Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Tiga Pemuda Syiah

Ilustrasi hukuman mati. iconfider.com

TEMPO.CO, - Pemerintah Arab Saudi membatalkan hukuman mati tiga terhadap tiga pemuda Syiah dan menggantinya dengan hukuman 10 tahun penjara. Hal ini berlangsung saat Saudi berusaha memperbaiki catatan hak asasi manusia.

Menurut organisasi hak asasi manusia, Reprieve, pembatalan hukuman mati ini hasil dari dekrit Raja Salman pada April 2020 yang memerintahkan mengakhiri eksekusi anak di bawah umur. Dekrit itu memerintahkan hukuman maksimum 10 tahun penjara sebagai gantinya.

Seperti dilaporkan AFP, tiga pemuda yang bernama Ali al-Nimr, Dawood al-Marhoon dan Abdullah al-Zaher ditangkap pada 2012 atas tuduhan terorisme dan dijatuhi hukuman mati setelah mereka mengambil bagian dalam protes anti-pemerintah selama pemberontakan Arab Spring. Saat itu ketiganya masih di bawah umur

"Ini adalah kabar baik bagi Ali, yang telah menghabiskan lebih dari sembilan tahun di hukuman mati. Menurut keputusan itu, dia harus dibebaskan dari penjara tahun ini," kata mereka dalam sebuah pernyataan di Twitter dikutip dari Middle East Eye, Senin, 8 Februari 2021.

Menurut Reprieve, masih banyak anak muda lain seperti Ali di Arab Saudi yang menghadapi hukuman mati atas kejahatannya saat masih anak-anak. Mereka mendesak kerajaan membatalkannya.

Baca juga: Paus Fransiskus Temui Imam Syiah di Irak Maret Ini

"Rasanya aneh berbicara tentang kemajuan ketika seorang pemuda telah menghabiskan hampir satu dekade terpidana mati karena menghadiri demonstrasi damai, tetapi keputusan hari ini jelas merupakan langkah positif," kata Maya Foa, direktur Penangguhan Hukuman Reprieve.

Menurut Reprieve, Arab Saudi telah melakukan setidaknya 800 eksekusi selama lima tahun pemerintahan Raja Salman. Tingkat eksekusi di Arab Saudi meningkat dua kali lipat sejak 2015, ketika Raja Salman naik takhta pada Januari menyusul kematian saudara tirinya, Raja Abdullah. 

"Perubahan sejati bukanlah tentang beberapa kasus profil tinggi namun memastikan tidak ada yang pernah dihukum mati karena 'kejahatan' masa kecil lagi di Arab Saudi," ucap dia.

Hukuman mati Nimr telah diperintahkan untuk ditinjau oleh jaksa penuntut umum Arab Saudi. Begitupun untuk Marhoon dan Zaher.

Nimr adalah keponakan ulama terkemuka Syiah, Nimr al-Nimr, yang dieksekusi pada 2016 bersama dengan 46 orang lainnya. Mereka dituduh melakukan terorisme, memprovokasi demonstrasi besar di seluruh dunia dan pembakaran kedutaan Arab Saudi di Iran.

MIDDLE EAST EYE

https://www.middleeasteye.net/news/jailed-saudi-teenager-has-death-sentence-commuted-10-years-prison






Demo Iran Dukung Mahsa Amini Kian Panas, 83 Pengunjuk Rasa Tewas

23 menit lalu

Demo Iran Dukung Mahsa Amini Kian Panas, 83 Pengunjuk Rasa Tewas

Demo Iran terkait kematian Mahsa Amini terus terjadi di sejumlah kota besar. Iran menuduh Barat mendalangi unjuk rasa.


Polda Sulteng Pastikan Buronan Kelompok MIT Tewas adalah Askar

47 menit lalu

Polda Sulteng Pastikan Buronan Kelompok MIT Tewas adalah Askar

Anggota MIT itu tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya pada Kamis, 29 September 2022.


Solidaritas Mahsa Amini, Tim Sepak Bola Iran Pakai Jaket Hitam saat Lagu Kebangsaan

15 jam lalu

Solidaritas Mahsa Amini, Tim Sepak Bola Iran Pakai Jaket Hitam saat Lagu Kebangsaan

Tim sepak bola Iran menolak melepas jaket hitam saat mendengarkan lagu kebangsaan dalam pertandingan pra-Piala Dunia sebagai dukungan bagi Mahsa Amini


Presiden Iran: Kematian Mahsa Amini Insiden Tragis, tapi Kekacauan Tak Bisa Diterima

21 jam lalu

Presiden Iran: Kematian Mahsa Amini Insiden Tragis, tapi Kekacauan Tak Bisa Diterima

Raisi mengatakan, kematian Mahsa Amini meninggalkan kesedihan bagi Iran, namun kekacauan akibat protes yang dipicu olehnya tidak dapat diterima.


Demo Iran Rusuh, Putri Mantan Presiden Ditangkap

1 hari lalu

Demo Iran Rusuh, Putri Mantan Presiden Ditangkap

Iran menangkap putri eks Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani dalam demo untuk menduku Mahsa Amini.


Putra Mahkota Mohammed bin Salman Jadi Perdana Menteri, Kekuasaannya Bakal Luar Biasa

1 hari lalu

Putra Mahkota Mohammed bin Salman Jadi Perdana Menteri, Kekuasaannya Bakal Luar Biasa

Pangeran Mohammed bin Salman dipromosikan dari posisi menteri pertahanan menjadi perdana menteri Arab Saudi. Apa saja wewenangnya?


Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

1 hari lalu

Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

Protes atas kematian wanita muda Iran, Mahsa Amini, masih berkecamuk. Korban tewas dan luka terus berjatuhan


India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

1 hari lalu

India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

Pemerintah India membekukan kelompok Islam Popular Front of India (PFI) dan afiliasinya karena dinilai terlibat "terorisme"


Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

2 hari lalu

Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

Kemarahan para perempuan dalam demo Iran yang mengutuk kematian Mahsa Amini, dituangkan dalam teriakan lantang: perempuan, hidup dan kebebasan.


76 Demonstran Tewas, Iran Siapkan Pengadilan Khusus untuk Pengunjuk Rasa

2 hari lalu

76 Demonstran Tewas, Iran Siapkan Pengadilan Khusus untuk Pengunjuk Rasa

Pejabat Iran, mengatakan bahwa jumlah demonstran yang memprotes kematian Mahsa Amini di atas 1.200 orang