Protes Penunjukan Rektor Universitas Bogazici Turki, 4 Orang Ditahan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unjuk rasa pada 6 Januari 2021 menolak keputusan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menunjuk seorang rektor untuk Universitas Bogazici, Istanbul. Sumber: Reuters

    Unjuk rasa pada 6 Januari 2021 menolak keputusan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menunjuk seorang rektor untuk Universitas Bogazici, Istanbul. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut di Istanbul, Turki, pada Minggu, 7 Februari 2021, menahan empat orang sebagai buntut dari unjuk rasa melawan penunjukan rektor Universitas Bogazici, Istanbul, oleh Presiden Turki Tayyip Erdogan.

    Universitas Bogazici adalah salah satu lembaga pendidikan paling favorit di Turki.  

    Unjuk rasa menolak keputusan Erdogan itu terjadi pada Januari 2021 lalu. Ketika itu, Erdogan memilih Melih Bulu untuk duduk di kursi rektor Universitas Bogazici. Langkah Erdogan itu diprotes oleh mahasiswa dan fakultas karena prosesnya dinilai tidak demokrasi.

    Jaksa penuntut dalam putusannya mengatakan empat orang yang dijebloskan ke penjara ini akan menjalani persidangan terkait unjuk rasa di distrik Kadikoy, Istanbul, Turki. Tuntutan yang dijatuhkan pada mereka bermacam-macam, diantaranya merusak fasilitas umum dan propaganda terorisme.

    Dari total empat orang yang ditahan secara resmi itu, dua orang diantaranya berstatus tahanan rumah.

     Baca juga: Erdogan: Jangan Sampai Unjuk Rasa Mahasiswa jadi Gerakan Anti Pemerintah 

    Protes yang dilakukan mahasiswa dan fakultas dari Universitas Bogazici diikuti oleh ratusan orang sebagai bentuk dukungan, yang berkumpul di Kodikoy pada pekan ini. Otoritas menahan sekitar 165 orang dari dua hari unjuk rasa, yang sebagian besar sudah dibebaskan. Dua orang diantaranya dijebloskan ke penjara sambil menunggu sidang.     

    Sebelum unjuk rasa terjadi, Erdogan mendirikan dua fakultas baru di Universitas Bogazici melalui sebuah dekrit. Langkah orang nomor satu di Turki tersebut dikritik dengan menyebut tindakan itu untuk meningkatkan pengaruh Ankara.    

    Ali Babacan, Kepala Partai Demokrasi dan Kemajuan (DEVA), yang mantan sekutu Erdogan, mengatakan penunjukan rektor oleh Erdogan itu bisa mengarah pada penunjukan sejumlah orang dekat dengan Erdogan. Akademisi baru akan dengan mudah dikerahkan ke Universitas Bogazici dan orang-orang dengan profil yang mirip akan ditempatkan ke kampus itu.

       

        

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-turkey-security-bogazici/turkey-jails-four-pending-trial-over-university-protests-prosecutor-idUSKBN2A70DD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.