjungi Yordania, Retno Marsudi Sampaikan Kembali Bahaya Nasionalisme Vaksin

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan program prioritas politik luar negeri Indonesia untuk tahun 2019-2024 kepada wartawan di gedung Pancasila, Kemenlu, Selasa, 29 Oktober 2019. [KEMENLU]

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan program prioritas politik luar negeri Indonesia untuk tahun 2019-2024 kepada wartawan di gedung Pancasila, Kemenlu, Selasa, 29 Oktober 2019. [KEMENLU]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu dengan Deputi Perdana Menteri Yordania Ayman Safadi dalam kunjungannya ke Amman pada hari ini, Selasa, 9 Februari 2021. Dalam pertemuan itu, kedua tokoh membahas sejumlah isu salah satunya adalah pandemi virus corona.

     

    Dalam konferensi pers bersama, Retno kembali menyampaikan bahaya tentang nasionalisme vaksin. Ia menjelaskan satu-satunya cara agar dunia terbebas dari Covid-19 adalah dengan kerja sama yang baik dari seluruh negara.

     

    "Pandemi ini membutuhkan kerja sama yang ebih banyak dan lebih kuat di antara kita daripada sebelumnya," kata Retno.

     

    Retno mengatakan bahwa ia dan Ayman berdiskusi soal pentingnya akses yang sama terhadap vaksin Covid-19 bagi seluruh negara di dunia.

     

    Baca juga: COVID-19, Menlu Retno Marsudi Minta Dunia Optimis

     

    Seperti diketahui, Retno Marsudi terpilih menjadi salah satu pemimpin program vaksinasi Covid-19, Covax Advance Market Commitment (AMC) Engagement Group. Ia ditemani oleh Menteri Kesehatan Ethiopia Lia Tadesse dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada Karina Gould.

     

    Program Covax AMC merupakan inisiatif global, yang bekerja sama dengan produsen vaksin, untuk memberikan akses kepada negara-negara di seluruh dunia atas vaksin yang aman dan efektif. 

     

    Ia pernah secara terbuka mengkritik nasionalisme vaksin dalam konferensi virtual bertema "Resetting Geopolitics" di Davos World Economic Forum pada 29 Januari 2021. Ia menjelaskan hal ini berbhaya karena membuat negara tidak mampu dan berkembang kesulitan mengakses vaksin Covid-19. "Kita pulih lebih kuat jika kita pulih bersama," kata Retno Marsudi saat itu.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.