Biksu Myanmar Ikut Unjuk Rasa Menentang Kudeta

Ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa di Yangon, Myanmar, 7 Februari 2021. Massa terlihat memenuhi jalanan Kota Yangon. REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, - Para biksu di Myanmar ikut berunjuk rasa di jalan-jalan untuk menentang kudeta militer Senin pekan lalu dan mendesak pembebasan pemimpin terpilih, Aung San Suu Kyi.

Mengenakan jubah berwarna jingga, para biksu berada di barisan terdepan bersama para buruh dan pelajar dalam demonstrasi di Yangon. Mereka mengibarkan bendera Buddha warna-warni di samping spanduk merah dengan warna Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang memenangkan pemilihan umum pada November.

Mengutip Reuters, Senin, 8 Februari 2021, beberapa biksu membawa spanduk yang bertuliskan tuntutan mereka seperti: "Bebaskan Pemimpin Kami, Hormati Suara Kami, Tolak Kudeta Militer", “Selamatkan Demokrasi”, dan “Katakan Tidak pada Kediktatoran”.

Baca juga: Pengacara Pastikan Aung San Suu Kyi Masih Ditahan Polisi Myanmar

Selain biksu, unjuk rasa ini diikuti pula oleh para petugas kesehatan. "Kami mendesak semua staf pemerintah untuk bergabung," kata Aye Misan, seorang perawat di rumah sakit pemerintah.

"Pesan kami kepada publik adalah bahwa kami bertujuan untuk sepenuhnya menghapus rezim militer ini dan kami harus berjuang untuk takdir kami," ucap Aye.

Unjuk rasa di Myanmar telah berlangsung selama tiga hari. Seruan untuk bergabung dalam demonstrasi terus bergulir dan makin terorganisir sejak kudeta militer Senin lalu.

Demonstrasi pada akhir pekan kemarin adalah yang terbesar sejak "Revolusi Saffron" yang dipimpin oleh para biksu pada 2007. Saat itu publik Myanmar mampu menarik militer dari pemerintahan sipil.

Belum ada tanggapan dari militer Myanmar terkait serangkaian aksi unjuk rasa besar ini.

REUTERS

https://www.reuters.com/article/BigStory12/idUSKBN2A8054






Retno Marsudi Berpeluang Jadi Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar

1 jam lalu

Retno Marsudi Berpeluang Jadi Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berpeluang menjadi utusan khusus ASEAN dalam menyelesaikan krisis di Myanmar.


Candi Borobudur Jadi Tempat Ibadah, Para Biksu dan Umat Buddha Gelar Santutthi Citta

5 hari lalu

Candi Borobudur Jadi Tempat Ibadah, Para Biksu dan Umat Buddha Gelar Santutthi Citta

Dengan ditetapkannya Candi Borobudur sebagai pusat ibadah agama Buddha Indonesia dan dunia, upacara lain juga akan digelar di sana.


Sean Turnell Penasihat Aung San Suu Kyi Dibebaskan Junta Myanmar

8 hari lalu

Sean Turnell Penasihat Aung San Suu Kyi Dibebaskan Junta Myanmar

Penasihat ekonomi pemimpin Myanmar Aung Sang Suu Kyi asal Australia, Sean Turnell, dibebaskan oleh Junta Militer


Myanmar Beri Pengampunan pada Ribuan Tahanan

9 hari lalu

Myanmar Beri Pengampunan pada Ribuan Tahanan

Di antara ribuan tahanan yang mendapat pengampunan dari Pemerintah Myanmar adalah tahanan WNA.


Jokowi: Situasi Myanmar Tidak Boleh Ganggu Kerja Sama ASEAN

15 hari lalu

Jokowi: Situasi Myanmar Tidak Boleh Ganggu Kerja Sama ASEAN

Ada 15 butir keputusan para pemimpin negara anggota ASEAN soal Myanmar yang akan diumumkan oleh ketua ASEAN


Junta Myanmar Tak Laksanakan Konsensus 5 Poin, Jokowi: Indonesia Sangat Kecewa

15 hari lalu

Junta Myanmar Tak Laksanakan Konsensus 5 Poin, Jokowi: Indonesia Sangat Kecewa

Jokowi mengatakan, Indonesia sangat kecewa dengan pemerintah junta Myanmar karena tidak membuat kemajuan dalam implementasi Konsensus 5 Poin ASEAN


Jokowi Serukan Penghentian Kekerasan dalam Konflik di Myanmar

15 hari lalu

Jokowi Serukan Penghentian Kekerasan dalam Konflik di Myanmar

Jokowi menyerukan agar kekerasan di Myanmar dihentikan sesegera mungkin, sehingga tercipta kondisi kondusif negara tersebut.


KTT ASEAN Bahas Isu Myanmar, Menlu Retno: Bola Sepenuhnya di Tangan Militer Myanmar

16 hari lalu

KTT ASEAN Bahas Isu Myanmar, Menlu Retno: Bola Sepenuhnya di Tangan Militer Myanmar

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa KTT ASEAN kali ini akan membahas dua isu besar tentang hubungan ASEAN dengan pihak luar dan Myanmar


Justice for Myanmar Menuduh ASEAN dan Junta Militer Bersekongkol

18 hari lalu

Justice for Myanmar Menuduh ASEAN dan Junta Militer Bersekongkol

Kelompok aktivis Justice for Myanmar menduga ada persekongkolan yang kuat di antara ASEAN dengan junta militer Myanmar, di tengah meningkatnya brutalitas terhadap warga sipil di negara tersebut.


2 Ribu Lebih Warga Sipil Tewas dalam Konflik Myanmar

20 hari lalu

2 Ribu Lebih Warga Sipil Tewas dalam Konflik Myanmar

Catatan LSM Altsean Burma menyebut sampai 6 Oktober 2022, setidaknya 2.338 warga sipil Myanmar tewas di tangan tentara Myanmar.